fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Pelaksanaan UN SLTA di KSB Aman Terkendali

“Pasokan Listrik UNBK Dijamin PLN”

Taliwang, KOBAR – Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat di Kabupaten Sumbawa Barat, yang dimulai Senin (4/4), berjalan aman dan lancar. Pantauan media ini pada hari kedua, sejumlah sekolah tampak melaksanakan UN tepat waktu tanpa kendala berarti.

Kepala Bidang (Kabid) Dikmenti pada Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda Olahraga (Dikbudpora) Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin SPd, mengatakan, tidak ada kendala dalam pelaksanaan UN baik yang berbasis kertas (Paper Test) maupun berbasis komputer (UNBK).

“Setelah kita melakukan pemantauan di semua sekolah, pelaksanaan UN di hari pertama hingga hari kedua ini Alhamdulillah lancar dan aman,” katanya.

Mengenai keadaan dan jumlah soal pun dipastikannya tidak ada kendala. Semua soal tersalurkan, begitupun siswa yang mengikutinya tidak satupun yang absen.

Menurutnya, pelaksanaan UN tahun ini, diikuti oleh 1.349 orang siswa, meliputi 787 orang siswa dari satuan pendidikan SMA, 446 orang siswa SMK, dan 116 orang siswa dari satuan pendidikan MA.

Khusus mengenai ujian berbasis komputer (UNBK), utamanya soal pasokan listrik dalam pelaksanaannya, dikatakannya tidak ada masalah.

“PLN menyatakan siap mengamankan pasokan listrik agar tidak padam saat ujian  berlangsung,” bebernya.

Untuk memastikan hal itu, pihaknya bahkan telah bersurat ke managemen PLN Ranting Taliwang dalam kaitan mengupayakan kelancaran pasokan listrik selama ujian berlangsung.

“Selain itu kita juga meminta agar pihak PLN tidak melakukan pemadaman di sekolah penyelenggara,” terangnya.

Meski demikian, lanjut Madin, ada satu kendala utama yang sewaktu-waktu bisa menggagalkan pelaksanaan UNBK yakni faktor cuaca. Ia mengakui bahwa pihak PLN  tidak bisa berbuat banyak jika kerusakan atau pemadaman disebabkan faktor alam. Apalagi kondisi cuaca di Sumbawa Barat sangat sulit diprediksi.

“Penyebab paling utama memang faktor alam. Itu yang tidak bisa dijanjikan PLN karena diluar kuasa mereka,” paparnya.

Untuk menekan terjadinya kemungkinan itu, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi yang dapat dilakukan sekolah penyelenggara dengan menyiapkan Uninterruptible Power Supply (UPS).

“UPS bisa diandalkan jika terpaksa terjadi pemadaman karena mampu menyimpan daya listrik cadangan untuk perangkat komputer selama 15 menit. Selain itu,  kita juga menyarankan kepada sekolah penyelenggara untuk menyiapkan genset sebagai alternatif sumber listrik,” demikian Nur Rahmadin. (ktas)

Don`t copy text!