fbpx
Renovasi Tugu Syukur Bakal Mangkrak

Renovasi Tugu Syukur Bakal Mangkrak

Taliwang, KOBAR – Renovasi kembali tugu syukur yang berada dalam kawasan perkantoran Kemutar Telu Center (KTC) bakal mangkrak. Indikasi itu sudah terlihat dengan tidak adanya aktifitas pembangunan di lokasi tersebut, meskipun lantai dari objek unggulan itu telah dibongkar.

Penataan ulang tugu syukur menurut rencana akan menggunakan biaya sumbangan dari Forum Perusahaan Peduli Sumbawa Barat (FP2SB) dengan nilai diperkirakan Rp. 2,4 miliar. Besarnya nilai itu disebabkan model penataan cukup fantastis, dimana di lokasi itu akan terbangun air mancur yang sangat spektakuler, bahkan bisa dibilang terbaik dan terindah.

Hasil analisa media ini setelah menyerap berbagai informasi, ada dua persepsi yang berbeda terkait anggaran yang akan dipergunakan itu, dimana ada persepsi bisa langsung dipergunakan atau mengintervensi program pekerjaan seperti melakukan renovasi tugu syukur, tetapi ada ketakutan akan menjadi temuan, karena lokasi pekerjaan yang disumbangkan itu di lokasi yang telah menjadi asset daerah.

Persepsi lain yang muncul adalah, dana yang akan dipergunakan itu harus dimasukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terlebih dahulu. Jika harus masuk APBD, maka harus dilakukan pembahasan terlebih dahulu oleh DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan penetapan perusahaan pelaksanaan jelas melalui proses tender lebih dulu atau tidak bisa langsung ditunjuk, karena nilai pekerjaan melebihi Rp. 200 juta.

Kalau opsi dimasukan dalam APBD terlebih dahulu yang menjadi pilihan, maka kelanjutan pekerjaan pembangunan tugu syukur akan menunggu penetapan APBD tahun 2015 mendatang, jadi tugu syukur akan dibiarkan dalam kondisi rusak setelah dilakukan pembongkaran sampai pada penetapan APBD dan pelaksanaan tender pemenangnya.

Informasi lain yang diterima media ini, perusahaan yang diberikan kewenangan untuk melakukan pembongkaran lantai tugu syukur enggan untuk melanjutkan pekerjaan, lantaran adanya berbagai opsi itu, belum lagi dana awal yang hendak diberikan oleh pihak pemberi pekerjaan urung diserahkan, sampai-sampai batu granit yang dibongkar dari lantai itu masih dibiarkan berserahkan di lokasi tugu syukur.

Seperti yang diketahui bersama, lingkungan KTC merupakan objek wisata bagi masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri, terutama pada sore hari, dimana di lokasi yang berdekatan dengan tugu syukur itu ada penyediaan aktifitas hiburan, sehingga masyarakat yang datang pasti melihat langsung kondisi pelataran tugu syukur yang berserakan, sehingga tidak dapat dipergunakan untuk tempat santai yang menjadi kebiasaan masyarakat.

Sebagai informasi bagi kita semua, Makna yang terkandung pada tugu syukur cukup komperehensif, jadi bukan sekedar susunan batu alam yang bernilai estetika atau keindahan, tetapi banyak makna yang tersimpan di dalamnya, termasuk warisan kekayaan intelektual yang mengandung pesan moril, sprituil, semangat, motivasi dan daya juang masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri.

Untuk diketahui terdapat 20 susun batu yang cukup rapi itu sebagai tanda tanggal lahir, sementara 11 ukiran batu di sekeliling tugu adalah bulan lahir, sedangkan Batu granit mempunyai arti kerja keras, desain arsitektur berarti kerja cerdas, alas batu yang dibawahnya tidak teratur dan diatasnya teratur berarti Pariri Lema Bariri, tiga lampu sorot mempunyai arti kemutar telu, bola emas yang ada di kepala tugu adalah cerminan cita-cita Pemerintah yaitu memindahkan emas yang ada di perut bumi ke otak manusia KSB.

Untuk diameter gumpalan emas yang menjadi kepala tugu dengan ukuran 112 cm adalah cerminan Al-Quran surat 112 surat Al-Ikhlas, sedangkan ukiran pulau di kepala tugu adalah konsep pemikiran masyarakat KSB yang berpikir global, posisi duduk tahiyat akhir dan diakhiri dengan salam bermakna transisi hubungan vertikal dan horizontal, Air yang berada di sekeliling tugu adalah simbol kehidupan sejahtera, Bola yang berputar secara teratur berarti berdzikir (Dzikrullah), 8 buah lampu yang mengelilingi bangunan tugu merupakan symbol 8 kecamatan.

Tugu syukur dengan berbagai kandungan makna di dalamnya adalah sebuah bangunan peradaban. Peradaban yang bersumber dari nilai-nilai alquran yang menjadi bagian tak terpisahkan dari bangunan Graha Fitrah, Masjid agung Darussalam dan perkantoran yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat yaitu kompleks dimana dirumuskannya kebijakan-kebijakan strategis, melahirkan konsep pembangunan untuk kemaslahatan. (kimt)

Don`t copy text!