HMI Sumbawa Barat Bergerak Untuk Lombok Timur

HMI Sumbawa Barat Bergerak Untuk Lombok Timur

Taliwang, KOBAR – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa Barat menggelar aksi galang dana bantuan untuk korban bencana alam banjir bandang yang menerjang 15 desa di 4 Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur. Aksi itu dilakukan di sejumlah ruas jalan dan titik-titik perkumpulan massa yang ramai, Selasa (21/11). Puluhan aktivis HMI tersebut berorasi di bawah terik panas dan rintik hujan, sambil mengumpulkan dana dari para pengguna jalan yang melintas dengan kotak-kotak kardus yang sebelumnya mereka siapkan.

“Aksi ini akan kami lakukan hingga Kamis (23/11) besok. Aksi ini juga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap saudara kita yang terdampak bencana banjir bandang di Lotim,” kata Ketua HMI Cabang Sumbawa Barat melalui Wakil Sekretaris Umum Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan, Ibrahim Babe.

Tak hanya sekedar menggalang dana, aksi ini, kata calon kuat Ketua HMI ini, merupakan bentuk kampanye kepada masyarakat untuk mau mengulurkan bantuan serta sama-sama menunjukkan keprihatinan mereka terhadap para korban bencana yang rumah, serta harta bendanya hilang ditenjang banjir bandang.

“Sebagai makhluk sosial kita tentu merasakan apa yang dirasakan para korban banjir di Lotim. Untuk itu kita ingin berbagi meringankan beban mereka,” ujarnya lagi.

Ia mengaku, selama ini HMI Cabang Sumbawa Barat sangat konsen dalam hal aksi sosial. Sebelumnya di tahun 2016 lalu, aksi penggalangan dana juga dilakukan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Bima.

“Nanti sumbangan yang telah terkumpul itu akan kami serahkan langsung ke sana. Harapan kami, meskipun tidak bisa mengembalikan apa yang sudah hilang akibat bencana itu, namun setidaknya bisa sedikit meringankan beban  para korban di sana,” cetusnya.

Hingga berita ini diturunkan, banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lombok Timur pada Sabtu (18/11) ditengarai akibat hujan deras yang kemudian membuat dua embung di bagian bawah Bendungan Pandanduri meluap. Selain itu, buruknya drainase dan kerusakan ekosistem sungai menambah faktor pemicu banjir bandang. Data Informasi dan Humas BNPB bahkan merilis bencana itu menyebabkan 2 orang meninggal dunia, 367 rumah rusak yang meliputi 125 rumah rusak berat, 223 rumah rusak sedang, 19 rumah rusak ringan, 14 jembatan rusak, dan 1 masjid rusak. Sementara wilayah yang paling parah terdampak banjir adalah Kecamatan Keruak yang meliputi 10 desa, yaitu Desa Setungkeplingsar, Selebung Ketangge, Ketapang Raya, Ketangge Jeraeng, Batu Putik, Sepit, Senyiur, Mendana Raya, Batu Rampes, dan Bintang Oros. (ktas) 

Don`t copy text!