fbpx
Bupati KSB “Angkat Tangan” Soal Verifikasi K-II

Bupati KSB “Angkat Tangan” Soal Verifikasi K-II

Taliwang, KOBAR – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM mengaku kesulitan dalam proses pengangkatan tenaga honorer kategori II, bahkan diumpamakan seperti buah simalakama, sehingga proses akhir akan diserahkan kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Diakui Kyai Zul sapaan akrabnya, dirinya berkehendak untuk menabrak Peraturan Pemerintah (PP) 56 yang menjadi acuan dalam melakukan verifikasi, karena kriteria kelulusan cukup menggangu dan akan berujung pada tidak ada yang lulus dari 500 K-II yang dinyatakan lulus seleksi tersebut.

Diakui Kyai Zul, jika dirinya melanggar PP 56, maka semua yang dinyatakan lulus dan sudah mengembalikan berkas bisa saja mendapat proses lanjut sampai penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP), tetapi dirinya akan berbenturan dengan hukum, karena ada kelompok yang telah melapor ke Polda dan Kejati NTB tentang adanya keinginan melanggar PP 56 tersebut.

“Saya serba salah untuk posisi ini, karena saya telah dilaporkan penyidik hukum atas keinginan meluluskan lebih banyak honorer K-II, namun kalau tidak saya langgar justru hanya 1 orang yang masuk kategori lulus,” beber Kyai Zul.

Masih keterangan orang nomor wahid di Bumi Pariri Lema Bariri itu, beberapa waktu lalu pihaknya telah melayangkan surat ke Presiden untuk dapat meninjau kembali PP 56, termasuk mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait aturan K-II, sehingga akan menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan BKN.

“Solusi yang ingin dilakukan saat ini adalah, seluruh berkas K-II yang diterima akan tetap disampaikan kepada BKN, jadi kewenangan BKN yang menentukan, sehingga tidak ada lagi hasil verifikasi yang menetapkan memenuhi kriteria dan tidak memenuhi kriteria,” tandas Kyai Zul. (kimt)

Don`t copy text!