PTPAM Klaim Kuasai Akses Jalan Menuju Pantai Lawar

Menu

Mode Gelap

PULAU SUMBAWA · 19 Sep 2016

PTPAM Klaim Kuasai Akses Jalan Menuju Pantai Lawar


PTPAM Klaim Kuasai Akses Jalan Menuju Pantai Lawar Perbesar

“Warga Dilarang Melintas Tanpa Seizin Pemilik Tanah”

Sekongkang, KOBAR – PT Pelangi Agung Mahligai (PTPAM), Salah satu perusahaan nasional, yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sekongkang, mengklaim telah menguasai tanah di sempadan pantai Sekongkang dengan luas sekitar 14,93 hektar, salah satu akses menuju Pantai Lawar, Kecamatan Sekongkang. Warga sekitar dilarang memasuki lahan tersebut tanpa seizin pemilik tanah. Padahal menurut keterangan beberapa warga setempat, areal tanah yang dikuasai tersebut, sebelumnya adalah tanah adat (tanah ulayat).

Camat Sekongkang, Syarifuddin, yang dikonfirmasi media ini, menyatakan, tokoh masyarakat setempat memprotes adanya papan informasi sebuah perusahaan yang menguasai tanah ulayat tersebut. Cerita yang berkembang di tengah masyarakat bahkan menyebutkan, tanah itu merupakan tanah warisan leluhur yang dulunya digunakan oleh masyarakat sebagai jalan setapak menuju pantai Lawar.

“Itu informasi yang disampaikan masyarakat. Masyarakat pun sepakat jika tanah itu bukan milik perusahaan, tetapi tanah ulayat,” terangnya.

Kendati demikian, untuk membuktikan polemik klaim mengklaim tanah itu, pihaknya akan mencari dan mengumpulkan bukti-bukti otentik mengenai status lahan tersebut.

“Akan kita lacak terus mengenai status lahan itu. Siapa pemilik sebelumnya dan bagaimana proses Perusahaan itu menguasainya terus akan digali,” ujarnya.

Menurutnya, papan informasi milik PTPAM, terpasang sejak tahun 2015 lalu. Kala itu masyarakat yang mengetahuinya hanya diam-diam saja dan tidak menunjukkan reaksi apapun. Namun, belakangan ini masyarakat mulai meributkannya setelah mengetahui atau menerima informasi jika tanah itu merupakan tanah ulayat.

“Selain tanah ulayat, masyarakat mulai meributkannya, karena diduga adanya keterlibatan oknum tertentu dalam proses transaksi jual beli tanah tersebut,” timpalnya.

Pantauan media ini di lapangan, di atas tanah itu kini telah dibangun tembok setinggi dua meter sebagai pembatas. Dari berbagai sumber, awak media menyerap informasi, bahwa status terbaru kepemilikan tanah itu ada dua. Seorang oknum pengusaha dan pensiunan perwira polisi.

Terpisah, Kepala Bagian Pemerintahan pada kantor Sekretariat Daerah, M Endang Arianto SSos, yang dikonfirmasi, mengaku mendengar adanya polemik klaim mengklaim status tanah tersebut. Ia bahkan menyatakan, akan segera mengundang PTPAM untuk menjelaskan asal muasal pembelian tanah itu.

“Kita akan panggil perusahaan itu biar semuanya clean and clear,” ujarnya.

Status lahan tersebut, kata dia, memang harus segera dituntaskan. Pasalnya, salah satu perusahaan nasional yang berinvestasi di bidang pariwisata di wilayah tersebut sudah mulai bergerak, tak jauh dari lokasi tanah yang disengketakan.

“Jika lamban disikapi, maka kegiatan investor yang sudah mulai berjalan itu akan terganggu,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala BPMPPT Sumbawa Barat, Drs Hajamuddin, yang dimintai tanggapannya, meminta agar pemerintah Kecamatan untuk segera menyelesaikan polemik klaim mengklaim tanah itu. Sebab, kata dia, akan dapat mengganggu aktifitas perusahaan lainnya. Apalagi, tanah yang disengketakan itu diketahui berdekatan dengan jalan masuk menuju pantai lawar yang kini akan dikelola oleh PT Maluk Griya Amphibia (PTMGA).

“Jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut maka akan berdampak pada operasional perusahaan lainnya yang tengah berlangsung,” tukasnya.

Ia menerangkan, PTMGA telah berkomitmen untuk serius mengembangkan pantai Lawar sebagai sebuah destinasi wisata bahari. Untuk itu, tambahnya, keberadaan investor itu tentu harus dijamin keamanan dan kenyamanannya dalam berivestasi.

