Elpiji 3 Kg Beredar Bebas di KSB Tanpa Kendali

elpiji

Taliwang, KOBAR – Kebijakan konversi dari minyak tanah ke gas sejauh ini belum juga diterapkan di Kabupaten Sumbawa Barat. Namun, fakta di lapangan beredar gas elpiji 3 kg bersubsidi, bahkan harganya sangat tinggi dan mulai dikomersilkan ke masyarakat. 

Demikian dikatakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbawa Barat, Irawansyah S.Pd, yang mendapat laporan beredarnya gas ini.

Menurutnya, gas elpiji 3 kg yang disubsidi pemerintah disinyalir diperoleh para pedagang dari daerah lain. Sementara di Sumbawa Barat dijual dengan harga tinggi lebih dari dua kali lipat dari harga normal.

Cetak Tenaga Kerja Kelas Wahid, 32 Pemuda KSB Bakal Digembleng UT School Semarang Berstandar BNSP

“Barang subsidi dari Pemerintah ini berkisar sebesar Rp 16 ribu sampai sebesar Rp 18 ribu, tapi di sini dijual sampai sebesar Rp 40 ribu. Laporannya sudah banyak yang masuk, yang jual juga sudah banyak,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan politisi termuda Partai Hati Nurani Rakyat ( Hanura ) ini, gas elpiji 3 kg di Sumbawa Barat jelas keberadaannya “haram” atau illegal, karena ada hak orang di daerah lain yang dirampas.

“Ini jelas melanggar hukum, karena daerah kita sendiri belum berlaku konversi minyak tanah ke gas. Entah dari mana masuknya, apakah dari daerah lain atau dari Pulau Lombok, karena disana sudah diberlakukan dan harganya berkisar seperti yang saya katakan tadi,” urainya.

Didukung Google.org dan ASEAN Foundation, UNDOVA Bersama AMMAN Gembleng Dosen dan Mahasiswa Kuasai AI

Oleh sebab itu, diharapkan instansi terkait dapat mengawasi beredarnya gas elpiji ini. “Semestinya ada pengawasan dari pihak terkait, dalam hal ini Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM,” tukasnya.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian dan Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM Sumbawa Barat, Siti Nuraini, tidak memungkiri mengenai beredarnya gas elpiji kapasitas 3 Kg yang dijual di pasaran bebas. Meski demikian ia mengaku pengawasan di tingkat pengecer ke konsumen sulit dilakukan.

“Kita memang kesulitan mengawasinya. Tetapi kita akan berupaya bagaimana memutuskan mata rantai peredarannya,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan beredarnya gas elpiji kapasitas 3 kg ini tentu akan berdampak kepada masyarakat daerah lain yang sudah memanfaatkan gas elpiji bersubsidi.

“Saya tidak tahu persis untuk jatah daerah mana, tapi yang jelas akan berdampak kepada pasokan gas elpiji untuk daerah lain yang benar-benar sudah memberlakukan gas elpiji subsidi,” tandasnya.

Penelusuran KOBAR, elpiji ukuran tabung 3 kg memang diperjual belikan secara bebas di wilayah setempat. Harga yang ditawarkan adalah Rp 38 – 40 ribu untuk penukaran isi ulangnya. Sementara jika membeli gas berikut tabung ukuran 3 kg maka harga yang dipatok sebesar Rp 190 ribu. (krom)

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Bupati KSB Tegaskan Kemajuan Tak Boleh Hanya Dinikmati Sebagian Pihak

About The Author

Trending

  • 42
    Konversi Mitan Ke Gas di Sumbawa Barat MolorTaliwang, KOBAR - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyatakan bahwa rencana konversi dari minyak tanah (Mitan) ke gas elpiji 3 Kg di KSB masih belum jelas hingga saat ini. Padahal pada awal tahun, sempat ada kabar bahwa program konversi itu akan dilaksanakan pada bulan september tahun ini. Namun, semenjak gempa bumi…
  • 37
    Konversi Mitan Ke Gas Segera Diberlakukan di Sumbawa Barat“27.235 KK Bakal Disubsidi LPG 3 Kg” Taliwang, KOBAR - Konversi minyak tanah (Mitan) ke Gas nampaknya benar-benar akan diberlakukan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Ini diketahui setelah pemerintah Pusat melalui Direktorat Jendral Minyak dan Gas memastikan akan mensubsidi LPG 3 Kilogram pada sedikitnya 27.235 Kepala Keluarga (KK) di seluruh wilayah…
  • 35
    Moyo Hilir Gempar! Polisi Gerebek Kampung Rawan Narkoba, 6,22 Gram Sabu Berhasil DiamankanSumbawa, KOBARKSB.com - Komitmen Polres Sumbawa dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil nyata. Dusun Serading, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir mendadak gempar setelah tim gabungan Polres Sumbawa melakukan penggerebekan besar-besaran di sebuah lokasi yang diduga kuat sebagai kampung rawan narkoba, Senin (15/06/2026). Operasi "Sikat Habis"…
  • 34
    Harga Sejumlah Sembako Mulai Beranjak NaikTaliwang, KOBAR - Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang dijual diberbagai pasar tradisional di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai beranjak naik, tidak terkecuali beras. Keadaan ini membuat masyarakat kebingungan, bahkan makanan pokok itu sendiri bukan sekedar harganya melonjak, namun volume di pasaran berkurang dari biasanya. Sejumlah kebutuhan masyarakat yang tercatat sudah melonjak…
  • 34
    Ada Oknum Nakal Bermain di Distribusi MitanMemperketat pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya minyak tanah (Mitan), memang harus digiatkan bagi daerah yang belum terkena kebijakan konversi mitan ke gas. Ini lantaran selain kekurangan kuota memang terjadi, kelangkaannya juga terjadi akibat faktor penyimpangan dan banyaknya pihak yang bermain didalamnya. Di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) misalnya,…
  • 34
    Kinerja BNNK Sumbawa Barat Disorot“Bahaya Laten Narkoba di Depan Mata” Taliwang, KOBAR - Maraknya kasus peredaran narkoba di Sumbawa Barat menjadi perhatian serius semua pihak. Pasalnya dalam sebulan terakhir telah terjadi beberapa kasus penangkapan bandar dan pengguna narkoba oleh Polisi. Pelakunya mulai dari kalangan pelajar hingga remaja usia produktif. Lokasi peredarannyapun tidak hanya di dalam…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×