fbpx
Seharusnya Layanan Publik Diutamakan

Seharusnya Layanan Publik Diutamakan

Kebijakan pemerintah selama ini cenderung tidak melakukan pembelaan kepada publik. Pemerintah justru lebih mengedepankan kebijakan yang bermuatan politis. Jika kebijakan publik telah mengalami penggorengan oleh kepentingan politik tanpa rasionalitas seperti yang terjadi saat ini, maka patut dipertanyakan negara ini sesungguhnya milik publik atau tidak.

Rasakan sendiri bagaimana listrik PLN kelap kelip alias hidup-padam tanpa alasan yang jelas, PDAM yang sering dikeluh aliran airnya sering tersendat, Pendidikan yang katanya gratis tapi para orang tua masih sering direpotkan dengan pungutan-pungutan yang tidak jelas. Layanan kesehatan yang konon telah mendapat banyak penghargaan, tapi masih saja ada tenaga medis yang tidak profesional.

Surat dan dokumen penting yang diurus warga, terpaksa ditunggu berhari-hari karena tidak adanya pejabat berwenang yang menandatanganinya dengan alasan klasic “Sedang Tugas Luar Daerah”. Koperasi yang semakin jauh dari kehidupan ekonomi rakyat padahal kita selalu gembar gembor tentang ekonomi kerakyatan, plus daerah inilah sebagai penggagas Koperasi berbasis RT (KBRT).

Masih banyaknya jalan yang berlubang dan  tidak terurus, apalagi pada saat musim hujan, beberapa access road bak sircuit off road. Intinya, segudang layanan publik masih dikeluhkan masyarakat. Bagaimanapun, harus diakui dengan buruknya pelayanan bukan tidak mungkin akan membangun keresahan di kalangan warga, menghambat pertumbuhan ekonomi daerah, dan masyarakat adil makmur semakin nun jauh di sana.

Baguslah, kalau tahun ini (2012-red), telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sebagai “Tahun Prestasi dan Pelayanan Prima”. Namun, semoga saja tidak hanya sekedar tulisan yang terpasang di dinding kantor, baliho – baliho di pinggir jalan dan statemen di media massa, tapi bisa dilaksanakan.

Mari kita dukung dan selalu memantau!. Prinsipnya, kalau memang baik akan kita puji, kalau buruk sudah sepantasnya dikritik agar lebih baik. [*]

Don`t copy text!