“Persoalan itu jangan sampai membawa dampak pada investor,” demikian Hajam. (kjon)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 44
    Suka Pantai? Datanglah Ke Sumbawa BaratOrang banyak mengira kalau Sumba itu adalah Sumbawa, padahal kan beda daerah. Tulisannya saja sudah beda apalagi tempatnya. Sumbawa berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau ini dibatasi oleh Selat Alas di sebelah barat (memisahkan dengan Pulau Lombok). Umumnya orang yang sudah bosan ke Bali biasanya mengunjungi Pulau Lombok,…
  • 41
    Ketua KNPI KSB: Dukung Kyai Zul Bukan Sekedar Bangga, Tapi Karena PrestasiTaliwang – Ragam sikap dan tanggapan beberapa kalangan di NTB atas rencana Kyai Zul untuk maju pada Pilgub NTB 2013 membuat Genderang perpolitikan di NTB sudah mulai terdengar. Para ahli ilmu politik dan segenap politisi seperti dibangunkan dari tidur panjang untuk memberi respons. Aneka pemikiran pun bermunculan. Sejumlah partai politikpun…
  • 41
    Kearifan Lokal Mesti Dijaga dan DilestarikanTaliwang, KOBAR - Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin SH M.Si, saat menghadiri  Pawai Budaya Festival Taliwang dalam rangka memperingati  Hari Lahir (Harla) ke - 14 Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), memuji langkah pemerintah setempat yang telah berupaya keras dalam mengembangkan aksesibilitas, atraksi dan amenities produk wisata di daerah. Apalagi dalam pelaksanaan…
  • 41
    Pulau Panjang, Kawasan Suaka Alam di Selat AlasSumbawa, KOBAR - Mungkin banyak orang yang telah akrab dengan nama Pulau Panjang, karena sering disebut oleh BMKG sebagai episentrum gempa di Pulau Sumbawa. Tapi tidak banyak orang yang tahu jika pulau kecil yang terletak di Selat Alas ini adalah Kawasan Suaka Alam di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa…
  • 40
    Newmont “Klaim” Tanah RakyatTaliwang, KOBAR - Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) diduga telah mengklaim tanah milik masyarakat di empat (4) desa di kecamatan Sekongkang. Tanah itu berada di Desa Sekongkang Atas, Desa Sekongkang Bawah, Desa Kemuning dan di Desa Tongo. Pengklaiman itu tertuang dalam surat dari perusahaan asal paman sam itu yang ditujukan kepada pemerintah…
  • 39
    2014, Hutan KSB AmanTaliwang, KOBAR - Perambahan hutan lindung atau kawasan hutan yang dilindungi seperti yang terjadi di beberapa daerah, tidak terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada tahun 2014, jika dipersentasekan dari luas kawasan hutan, maka yang rusak akibat ulah para pelaku illegal logging tidak mencapai 0,01 persen. Pada penghujung tahun ini, ada…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H

1 Februari 2024 - 18:43

Muhammadiyah Tetapkan 11 Maret 2024 Jadi Awal Puasa 1 Ramadan 1445 H - Haedar Nashir - Ketua Umum PP Muhammadiyah

PT Trakindo Utama Buka Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan SMK

12 Januari 2024 - 15:30

PT Trakindo Utama Buka Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan SMK - Loker Trakindo

PT Freeport Indonesia Buka 38 Lowongan Kerja Terbaru Untuk Fresh Graduate

8 Oktober 2023 - 18:01

PT Freeport Indonesia Buka 38 Lowongan Kerja Terbaru Untuk Fresh Graduate - Tambang Emas Freeport Indonesia

Seleksi Calon ASN 2023 Segera Dibuka, Kuota PPPK Lebih Banyak Dibanding CPNS

12 Agustus 2023 - 20:27

Seleksi Calon ASN 2023 Segera Dibuka, Kuota PPPK Lebih Banyak Dibanding CPNS - Seleksi PPPK 2023 - CASN 2023

3.113 Orang Jemaah Haji NTB Telah Tiba di Kampung Halaman

30 Juli 2023 - 22:03

3.113 Orang Jemaah Haji NTB Telah Tiba di Kampung Halaman - Jamaah Haji Sumbawa - Bandara Internasional Lombok - Embarkasi Lombok

PT Adaro Energy Indonesia Buka 55 Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan Sarjana

9 Juli 2023 - 20:07

PT Adaro Energy Indonesia Buka 55 Lowongan Kerja Untuk Tamatan SMA dan Sarjana - Lowongan Kerja Terbaru PT Adaro Energy Indonesia
Trending di LOWONGAN KERJA
Don`t copy text!