Waspadai Penyalahgunaan Obat Tramadol

Waspadai Penyalahgunaan Obat Tramadol

Taliwang, KOBAR – Tramadol adalah obat yang digunakan untuk menahan rasa sakit setelah operasi bedah. Dan obat ini dikonsumsi harus dengan resep dokter. Akan tetapi yang terjadi, penyalahgunaan obat ini kini mulai marak di kalangan pelajar dan remaja. Padahal obat ini termasuk obat-obatan golongan G, atau obat-obatan berbahaya. Celakanya lagi, obat ini dapat dengan mudah dibeli di apotek dan berharga murah serta terjangkau saku para pelajar dan remaja.

Menyikapi hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram berkomitmen untuk memperketat pengawasannya dan memperketat regulasi peredarannya, agar tidak disalahgunakan.

Kepala BPOM Mataram, Drs I Gede Nyoman Suandi Apt MM, mengatakan, sebenarnya apotek yang memiliki kewenangan untuk membina dan mengawasi obat yang dijual, termasuk yang rentan disalahgunakan. Namun, BPOM mengklaim bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengawasi peredaran obat yang digunakan untuk tujuan yang salah.

Sebab, kata dia, berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor 35 tahun 2014, dinyatakan, kalau Pemda yang bertugas membina dan mengawasi obat-obatan di wilayahnya. Pemda, tambahnya, juga memungkinkan bekerjasama dengan Balai POM setempat untuk uji laboratorium.

“Kami juga buat pengetatan regulasi obat yang disalahgunakan,” ujarnya.

Dilain soal, ia tak menyangkal jika pihaknya di seluruh wilayah NTB tengah intens mengawasi peredaran obat-obatan bergolongan G, seperti merek Tramadol dan lain sebagainya. Pasalnya, obat-obatan berbahaya tersebut, diduga banyak disalahgunakan.

“Ya, memang peredarannya harus diawasi secara ketat. Seumpama pembeli harus ada resepnya dulu, baru boleh dijual. Apalagi itu obat bergolongan G,” timpalnya.

Dijelaskannya, obat Tramadol sebenarnya obat penghilang rasa sakit yang khusus diberikan kepada pasien setelah menjalani operasi. Namun, katanya, obat ini kalau disalahgunakan bisa menimbulkan efek halusinasi dan kecanduan seperti halnya narkoba, serta membuat badan terasa enak. Dia menambahkan, obat Tramadol kalau terus dikonsumsi dalam jangka panjang bisa merusak ginjal dan susunan saraf pusat.

“Bisa jadi karena harganya yang murah dan bisa dicampur, pengkonsumsinya minum dalam jumlah banyak dan akhirnya menjadi kecanduan,” tukasnya.

Untuk itu, pihaknya berkomitmen mengawasi peredaran obat-obatan itu. BPOM juga bekerjasama dengan kepolisian untuk memberikan sanksi kepada pembeli dan pelaku yang melakukan penyalahgunaan. (ktas)

Don`t copy text!