fbpx Lalu Lintas Semrawut, Lampu Merah Simpang Selex Didesak Segera Dipasang Kembali

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

selex1

Lalu Lintas Semrawut, Lampu Merah Simpang Selex Didesak Segera Dipasang Kembali

Taliwang, KOBAR – Sudah beberapa bulan berlalu, lampu merah yang terpasang di simpang selex dibongkar, lantaran di areal itu terdapat aktifitas proyek drainase primer dalam kota. Akan tetapi meski pekerjaan itu sudah kelar, namun salah satu alat pengatur lalu lintas tersebut belum juga dipasang kembali oleh pihak berwenang, sehingga mengakibatkan arus lalu lintas menjadi semrawut.

Informasi yang diterima media ini, pasca pembongkaran lampu merah tersebut, sudah beberapa kali terjadi insiden kecelakaan di lokasi, karena intensitas lalu lalang kendaraan di kawasan itu cukup tinggi, sementara tidak ada petugas yang melakukan penjagaan, kecuali pada pagi hari, dimana ada anggota Polres yang sengaja menjaga sampai aktifitas sekolah dan perkantoran dimulai.

Laporan yang diterima media ini, alat traffic light yang dipergunakan selama ini sudah diangkut untuk diamankan oleh pihak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), namun tidak ada penjelasan waktu pemasangan kembali, termasuk tidak ada informasi yang pasti, siapa pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan pemasangan kembali perangkat tersebut.

Sampai berita ini ditulis belum ada pihak Dishubkominfo Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang dapat dikonfirmasi untuk memberikan keterangan, sehingga publikasi terkait dengan waktu pemasangan belum bisa dimuat. Namun beberapa waktu sebelumnya, staf Dishubkominfo pernah mengatakan bahwa pemasangan belum bisa dilakukan, lantaran masih menunggu waktu penyerahan pekerjaan proyek yang menjadi penyebab dicabutnya lampu merah tersebut.

Selain tidak ada lampu merah, yang menjadi salah satu penyebab kecelakaan di lokasi itu adalah debu dan undukan tanah akibat pekerjaan penggalian talud, sehingga para pemilik rumah di sekitar ruas jalan itu mendesak pemerintah KSB untuk menegur rekanan, agar melakukan pembersihan dengan cara penyiraman atau tekhnis lain, supaya tidak ada lagi undukan tanah di sepanjang jalan bekas proyek dan jalan tidak terlalu berdebu.

“Saya termasuk yang cukup sering menyaksikan kecelakaan di lokasi simpangan itu, karena tinggal tidak jauh dari simpangan. Menurut saya, pemerintah harus segera melakukan pemasangan kembali lampu merah tersebut atau menempatkan personil jaga, sehingga aktifitas lalu lintas tidak terlalu semrawut,” cetus Adhar, warga yang mengaku rumahnya dekat simpangan selex.

Masih keterangan Adhar, akibat tak ada lampu merah, antara pengendara kendaraan sering bertemu di tengah simpang, sehingga harus berhenti mendadak. Disaat menarik rem posisi kendaraan tidak stabil, ditambah lagi dengan debu yang cukup banyak menyebabkan pengendara tidak bisa lagi menghindari tabrakan. (kimt)

About Post Author

Don`t copy text!