Uang Muka Cair, Proyek Sumur Bor di Desa Banjar Mangkrak

Uang Muka Cair, Proyek Sumur Bor di Desa Banjar Mangkrak

Taliwang, KOBAR – Proyek pembangunan Sumur artesis atau dalam bahasa inggrisnya deep well atau yang lebih dikenal dengan sumur yang lebih dalam daripada sumur biasa, yang menjadi tanggung jawab Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), sampai saat ini belum juga rampung. Bahkan ada satu titik lokasi yang belum juga dikerjakan, meskipun perusahaan pelaksana telah mencairkan uang muka proyek.

Informasi yang dihimpun media ini, belum dikerjakan proyek yang bernilai masing-masing Rp 300 juta itu, kemungkinan perusahaan yang ditunjuk tidak memiliki peralatan yang mumpuni, karena pembuatan sumur tipe ini membutuhkan peralatan pengeboran yang canggih atau membutuhkan alat pengeboran berteknologi tinggi, sehingga tidak semua penyedia jasa pembuatan sumur dapat memberikan servis pembuatan sumur artesis.

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek sumur artesis, Rusdi, yang dikonfirmasi melalui selulernya tidak membantah bahwa, dari tiga lokasi proyek yang telah dilelang itu, hanya satu lokasi yang belum juga melakukan aktifitas pekerjaan, meskipun rekanan itu sendiri telah diberikan peringatan. “Pekerjaan Sumur bor artesis yang di Desa Banjar belum juga dimulai, sehingga kami memberikan teguran kepada rekanan,” akunya.

Rusdi, yang juga sebagai Kabid pertanian pada Dishutbuntan KSB, yang mengaku sedang berada di luar daerah itu juga mengakui bahwa dirinya sempat membangun komunikasi dengan pihak perusahaan, untuk meminta kepastian proyek dikerjakan, namun komunikasinya tidak mendapatkan respon serius. Sehingga dirinya akan kembali melakukan kunjungan atau melihat langsung lokasi, agar ada dasar baginya untuk kembali mengeluarkan surat teguran.

Pada kesempatan itu Rusdi juga menyampaikan bahwa pekerjaan itu harus rampung pada Desember mendatang, karena masa kerja dari proyek itu 90 hari kalender. “Surat Perintah Kerja (SPK) atas proyek itu diterbitkan sejak Oktober lalu, namun sampai saat ini belum juga ada aktifitas, khususnya yang berlokasi di desa Banjar, sementara untuk lokasi Tebo kecamatan Poto Tano dan Tapir kecamatan Seteluk, volume pekerjaannya lebih bagus,” bebernya.

Rusdi juga berjanji bahwa pihaknya akan segera memanggil perusahaan pelaksana, baik yang volume pekerjaan cukup bagus, terlebih perusahaan untuk lokasi Banjar. Pemanggilan itu sendiri untuk meminta pernyataan tentang kesanggupan menyelesaikan proyek tersebut, karena dirinya tidak ingin ada masalah dengan proyek itu, termasuk semangat menyelesaikan pekerjaan, lantaran masyarakat sebagai penerima manfaat cukup berharap dengan proyek tersebut.

Saat ditanya perusahaan yang diberikan kepercayaan untuk mengerjakan proyek tersebut, Rusdi tidak bisa memberikan keterangan. Alasannya, sedang berada di luar daerah, sehingga tidak ingat nama-nama perusahaan yang telah ditunjuk. Namun media ini mendapatkan informasi bahwa untuk proyek wilayah Tebo dan Tapir dilaksanakan oleh CV Gunung Dua, sementara untuk wilayah Banjar dipercayakan ke CV Nusa Bali Permai.

Sayangnya, media ini belum bisa melakukan konfirmasi dengan perusahaan yang diberikan kepercayaan tersebut, karena data baru akan disampaikan saat Rusdi berada di daerah. “Tunggu saja saya balik,” pungkasnya. (kimt)

Don`t copy text!