fbpx
Membangun Sistem Ekonomi Syariah Dengan “Membaca”

Membangun Sistem Ekonomi Syariah Dengan “Membaca”

Oleh: Burhan Daeng Mangago, S.Pi., M.Si *

Sistem ekonomi syariah awal kehadirannya di Indonesia hanya dijadikan sebagai alternatif solusi krisis moneter, namun saat ini ekonomi syariah tidak lagi hanya sekadar menjadi alternatif, tetapi ekonomi syariah menjadi solusi dalam berbagai persoalan umat manusia. Saat ini fakta sudah berbicara, bahwa sistem ekonomi konvensional yang selama ini diterapkan banyak negara di dunia, tidak hanya merugikan tetapi juga membahayakan umat manusia. Karena sistem ekonomi konvensional, yang diuntungkan hanyalah kelompok tertentu, bukan orang banyak. Sebaliknya,ekonomi syariah justru membawa perbaikan dan kesejahteraan bagi umat manusia. Seperti yang terjadi saat krisis moneter 1997 silam, lembaga keuangan syariah di Indonesia, khususnya bank syariah, mampu bertahan dengan baik. Sedangkan bank-bank konvensional yang diandalkan menjadi roda ekonomi, mengalami masa sulit. Keunggulan ekonomi syariah sudah tidak diragukan lagi.

“Sudah banyak contoh keunggulan ekonomi syariah. Sayangnya, masih banyak masyarakat muslim yang belum melaksanakannya secara konsekuen, karena memang masyarakat muslim belum tersentuh dengan pemahaman dan keyakinan bahwa ekonomi syariah merupakan solusi nyata membangun kemandirian umat dalam mememenuhi kebutuhan hidup. Ekonomi syariah mengajarkan tegaknya nilai-nilai keadilan, kejujuran, transparansi, antikorupsi, dan eksploitasi. Artinya, misi utamanya menegakkan nilai-nilai akhlak dalam aktivitas bisnis, baik individu, perusahaan, ataupun negara. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara praktis membangun sistem ekonomi syariah di masyarakat muslim?.

tomas 2Tas Tomas Management hadir untuk memberikan solusi program pemberdayaan masyarakat dengan beberapa tahapan nyata yang diawali dengan membaca. Perintah membaca adalah perintah Allah SWT yang pertama di turunkan kepada Nabi Besar Muhammad Saw. Dengan membaca kita mendapatkan ilmu yang diterapkan dalam kehidupan dan menjadi langkah awal untuk umat mendapatkan pemahaman, pencerahan dan keyakinan bagaimana membangun sistem ekonomi syariah.

Secara sistematis Tas Tomas Management mengaplikasikan dalam 5 (lima) tahapan yang harus dilalui untuk membangun sistem ekonomi syariah di masyarakat. Adapun tahapan tersebut sebagai berikut: Tahap pertama, Membaca Al Qur’an dengan Metode Cerdas dengan Otak kanan, kegiatan ini merupakan pintu masuk dari program Tas Tomas Management di masyarakat, tahapan ini bertujuan untuk menuntaskan buta huruf Al Qur’an karena saat ini hampir 80 % ibu-ibu rumah tangga buta huruf dan tidak dapat lagi membaca Al Qur’an. Metode ini telah diperaktekan hanya dengan 7 (tujuh) jam pemberlajaran dapat menutas kan buta huruf Al Qur’an.

Tahap kedua, Memberikan pelatihan Metode Cerdas untuk anak kepada ibu-ibu yang telah dapat membaca Al Qur’an, pelatihan ini sangat penting mengingat ibu-ibu muslim saat ini telah kehilangan jadi diri sebagai madrasah pertama/pendidik di keluarganya. Harapannya bahwa dengan ibu menjadi madrasah pertama di keluarganya akan melahirkan generasi mudah yang akhlaknya tidak rusak seperti yang kita lihat faktanya hari ini. Tahap ketiga, Manajemen tas tomas alumni, tahapan ini diawali dengan indentifikasi ibu-ibu buta huruf yang kemudian dikelompokan dalam satu kelompok dengan masing-masing beranggota 10 (sepuluh) orang. Selama 5-7 hari trainer/pengajar dari Tas Tomas Management akan menuntaskan buta huruf Al Qur’an dengan buku metode staqifa.

Metode Staqifa merupakan metode baru dalam berlajar Al Qur’an yang ditemukan oleh Ust. Umar Taqwim dan telah diuji cobakan di Yogjakarta dengan hasil sangat menajubkan karena hanya dengan 7½ jam dapat menuntaskan buta huruf Al Qur’an. Setelah dinyatakan tuntas dapat memebaca Al Quran maka anggota kelompok akan di berikan pemahaman dan keyakinan dalam Aqidah, Tauhid, Islam, Iman, Ibadah, Ukhuwah, Wala’ wal bara dan Mu’amalah syariah setiap minggunya sampai ada perubahan mind set/ pola pikir dengan buku panduan Mizanul Muslim karangan Abu Ammar dkk, buku ini dipilih karena ditulis dengan singkat, padat, berdasarkan dalil-dalil Al Qur’an dan Hadits shahih, dan bahasa mudah dipahami.

