fbpx
Ponpes Al-Ikhlas Gelar Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy

Ponpes Al-Ikhlas Gelar Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy

Taliwang, KOBAR – Apel tahunan dengan mengusung slogan besar perkenalan khutbatul arsy yang dilaksanakan Pondok pesantran Al-Ikhlas pada senin 1/9 kemarin cukup meriah, karena berhasil menampilkan berbagai kegiatan, baik olahraga maupun menunjukkan kemampuan para santri dan santriah pada disiplin ilmu.

Khutbatul arsy adalah khutbah perkenalan atau khutbah perpeloncoan yang dilaksanakan dalam lingkup Pondok Al-Ikhlas, hanya saja berbeda seperti apa yang dilaksanakan sekolah umum lainnya, tetapi untuk waktu pelaksanaan sama pada awal tahun pelajaran.

Acara cukup menjadi perhatian karena ada beberapa rangkaian acara yang dianggap menguji adrenalin, seperti menggunakan api, menggunakan alat ketangkasan dan keahlian khusus. Meskipun ada insiden kecil yang terjadi, namun secara umum seluruh rangkaian acara berjalan sesuai harapan dan patut mendapat apresiasi.

Wali murid yang hadir dalam acara tidak henti-hentinya memberikan aplus dan rasa bangga dengan kemampuan yang dipertontonkan para santri/ah, bahkan banyak yang sibuk megambil gambar melalui selular masing-masing.

Setelah seluruh rangkaian acara berakhir, pimpinan pondok pesantren melanjutkan acara silaturahim dengan seluruh wali santri/ah dengan mengambil lokasi gedung Al-Hamra. Hadir dalam acara itu, Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM, H Amir Ma’ruf Husein MM dan M Mujahid Imaduddin, Shi.

KH Zulkifli Muhadli saat pertemuan menyampaikan beberapa hal penting yang perlu dipahami oleh seluruh wali murid, terutama dalam kehidupan di pondok pesantren, karena berbeda tata cara hidup di dalam perkampungan dengan lingkungan pondok. “Saya harap semua wali santri/ah, terutama yang baru saja anaknya diterima untuk ikut memahami tata cara kehidupan dalam pondok,” ucap Kyai Zul sapaan akrabnya.

Kyai Zul juga mengingatkan kepada para wali santri/ah, agar bisa menjadi motivator dalam memperkenalkan kehidupan di pondok, baik itu masalah konsumsi, tata cara berkomunikasi maupun beberapa hal lain yang memang berbeda saat hidup di tengah masyarakat. “Pendidikan pondok berbeda dengan pendidikan sekolah umum, namun yang pasti yang terbaik,” lanjut Kyai Zul yang juga Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu. (Kimt)

Don`t copy text!