fbpx
Pengadaan Buku K13 Belum Juga Rampung, Padahal Semester Hampir Usai

Pengadaan Buku K13 Belum Juga Rampung, Padahal Semester Hampir Usai

Taliwang, KOBAR – Buku penunjang pendidikan sesuai Kurikulum 2013 (K13) yang akan diterima masing-masing sekolah pada semua tingkatan, sampai saat ini belum rampung diterima, bahkan ada sekolah yang belum sama sekali mendapatkan pendistribusian dari pihak rekanan yang ditunjuk, sementara semester awal sudah hampir selesai.

Agus SPd MM, kasi SMP pada Dinas Kebudayaan Pandidikan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) yang diberikan tugas untuk membantu mengurusi kesiapan buku K13 mengaku, hasil konfirmasi terakhir yang dilakukan dengan pihak penyedia, dalam minggu ini akan mendistribusikan lagi buku untuk SMA dan untuk SMP yang sampai saat ini belum menerima sama sekali.

“Jika memang benar dalam minggu ini ada pendistribusian buku untuk SMA, maka persentase untuk SMA bisa mencapai 100 persen, karena pada pendistribusian awal ada 50 persen buku, jadi mungkin pada pendistribusian kedua nanti juga 50 persen, termasuk berharap untuk segera mendistribusikan buku untuk SMP Jereweh dan SMP satap Jelengah yang belum pernah mendapatkan buku K13 tersebut,” harap Agus.

Persentase pendistribusian buku yang sudah tinggi saat ini dalam tingkat Sekolah Dasar (SD), dimana dari 106 sekolah sudah ada 40 sekolah yang dinyatakan rampung dan sudah bisa melakukan transaksi pembayaran. “Persentase secara rata-rata untuk SD sudah mencapai 80 persen,” lanjut Agus.

Sementara Kepsek SMPN 1 Taliwang, Mujiburrahman SPd, MM yang dikonfirmasi ditempat terpisah mengaku kalau buku K13 yang diterima sudah mencapai 90 persen, karena yang belum diterima saat ini tinggal buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) untuk kelas VIII, termasuk buku pegangan guru untuk seluruh pelajaran.

“Kami terpaksa mengunduh buku PJOK dan difoto copy untuk siswa, agar proses belajar mengajar tidak terganggu, lantaran belum didistribusian oleh penanggung jawabnya,” terang Mujiburrahman.

Sementara Abdullah SPd, kepsek SMPN Sekongkang yang sempat dikonfirmasi justru persentasenya lebih rendah, dimana saat ini baru berjumlah 40 buku K13 yang diterima, sehingga meminta kepada pihak penanggung jawab untuk segera memenuhi kebutuhan atas buku tersebut. “Kalau bicara terganggu pasti terganggu dengan belum rampungnya buku panduan K13, namun apa boleh buat kita tidak bisa apa-apa,” ungkapnya. (kimt)

Don`t copy text!