fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Pemerintah Segera Berlakukan Konversi Mitan ke Gas di KSB

Taliwang, KOBAR – Pemerintah RI sejak awal tahun 2007 telah meluncurkan kebijakan konversi minyak tanah (Mitan) ke gas LPG (Liquid Petroleum Gas) yang selanjutnya disebut elpiji.  Meskipun banyak pro dan kontra karena terkesan terburu-buru, kebijakan pemerintah tersebut tetap dijalankan. Dari berbagai perspektif, kebijakan pemerintah ini sangat logis, mengingat cadangan bahan bakar minyak (BBM) dunia yang semakin menipis, sehingga menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk melakukan konversi ke bahan bakar gas yang masih tersedia dalam jumlah besar. Di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pun tidak lama lagi akan diterapkan kebijakan ini. Dibuktikan dengan semakin gencarnya dinas terkait mensosialisasikan kebijakan pemerintah ini kepada warga bumi pariri lema bariri.

Kepala seksi Minyak dan Gas pada Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbawa Barat, Indra Jaya ST, membenarkan jika sosialisasi  konversi minyak tanah ke gas telah mulai dilaksanakan. Sosialisasi dilakukan di setiap kecamatan dengan melibatkan Dinas/Instansi terkait, pemilik SPBU  dan  pedagang eceran.

“Ya, sosialisasi mengenai Konversi minyak tanah ke gas ini memang tengah dilakukan. Selain merupakan kebijakan Nasional, pelaksanaannya juga didasari atas amanat UU Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi pasal 38 dan pasal 39, Perpres Nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, Perpres Nomor 104 tahun 2007 tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga LPG 3 kg, Permen ESDM nomor 26 tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG,” ungkapnya.

Menurutnya, sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan pemahaman mengenai  apa-apa saja tugas, peran dan tanggung jawab pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM RI, BPH Migas, Pertamina, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas LPG.

“Termasuk mendengar masukan dan saran pihak yang terlibat guna kelancaran pelaksanannya nanti di KSB,” timpalnya.

Ia menegaskan, jika sosialisasi konversi minyak tanah ke gas ini akan terus digencarkan lantaran di tahun 2017 mendatang penerapannya sudah mulai diberlakukan. Seiring hal itu maka sedikit demi sedikit pasokan minyak tanah di masyarakat mulai akan dikurangi.

“Itu target kita dimana penerapannya akan dimulai pada 2017 mendatang,” bebernya.

Untuk diketahui, Meski awalnya banyak yang menyangsikan akan berhasil, konversi Minyak Tanah ke LPG menjadi fenomena penting program konversi energi di Indonesia. Apalagi, keberhasilan mengubah kebiasaan masyarakat yang turun termurun dari generasi ke generasi menggunakan Minyak Tanah beralih ke LPG  bukan sekadar persoalan teknis, namun juga sarat dengan aspek sosial dan budaya.

Sebenarnya, tujuan utama konversi Minyak Tanah ke LPG untuk mengurangi subsidi. Maklum, Minyak Tanah, yang biaya produksinya setara dengan Avtur, selama ini dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat berpenghasilan rendah yang terkonsentrasi di perdesaan. Sehingga pemerintah memberikan subsidi harga. Kebijakan yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini cukup membebani keuangan negara. (ktas)

Don`t copy text!