fbpx
1.349 Siswa SLTA di KSB Ikuti UN Serentak

1.349 Siswa SLTA di KSB Ikuti UN Serentak

“Prestasi Penting, Jujur Yang Utama”

Taliwang, KOBAR – Sebanyak 1.349 siswa SMA/SMK/MA di Kabupaten Sumbawa Barat, mengikuti ujian nasional (UN), yang dilaksanakan hari ini, Senin (4/4), secara serentak.

Ketua Panitia Pelaksana Ujian Nasional Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin SPd, mengatakan, dari 1.349 siswa tersebut, peserta UN dari satuan pendidikan SMA sebanyak 787 orang siswa, SMK 446 siswa dan MA sebanyak 116 orang siswa.

“Perhelatan Nasional ini berlangsung secara serentak  dalam format UN Berbasis Kertas mulai tanggal 4-14 April. Sementara UN Berbasis Komputer mulai tanggal 4-20 April,” kata Aku Nur Rahmadin.

Dijelaskan Madin, begitu ia akrab disapa, bahwa hajatan Nasional yang berlangsung setiap akhir tahun pelajaran tersebut, pada tahun ini, memiliki perbedaan yang signifikan dengan kegiatan yang sama pada beberapa tahun sebelumnya. Nilai UN tidak lagi digunakan sebagai penentu kelulusan tetapi utamanya digunakan untuk keperluan pemetaan kualitas penyelenggara pendidikan mulai dari tingkat satuan pendidikan hingga tingkat nasional.

“Jadi, kualitas penyelenggara pendidikan dalam konteks pelaksanaan UN diukur dengan melihat dua aspek yakni, nilai yang diperoleh peserta UN  dan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN). IIUN merupakan indikator tingkat kejujuran penyelenggaraan UN dimaksud,” jelasnya.

UN tambah Madin, yang juga menjabat sebagai  Kepala Bidang (Kabid) Dikmenti, Dinas Dikbudpora Sumbawa Barat ini, untuk mengukur kompetensi siswa dan menjadi salah satu dasar untuk seleksi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, selain untuk melakukan pemetaan capaian pendidikan secara nasional.

“Selain itu untuk mengetahui tingkat kejujuran ujian dengan hasil IIUN untuk setiap sekolah,” timpalnya.

Madin tidak memungkiri jika kejujuran didalam pelaksanaan  UN dan IIUN  telah menjadi pusat perhatian nasional dalam beberapa tahun terakhir ini. Sesuai dengan mottonya “Prestasi Penting, Jujur Yang Utama”, pihaknya sudah menekankan pentingnya kejujuran baik kepada siswa ataupun sekolah penyelenggara ujian.

“Yang dibicarakan tentang UN saat ini adalah kejujuran, bukan kelulusan. Prestasi penting, jujur yang utama. Ujian itu tidak boleh menghalalkan segala cara. Tidak ada lagi, subsidi jawaban,” cetusnya.

Menurut Madin, dalam hal memacu pencapaian indeks integritas dimana kejujuran menjadi faktor kuncinya, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menganugerahkan penghargaan pada sedikitnya 9 sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat yang telah mampu meraih indeks integritas tinggi pada penyelenggaraan UN 2015 lalu. Capaian itu tentunya sebuah kebanggaan untuk harus tetap dipertahankan, dan harus dikejar oleh sekolah-sekolah lain yang belum mampu meraihnya.

“Untuk itu kami menghimbau kepada seluruh satuan pendidikan agar benar-benar memperhatikan dan melaksanakan UN dengan penuh kejujuran dan mengikuti rambu-rambu dalam standar operasional prosedur yang telah ditetapkan,” demikian Madin. (ktas)

Don`t copy text!