fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Pemerintah Jamin Stok Pangan Selama Ramadhan Mencukupi

Taliwang, KOBAR – Kebutuhan pangan masyarakat menjelang bulan Ramadhan pasti meningkat, namun tidak akan membuat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) krisis pangan, apalagi produksi hasil pertanian sebelum ramadhan cukup tinggi, sehingga bisa dipastikan bahwa stok pangan selama ramadhan tercukupi.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K), Ir Mansyur Sofyan MM, yang dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok pangan, karena pemerintah telah mengantisipasi jauh hari sebelumnya dan masalah krisis pangan tidak pernah dirasakan selama ini, lantaran KSB termasuk daerah penghasil pangan.

Masih keterangan Mansyur Sofyan, hasil analisa sementara yang dilakukan, stok pangan yang tersedia sampai menjelang lebaran juga tidak ada persoalan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir sampai meningkatkan pembelian. “Saya bisa pastikan stok pangan aman sampai lebaran mendatang, jadi bukan hanya menjelang puasa,” tukasnya.

Dibeberkan Mansyur Sofyan, panen pada musim tanam pertama beberapa waktu lalu di atas lahan sekitar 11.000 hektar, jika dirata-ratakan jumlah produksi lima ton per hektar, maka terdapat lebih dari 55 ribu ton total produksi. Dari survey yang dilaksanakan BKP5K belum lama ini, disimpulkan tidak ada wilayah di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang masuk kategori rawan pangan.

“Produksi pada musim tanam satu masih berlimpah. Sekarang di musim tanam kedua, sudah ada sebagian yang panen dan sebagian besar padi sudah memasuki masa berbuah. Hal itu yang membuat saya bisa memastikan jika stok pangan aman,” lanjutnya lagi.

Selain memastikan ketersediaan stok pangan, BKP5K menurut Mansyur juga intens melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok. Diakuinya dalam beberapa hari terakhir, harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Tetapi kenaikan tersebut masih dalam batas kewajaran. “Sayur mayur, seperti cabai bawang dan tomat, bahkan cenderung turun, sementara daging dan beras masih normal,” urainya. (kimt)

Don`t copy text!