RSUD dan BPJS Dituding Abaikan Hak Pasien

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

hatta

RSUD dan BPJS Dituding Abaikan Hak Pasien

Hatta: Anggaran RSUD Mesti Dievaluasi, Kebijakan Oknum BPJS Mesti Dikritisi

Taliwang, KOBAR – Buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, lagi-lagi dikeluhkan. Kedua lembaga kesehatan itu dinilai tak becus dalam melakukan proses administrasi rujukan ke Rumah Sakit di Mataram. Bahkan pelayanan kedua lembaga penyelenggara kesehatan terkesan mengabaikan hak masyarakat dalam memberikan pelayanan itu kini menerpa keluarga Muhamad Hatta, Anggota DPRD Sumbawa Barat.

Menurut Hatta, keluarganya yang notabene tercatat sebagai pasien dan terdaftar sebagai anggota BPJS, sudah seharusnya diberikan pelayanan sesuai haknya sebagai pasien anggota BPJS, termasuk hak pelayanan pasien rujukan ke rumah sakit tujuan rujukan dari RSUD Sumbawa Barat. Karena hak pasien rujukan sudah dibiayai dari Anggaran Pendapat Asli Daerah (APBD) hingga rumah sakit tujuan rujukan.

Selain itu, ia juga menilai tim medis RSUD yang melakukan pendampingan ternyata tidak menunjukkan profesionalitasnya dalam melakukan proses administrasi pasien rujukan hingga tuntas. Tim medis atau pendamping terkesan lepas tangan dengan hanya mengantar pasien hingga rumah sakit tujuan saja, tanpa memperdulikan kelengkapan administrasi pasien di rumah sakit tujuan.

“Saya sangat menyayangkan hal itu, karena tim medis atau pendamping seolah-olah tidak peduli kondisi pasien. Mereka hanya mengantarkan pasien sampai ke rumah sakit rujukan, setelah itu balik lagi tanpa memikirkan kendala administrasi  yang dihadapi keluarga pasien di rumah sakit rujukan,’’ terangnya.

Seharusnya lanjut Hatta, sebelum kelengkapan adminstrasi pasien dituntaskan, tim pendamping yang ditugaskan manajemen Rumah Sakit semestinya jangan dulu beranjak meninggalkan pasien, sebelum administrasi atau diagnosa pasien diterima rumah sakit tujuan rujukan.

Karena itu dia meminta agar pemerintah daerah (Pemda) Sumbawa Barat, untuk dapat meninjau kembali sistem menajemen yang diterapkan RSUD Asy-Syifa’ yang telah dengan sengaja mengabaikan hak pasien.

‘’Prilaku tenaga pendamping seperti itu patut menjadi cacatan sebagai bahan evaluasi, agar ke depan hal semacam ini tidak terulang kembali,’’ cetusnya.

Karena penyelengara kesehatan tidak mampu bekerja sesuai aturan, Hatta kembali meminta agar Pemda Sumbawa Barat meninjau kembali anggaran rujukan pasien yang telah ditetapkan karena penggunaannya terkesan tidak memihak kepada pasien.

“Bila perlu dipangkas saja, kalau memang prilaku penyelenggara kesehatan tidak berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,’’ tambahnya.

Di bagian lain, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, menyoroti kebijakan BPJS yang belum maksimal menjalankan kewajiban yang diberikan negara. Pasalnya, di tataran implementasinya, peserta BPJS masih ditarik biaya, dengan alasan biaya adminstrasi. Padahal secara aturan peserta yang telah menjadi anggota BPJS, tidak  lagi menanggung biaya berobat karena setiap bulan sudah dibayar sesuai dengan kelasnya. Hal ini menurut Hatta, merupakan pelanggaran yang disengaja dilakukan oleh BPJS.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Bagaimana kalau pasien kurang paham aturan pelayanan BPJS, mungkin mereka kembali menanggung biaya sesuai permintaan BPJS?,’’ katanya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar selektif memperhatikan bentuk pelanggaran yang sengaja dilakukan oleh BPJS. Karena negara telah menjamin hak dasar kesehatan masyarakat melalui program BPJS.

Hatta bahkan meminta, agar BPJS sebagai lembaga yang dipercaya negara dapat menyelenggarakan jaminan kesehatan dengan menerapkan aturan dengan baik. Begitu juga dengan pelayanan kelas peserta BPJS, diberikan secara proporsional dan profesional sesuai dengan kelas pelayanan sebagai anggota BPJS.

‘’Kalau pelayanannya kelas satu, ya tempatkan di kelas satu. Jangan malah ditempatkan di kelas lain yag tidak sesuai dengan hak pasien,’’ demikian Hatta.

Hingga berita diturunkan, baik pihak RSUD Asy-Syifa’ maupun BPJS belum dapat dikonfirmasi. (ktas)

About Post Author

Don`t copy text!