fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Harga Sejumlah Sembako Mulai Beranjak Naik

Taliwang, KOBAR – Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang dijual diberbagai pasar tradisional di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai beranjak naik, tidak terkecuali beras. Keadaan ini membuat masyarakat kebingungan, bahkan makanan pokok itu sendiri bukan sekedar harganya melonjak, namun volume di pasaran berkurang dari biasanya.

Sejumlah kebutuhan masyarakat yang tercatat sudah melonjak harganya adalah, beras merah saat ini sudah tercatat pada angka Rp. 15 ribu perkilo, sedangkan beras ketan hitam sudah tembus angka Rp. 27 ribu perkilo.

Untuk ikan air tawar jenis mujair, bandeng dan lele harga jualnya saat ini sudah pada kisaran Rp. 30 ribu perkilo, sedangkan untuk gabus atau dole ada pada angka Rp. 15 ribu perkilo, sementara untuk ikan air laut jenis kerapu saat ini terjual diangka Rp. 45 ribu perkilo, sedangkan ketumbung yang sebelumnya terjual Rp. 10 ribu kini sudah tembus angka Rp. 25 ribu perkilo, sementara udang saat ini dijual pada angka Rp. 60 ribu perkilo.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Ir Lalu Muhammad Azhar MM yang dikonfirmasi media ini mengatakan, secara keseluruhan harga jual sembako belum mengalami peningkatan yang tinggi seperti yang terjadi di beberapa daerah lain dalam provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). “Harga jual sembako memang ada yang mengalami lonjakan, tetapi tidak terlalu tinggi atau masih dalam batas kewajaran,” ucap Lalu Azhar.

Masih keterangan Lalu Azhar, untuk mengantisipasi terus melonjak harga jual sembako, terutama cabe dan bawang yang masih terus merangkak naik, pihak Disperindagkop dan UMKM mencoba berkomunikasi lintas kabupaten untuk mengetahui adanya panen terhadap produk tersebut, karena melonjaknya harga produk itu lebih disebabkan oleh berkurangnya hasil panen petani akibat kemarau panjang. “Kita masih mengandalkan pasokan dari luar daerah untuk bawang dan cabe, jadi saat pasokan berkurang akan berujung pada melonjaknya harga,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, ia mengaku bahwa pihaknya sedang konsentrasi memecahkan masalah kelangkaan semen, dimana sampai saat ini pihaknya masih kesulitan untuk mendapatkan pasokan. Untuk memenuhi kebutuhan semen, Disperindagkop dan UMKM akan ke Mataram untuk bertemu dengan pemerintah provinsi dalam rangka membahas kebutuhan semen. “Besok ada pertemuan dengan pemerintah provinsi untuk membahas persoalan kelangkaan semen, semoga dalam pertemuan itu kami mendapatkan solusi untuk mengatasi kesulitan masyarakat mendapatkan semen,” bebernya. (kimt)

Don`t copy text!