fbpx
Dewan Minta Bukti Penetralan Air Asam Tambang Newmont

Dewan Minta Bukti Penetralan Air Asam Tambang Newmont

Taliwang, KOBAR – Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Andi Laweng SH, MH meminta bukti kepada pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), termasuk kepada PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT), bahwa air asam tambang yang selama ini ditampung pada bendungan Santong 3 sudah dilakukan penetralan sebelum dibuang ke laut.

Anggota DPRD KSB dua periode ini mengakui jika pembuangan ke dalam laut melalui pipa tailing menjadi salah satu opsi yang bisa dilakukan, namun sebelum dilakukan proses pembuangan harus dilakukan pengolahan sampai netral atau masuk ambang batasnya. Pembuktian itu tidak bisa dengan kasat mata, tetapi harus dilakukan dengan pengujian laboraturium.

“DPRD KSB harus mendapat tembusan dari hasil pengujian laboraturium, sehingga bisa disampaikan kepada masyarakat, bahwa pembuangan ke dalam laut air tampungan di bendungan santong 3 sudah memenuhi persyaratan dan tidak akan merusak habitat laut,” ucap Andi Laweng.

Andi Laweng yang dikenal sebagai politisi pesisir ini juga mengaku, informasi telah dilakukan pembuangan air asam tambang itu cukup mengganggu persepsi masyarakat pencari ikan (nelayan,red), karena ada ketakutan dengan kandungan zat berbahayanya, bahkan berujung pada harga pasar terhadap ikan hasil tangkapan.

Masih keterangan politisi asal Kertasari itu, pihaknya tidak memiliki keinginan untuk mempolitisir proses pembuangan air asam tambang itu, tetapi lebih pada keinginan untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat, jika air yang terbuang itu sudah pada ambang batas, dan opsi yang dilakukan termasuk opsi terbaik untuk mencegah kemungkinan yang lebih buruk, karena perusahaan sudah tidak beroperasi dan tidak lagi menggunakan air asam tambang tersebut.

Jika dalam waktu dekat tidak ada bukti atau tidak mampu dibuktikan, kalau air asam tambang yang telah dibuang itu telah melalui proses penetralan, Andi Laweng mengaku akan mengambil langkah hukum terhadap Newmont dan pemerintah, karena telah melakukan pembiaran pencemaran lingkungan (laut, red). “Saya akan menggugat pihak manapun yang dengan sengaja melakukan pencemaran itu,” janji Andi Laweng.(Kimt)

Don`t copy text!