fbpx
Dilema Pertambangan

Dilema Pertambangan

Oleh: Muhammad Yamin

Hampir semua usaha dan pekerjaan mempunyai manfaat sekaligus risiko mendapat mudarat. Baik usaha yang bergerak di bidang Produksi, distribusi maupun jasa. Dari sisi manapun kita melihat dan kalkulasikan, tetap akan terjadi seperti itu. Bahkan dalam proses terdekat sekalipun, yaitu proses kita makan buah misalnya, ada manfaat dan ada juga risiko mudaratnya. Pasti!.

Dalam konteks Kegiatan Pertambangan, maka akan terjadi hal yang sama. Kita dihadapkan pada dua sisi tersebut, mudarat dan manfaat. Kehidupan untuk hari ini atau risiko di Masa depan. Maka dari itu, Pemerintah yang berperan sebagai motor utama bersama Tokoh Masyarakat, juga seluruh elemen masyarakat harus ikut memikirkan hal ini. Contoh, jika kegiatan pertambangan ini dilaksanakan, maka kita harus berhitung berapa banyak yang mengambil manfaat dan berapa jumlah yang berpotensi terkena dampak negatifnya. Harus kalkulasi untung rugi. bukan saja dari segi jumlah, tapi juga kualitas.

Jika berbicara tentang masa depan anak cucu kita, saya sepakat dan sepaham. Tetapi jangan lupa bahwa kita hari ini sedang hidup, melahirkan, membesarkan dan mendidik anak dan cucu generasi masa depan itu. Dengan apa kita menghidupkan mereka hari ini? Apakah kita akan menyelamatlkan masa depan dengan cara membunuh masa kini? Suatu hal yang mustahil. Lalu Kita akan memulai darimana? Jawabannya adalah perbaiki kualitas masa kini, untuk keberlangsungan hidup di masa depan. Tak bisa kita melahirkan dan membesarkan anak cucu dari hasil pencurian dan hasil korupsi hari ini dikarenakan kurangnya mata pencaharian. Analoginya, Kita tak bisa membuat kursi dengan arang.

Jika Sumber Daya Alam di atas kulit bumi ini sudah mampu menghidupkan dan mensejahterakan kita hari ini, tentu saja kita tak ingin ambil risiko untuk mengeruk isi bumi. Pertanian dan Peternakan atau perkebunan misalnya, apakah kita sudah mampu berbuat maksimal untuk mengurangi pengangguran dari sektor ini? Kita hari ini belum mampu, bahkan terbilang gagal menciptakan lapangan kerja, sehingga mau tak mau eksodus mata pencaharian akan bergerak ke isi perut bumi, salah satunya adalah pertambangan, agar kita tetap hidup dan mendapat penghidupan.

Dengan tidak mengesampingkan risiko mudarat seperti yang saya sebut di atas, maka jika yang mendapat risiko dan dampak buruk adalah sesuatu yang tidak jelas, terpendam dan bahkan tidak terbukti secara akademis, mengapa kita harus mengorbankan manusia-manusia di atas tanah yang sedang mendapat manfaat? Kita mesti berhitung, lalu ambil keputusan.

Maka, jika kita, pemerintah, mampu menghidupkan masyarakat dari usaha yang tidak berisiko apapun, maka jangan coba-coba bermain-main dengan pertambangan. Walau itu sulit, dan hampir tak mungkin. Wallahualam. **

Don`t copy text!