tomas 3Pertemuan mingguan ini merupakan pengembangan karakter masyarakat untuk memahami apa, mengapa dan bagaimana ekonomi syariah dapat aplikasikan dalam kehidupan masyarakat. Selanjutnya dalam pertemuan mingguan ini anggota kelompok wajib membawa “tas tomas” atau dalam bahasa indonesia tas plastik yang berisi sembako atau uang tunai sebagai bentuk zakat, infak dan sedekah dari anggota yang akan dikumpulkan oleh trainer. Tas tomas yang dikumpulkan bertujuan untuk melatih kepekaan, keperdulian, memayarakatkan ZIS (zakat infak sedekah) dan menggali potensi ZIS di masyarakat. Di pertemuan mingguan ini juga setiap anggota kelompok wajib membayar simpanan wajib anggota Rp. 1.000,- (seribu rupiah) per hari atau Rp. 7.000,- (tujuh ribu rupiah) minggu. Simpanan ini akan dikelolah oleh TasTomas Management dalam bentuk Baitul Maal wa Tamwil (BMT) dan Koperasi Syariah. Anggota kelompok yang mempunyai usaha mikro atau berminat menjadi wirausaha baru maka BMT dan Koperasi Syariah akan memberikan pendanaan Mudarabah/ Bagi hasil yang telah disepakati.

Tahap keempat, Membentuk Baitul Maal wa Tamwil dan Koperasi Syariah, Lembaga Keuangan Mirkro di Indonesia dilindungi dengan payung hukum UU Perkoperasian Nomor 25 Tahun 1992 dan UU Perbankan. Dalam bentuk BMT untuk menjadi Bank mungkin akan sulit dan sementara ini BMT Tas Tomas Management di setiap desa berpayung hukum kepada UU Perkoperasian dengan menjadi prakoperasi. Dalam Bentuk Koperasi Syariah Tas Tomas Management telah membentuk KSU Syariah Olat Kapuri di desa Lamusung.

Pembentukan BMT dan Koperasi Syariah diawali dengan menjaring pemuda-pemudi penganguran 3 (tiga) sampai 5 (lima) orang di setiap desa dan melibatkan pemerintah desa yang mempunyai kreteria; taat beribadah, jujur, memiliki jiwa wirausaha dan berkomitmen membangun ekonomi desanya. Setelah diperoleh maka calon pengurus diberikan motifasi, pelatihan akutansi dasar dan bekal wirausaha oleh Tas tomas Management dan dimagangkan ke BMT dan Koperasi Syariah yang “Sehat” keuangannya. Setelah SDM pengurus siap maka diperkenalkan oleh trainer/pengajar kepada anggota kelompok untuk menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan wajib Rp. 1.000,- (seribu rupiah) per hari atau Rp. 7.000,- (tujuh ribu rupiah) per minggu. Dana yang dihimpun di kelolah dalam bentuk BMT (pra koperasi) terlebih dahulu, setelah Modal sendiri cukup maka dana dari masyarakat di kelolah dalam bentuk koperasi syariah.

tomas 4Selama 1 tahun berjalan Tas Tomas Management di desa Lamusung Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat yang di jadikan Pilot Project menampakan hasil yang sangat mengembirakan. Hasil pilot project antara lain; 100 orang buta huruf telah rajin membaca Al Qur’an, 100 orang ibu-ibu telah sadar sebagai pendidik di keluarganya, Masyarakat dengan kesadaran sendiri menabung dan mengembalikan pinjaman ke kantor BMT, 20 orang membangun usaha produktif dalam bentuk kios sembako, usaha pertanian, usaha peternakan dan usaha perikanan,100 orang telah menjadi anggota BMT/ Koperasi syariah dengan perputaran uang lebih dari 70 juta.

Tahapan terakhir tahap kelima adalah Memberikan kesempatan pembinaan oleh pemerintah, sekolah, swasta dan lembaga lain terhadap anggota kelompok yang telah dinyatakan ‘siap’ oleh trainer. Tidak dapat dibantah fakta saat ini bahwa pola mind set/pola pikir masyarakat hanya untuk bantuan, konsumtif, uang dan duniawi (materialistik), hal ini menyebabkan semua program pemberdayaan baik dari pemerintah dan swasta menjadi sia-sia.

Tas tomas management hadir untuk membangun karakter dengan merubah pola pikir masyarakat untuk menjadi lebih baik. Pola pikir yang diharapkan dapat tebentuk sebelum masuknya program pemberdayaan adalah, Sederhana, gemar menabung, meningkat keperdulian dan kepekaan terhadap sesama, Jujur, amanah, dan hidup hemat/tidak konsumtif. Sehingga apapun bentuk program yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swata tidak sia-sia dan berkelanjutan. Lima tahapan di atas mengambarkan bahwa Tas Tomas Management telah membuktikan secara sederhana aplikasi membangun Sistim Ekonomi Syariah dengan Membaca.

*) Penulis adalah Kepala Seksi Koperasi Disperindagkop & UMKM Kab.Sumbawa Barat dan Direktur Tas Tomas Management Indonesia.

Don`t copy text!