fbpx
Tidak Ada Reaksi Penolakan Kenaikan Harga BBM di KSB

Tidak Ada Reaksi Penolakan Kenaikan Harga BBM di KSB

Taliwang, KSB – Demo dalam rangka menolak keputusan pemerintah menaikkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), termasuk mogok kendaraan juga tidak terlihat, justru pantauan langsung media ini di terminal Tana Mira aktifitas lancar.

Sejumlah sopir angkutan yang coba dikonfirmasi mengaku, para penumpang saat ini menerima penetapan tarif baru yang ditetapkan secara sepihak, karena memang besarnya tambahan tarif tidak terlalu signifikan, sehingga para sopir tidak ingin bereaksi sampai melakukan mogok.

Pada kesempatan itu, para sopir yang berada dalam areal terminal berharap segera dikeluarkan keputusan penetapan tarif, agar tidak menjadi masalah nantinya, karena saat ini ada perbedaan penerapan tarif. “Kami minta pemerintah segera menetapkan besarnya tarif yang akan diberlakukan setelah penetapan harga BBM,” harap bren sapaan salah seorang sopir.

Pantauan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), tidak ada lonjakan pembelian baik menggunakan kendaraan maupun jerigen. Hal itu terlihat normal baik sebelum penetapan harga baru maupun saat ini, karena memang Bumi Pariri Lema Bariri tidak pernah mengalami kelangkaan BBM jenis premium maupun solar.

Ditempat terpisah, kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM), Ir Lalu Muhammad Azhar MM yang dikonfirmasi mengatakan, kouta BBM jenis premium dan solar tidak ada perubahan dan pastinya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga keributan yang terjadi di luar daerah tidak terlihat di KSB. “Stok kita tetap aman, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ucap Lalu Azhar.

Pada kesempatan itu Lalu Azhar kembali mengingatkan kepada para pemilik SPBU untuk tidak melayani pembelian dengan menggunakan jerigen, kecuali ada rekomendasi dari pemerintah, karena yang bisa melakukan pembelian dengan jerigen hanya nelayan dan petani. BBM yang dibeli itu murni untuk kebutuhan aktifitas usaha, bukan untuk diperdagangkan kembali, apalagi sampai dijual pada perusahaan.

Sampai berita ini diturunkan belum ada rancangan usulan besarnya tarif angkutan baru yang akan diterapkan, namun yang pasti tarif untuk trayek Taliwang-Sumbawa yang berlaku saat ini sebesar Rp. 35 ribu atau terjadi kenaikan sebesar Rp. 10 ribu. (kimt)

Don`t copy text!