Ditemukan Banyak Modus Saat Pemeriksaan Asset

Ditemukan Banyak Modus Saat Pemeriksaan Asset

Taliwang, KOBAR – Tim pemeriksa asset Inspektorat Kabupaten (Itkab) sudah hampir tuntas melakukan identifikasi dan pengecekan terhadap barang yang menjadi kekayaan daerah itu, namun hasil dari kerja itu belum bisa diekspos, lantaran masih harus dilakukan rapat internal termasuk melibatkan bagian asset setda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Inspektur Itkab KSB, Ir H Ady Mauluddin MSi yang dikonfirmasi media ini dalam ruang kerjanya senin 20/10 kemarin menyampaikan, kalau dipersentase kerja yang dilakukan tim pemeriksa asset bisa dibilang telah mencapai 80 persen, karena mereka belum menyampaikan hasil pemeriksaan dengan cara menyampaikan laporan tertulis.

“Tugas tim bukan hanya mengecek secara langsung terhadap barang asset itu, tetapi mereka juga harus membuat laporan tertulis. Saat ini belum seluruh laporan tertulis diterima, sehingga belum bisa diekspos apa saja temuan lapangan, termasuk modus terkait dengan keberadaan asset,” ucap H Ady Mauluddin.

Pada kesempatan itu H Ady sapaan akrabnya tidak membantah jika cukup banyak dan variatif modus keberadaan asset, tetapi yang paling dominan adalah asset itu rusak dan hilang. “Banyak modus terkait asset, tetapi saya belum bisa membuka apa saja modus yang dimaksud secara detail,” timpal H Ady.

H Ady juga mengaku bahwa ada laporan yang disampaikan masyarakat terkait asset. Laporan itu akan disingkronisasikan dengan hasil laporan tim dan pastikan menjadi atensi dalam pembahasan nantinya. “Saya banyak menerima laporan terkait asset, laporan itu tetap menjadi perhatian untuk dilakukan pembuktian, jadi laporan yang ada tidak bisa serta merta diterima juga,” aku H Ady.

Terkait dengan limit waktu, perampungan identifikasi dan pembuktian terhadap asset sampai akhir tahun 2014 ini, jadi masih cukup panjang waktu yang dimiliki tim, tetapi H Ady mengaku akan berupaya cepat untuk segera menyelesaikan tugas tersebut, agar bisa menyampaikan kepada Bupati untuk hasil akhirnya. “Hasil akhir dari pemeriksaan tim akan dibuat dalam bentuk rekomendasi yang akan disampaikan kepada Bupati, karena Bupati yang akan menentukan keputusan akhirnya,” terang H Ady.

Dikatakan H Ady, untuk melakukan identifikasi asset sebenarnya bisa dilakukan cepat, namun hal itu tidak bisa dilakukan, karena tenaga milik Itkab harus menyelesaikan juga beberapa tugas penting lainnya, baik itu pemeriksaan khusus (reksus) maupun pemeriksaan reguler. “Saya optimis seluruh tahapan tugas bisa dirampungkan, begitu juga dengan pemeriksaan asset,” ungkapnya. (kimt)

Don`t copy text!