fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Khawatir Produksi Terus Merosot, Petani Rumput Laut Kertasari Desak Pemerintah Turun Tangan

Taliwang, KOBAR – Potensi pengembangan rumput laut di perairan Desa Kertasari cukup menjanjikan, bahkan sudah dirasakan masyarakat sebagai pendobrak peningkatan ekonomi, sehingga diharapkan kepada pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk berperan aktif dalam menjaga potensi dan tidak melakukan aktifitas pembangunan yang akan mengganggu peningkatan produksi.

Kades Kertasari, Burhanuddin SH yang ditemui media ini di Kantornya kemarin mengatakan, ancaman pengembangan budidaya rumput laut yang dikeluhkan masyarakat saat ini adalah rencana pemerintah untuk memberikan ijin pembangunan dermaga ke pihak PT. Bumi Pasir Mandiri (BPM) yang akan berubah fungsi sebagai perusahaan smelter (pengolahan) nikel, termasuk untuk keperluan pengangkutan material Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Gangguan lain yang menjadi keluhan masyarakat adalah menurunnya produksi, lantaran air laut saat ini telah tercemar oleh limbah. Dugaan masyarakat limbah itu berasal dari aktifitas PT. Bumi Harapan Jaya (BHJ) yang melakukan budidaya udang di Kecamatan Poto Tano, karena dianggap bahwa air limbah yang dibuang ke laut menyebabkan berkurangnya produksi.

“Dua hal itu dianggap masyarakat sebagai masalah dalam pengembangan budidaya rumput laut di Kertasari, sehingga diminta kepada pemerintah untuk melakukan kajian tekhnis, termasuk menyampaikan kepada masyarakat tentang indikasi tersebut. Jika memang benar indikasi itu diharapkan untuk dihentikan dan kalau memang itu tidak benar diminta untuk disampaikan secara langsung dihadapan masyarakat selaku petani budidaya rumput laut,” timpalnya.

Diingatkan Burhanuddin, jumlah petani rumput laut di Desa Kertasari saat ini sebanyak 28 kelompok atau bisa dibilang 99 persen masyarakat menjadi petani rumput laut, karena memang pengembangan potensi itu mampu mendobrak peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga isu dua hal itu menjadi menggeliat dan membuat masyarakat ingin meminta pertanggung jawaban pemerintah. “Saya sangat berharap pemerintah bisa segera melakukan klarifikasi atas indikasi itu, agar tidak menjadi masalah besar nantinya,” harapnya.

Pada prinsipnya Burhanuddin berharap semoga masalah yang disampaikan masyarakat itu tidak benar, agar tidak menjadi polemik di tengah warga, sehingga diminta kepada pemerintah agar tidak menganggap enteng persoalan ini.

Pantauan media ini di lokasi kemarin, para petani sedang sibuk dengan pekerjaannya masing masing. Tak ketinggalan, para ibu sibuk mempersiapkan bibit dengan cara mengikatnya pada tali yang akan diikat pada rakit. “Begini kegiatan kami setiap hari, karena aktifitas ini memberikan tambahan penghasilan bagi kami semua,” ucap sejumlah ibu-ibu yang sedang beraktifitas di pinggir pantai Kertasari.

Mereka mengaku sangat resah dengan isu yang berkembang, bahwa perairan Kertasari saat ini sedang tercemar, termasuk masalah pemerintah KSB yang hendak membangun dermaga khusus di jalur Batu Sepayung, sementara pembangunan dermaga itu akan mengecilkan ruang budidaya rumput laut. (kimt)

Don`t copy text!