fbpx
Sopir Sudah Berlakukan Tarif Baru

Sopir Sudah Berlakukan Tarif Baru

Taliwang, KOBAR – Para sopir angkutan Antar Kabupaten Dalam Provinsi (AKDP) maupun Angkutan Pedesaan (Angdes) telah memberlakukan tarif baru secara sepihak, langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kerugian setelah pemerintah pusat menetapkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pantauan langsung media ini di lokasi, tarif baru yang ditetapkan lebih tinggi pada kisaran Rp. 5-10 ribu, baik itu untuk trayek AKDP maupun Angdes, tetapi masih ada diantara sopir angkutan yang masih bertahan pada tarif lama, karena belum ada instruksi yang diberikan oleh pemilik jasa angkutan tersebut.

Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Muhammad Taufiq S.Sos yang ditemui media ini selasa 18/11 membenarkan jika sudah terjadi perubahan tarif yang diberlakukan para sopir. Penetapan itu sendiri memang tidak mendasar, namun langkah itu harus dilakukan, karena sudah diberlakukan harga penjualan BBM yang lebih tinggi dari harga sebelumnya. “BBM sudah naik, jadi mereka memberlakukan tarif baru secara sepihak,” aku Taufiq.

Atas pemberlakukan tarif sepihak itu, Taufiq mengaku tidak bisa mengambil tindakan apapun, karena ketetapan besarnya tarif untuk AKDP menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sementara untuk tarif Angdes kewenangan Bupati, jadi saat ini masih menunggu berapa penetapan tarif yang akan diberlakukan setelah adanya kenaikan harga BBM. “Kami bijaksanai penetapan tarif secara sepihak itu, karena memang BBM sudah naik, apalagi besarnya tarif baru tidak terlalu tinggi,” lanjut Taufiq.

Saat memantau di terminal, Taufiq mengaku telah menyampaikan kepada para sopir, agar siap menerima keputusan pemerintah tentang penetapan tarif. Soal tarif sementara yang diberlakukan saat ini tidak menjadi masalah. “Para sopir sudah diingatkan, bahwa tarif yang akan diberlakukan nanti adalah tarif yang ditetapkan pemerintah. Berapa peningkatan dari sekarang ini harus siap diterima,” beber Taufiq sambil mengakui jika para sopir siap menerima keputusan penetapan tarif oleh pemerintah.

Masih keterangan taufiq, dalam penetapan besarnya tarif yang akan diberlakukan akan dihitung secara komperehensif, karena memang ada rumus penghitungannya, bukan atas permintaan pemilik angkutan atau para sopir, jadi bisa saja angka yang akan ditetapkan seperti tarif baru yang ditetapkan, namun juga ada kemungkin lebih rendah atau lebih tinggi.

Sebagai informasi, tarif untuk trayek Taliwang-Sumbawa selama ini yang berlaku sebesar Rp. 25 ribu, namun saat ini sudah pada kisaran Rp. 30 ribu dan bahkan ada yang mengenakan Rp. 35 ribu, sementara untuk AKDP trayek Taliwang-Mataram, biasanya Rp. 75 ribu, namun belum ada informasi berapa tarif baru yang telah ditetapkan. (kimt)

Don`t copy text!