10/08/2020

Kahar: Normalisasi Lebo Atau Pasang Talud?

Taliwang, KOBAR – Ancaman kelompok masyarakat untuk melakukan blokade terhadap aktifitas pekerjaan pemasangan talud dan pembangunan bendung ditangani Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kaharuddin Umar, bahkan pada kesempatan itu mempertanyakan nomenklatur item pekerjaan tersebut.

“Itu pekerjaan normalisasi lebo atau pemasangan talud?, karena beda model pekerjaannya. Hal itu sendiri sejak dulu dipertanyakan kepada pemerintah KSB, namun tidak memberikan tanggapan serius untuk klarifikasinya,” lanjut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada media ini senin 10/11 kemarin.

Diingatkan Kahar sapaan akrabnya, anggaran yang disiapkan awal adalah pekerjaan normalisasi lebo, tetapi pemerintah tidak bisa mendapatkan ijin untuk melakukan aktifitas pekerjaan dalam kawasan konservasi itu, karena memang harus ada ijin dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Jadi pertanyaan harus kembali disampaikan, apakah pekerjaan yang dikritisi masyarakat itu normalisasi lebo atau pemasangan talud.

Baca Juga :  Pekerjaan RSUD Terus Dipacu

Menyinggung soal penggunaan material dalam bentuk batu untuk pekerjaan pembangunan bendung, Kahar mengaku sepakat harus ada uji laboratorium terhadap materialnya. Jika memang tidak bisa dibuktikan kualitas material, maka pemerintah harus bersikap tegas atau mungkin menghentikan aktifitas pekerjaan yang sedang berlangsung itu. “Saya akan pertanyakan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) soal penggunaan material pekerjaan tersebut,” akunya.

Kahar meminta kepada penanggung jawab pekerjaan itu untuk bisa memberikan keterangan secara langsung terkait dengan keraguan masyarakat atas penggunaan material, agar tidak menjadi persoalan nantinya, apalagi masyarakat berencana melakukan penghadangan terhadap aktifitas pekerjaan.

Baca Juga :  Komisi II DPRD KSB Mulai Lakukan Blusukan

Kahar menyambut positif kritikan yang disampaikan masyarakat itu, sehingga akan meminta anggota DPRD Komisi III untuk menindaklanjuti dengan melakukan kunjungan lapangan, sehingga bisa langsung melakukan pembuktian, apakah benar kritikan yang disampaikan masyarakat tersebut. “Masalah itu akan saya komunikasikan dengan pimpinan komisi, agar bisa ditindaklanjuti,” janji Kahar.

Pantauan langsung media ini di lokasi, aktifitas pekerjaan bendung tetap berlangsung dengan menggunakan enam orang tenaga kerja. Material yang dipertanyakan masyarakat juga masih dipergunakan. (kimt)

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar