Musrenbang Mesti Tuntaskan Kebutuhan Dasar

musrenbang

Dalam logika demokrasi yang digunakan Indonesia, yang disebut dengan “demokrasi”, terbatas pada persoalan pemilu, partai politik, parlemen, dan sekitarnya. Diskursus mengenai demokrasi di ruang-ruang informal belum menjadi domain dari “demokrasi”. Proses demokrasi cenderung sangat elitis dan bertumpu pada aktor-aktor utama di eksekutif serta legislatif.

Perlahan tapi pasti, partisipasi mulai ditumbuh kembangkan di negeri ini, salah satu di antaranya melalui musrenbang. Tujuannya adalah mengubah paradigma lama dalam perencanaan pembangunan/kebijakan publik yang melulu top down menjadi bottom up.

Wujudkan Riset Berdampak Luas, Universitas Cordova dan PT Medco Energi Dirikan Menara Pengukur Angin di Sumbawa Barat

Akan tetapi, kekecewaan publik juga mengemuka. Bahkan, ada yang memelesetkan bottom up menjadi mboten up (alias tidak naik-naik). Musrenbang sejatinya adalah wahana untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat melalui proses yang mengusung semangat participatory planning and budgeting. Nyatanya, kerap kali apa yang diusulkan oleh masyarakat dalam arena musrenbang tidak pernah terealisasi dalam program yang nyata.

Walhasil, musrenbang tak ubahnya sebuah ritual rutin tahunan demi menggugurkan kewajiban Pemerintah Daerah. Lebih menyedihkan lagi jika acaranya justru menekankan pada aspek seremonial belaka, ditandai adanya sambutan dari para pejabat publik. Padahal bukan itu esensi dari musrenbang.

Banyak pihak yang pesimis atau malah skeptis terhadap eksistensi musrenbang saat ini. Realitanya, musrenbang lebih banyak menghadirkan kekecewaan publik. Tapi, terlalu dini jika kita nyatakan bahwa exercise yang sedang kita lakukan sudah gagal dan harus ditinggalkan. Partisipasi publik tetap harus didorong, salah satunya melalui musrenbang.

Tingkatkan Profesionalisme, PWI Sumbawa Barat Kirim 17 Wartawan Ikuti OKK dan UKW Lanjutan di Mataram

Semangat dari pelaksanaan musrenbang sejatinya sejalan dengan demokrasi deliberatif. Secara sederhana, demokrasi deliberatif ditandai dengan adanya ruang untuk curhat, usul, atau kritik bagi seluruh elemen masyarakat, tanpa pandang bulu, agar segala sisi kemanusiaan dapat diserap sistem politik-ekonomi atau ekonomi-politik.

Partisipasi bukan sekadar kehadiran sekelompok warga atau masyarakat dalam proses musrenbang saja. Dalam musrenbang warga didorong untuk terlibat mengambil keputusan. Musrenbang bukan hanya alat tetapi juga sebuah ruang yang menjamin warga dijamin memiliki hak dan kebebasan berpendapat serta terlibat dalam setiap pengambilan keputusan. Lebih dari itu, musrenbang dapat sangat bermanfaat untuk membangun mutual trust, kebersamaan, kemitraan, dan penyelesaian masalah yang tepat dan efektif.

Musrenbang di Sumbawa Barat telah usai, yang seyogyanya menjadi momentum penting sekaligus media dalam proses perencanaan pembangunan. Dimana, seluruh pelaku pembangunan bertemu dan bersama-sama bermusyawarah, menyatukan visi misi dalam rangka membangun daerah ke arah lebih baik. Bukan sekadar seremonial tahunan atau formalitas belaka. Semoga……[*]

About The Author

Trending

  • 55
    Rapor Merah Buat 2 SKPDFungsi pengawasan yang dimiliki oleh para wakil rakyat yang berada di gedung Bertong tidaklah percuma. Melalui Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang membidangi Pemerintahan, Hukum dan Politik, yang otomatis menjadi mitra kerja beberapa Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) terkait, merasa gerah dengan banyaknya persoalan…
  • 55
    Hairul Resmi Jabat Sekda Sumbawa BaratTaliwang, KOBARKSB.com - Tongkat estafet kepemimpinan birokrasi tertinggi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini resmi beralih. drh. Hairul, M.M., secara definitif dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat oleh Bupati H. Amar Nurmansyah. Upacara pelantikan yang berlangsung khidmat dan penuh harapan ini digelar di Pendopo Bupati,…
  • 52
    Kinerja Perusda Dinanti PublikPublik selama ini bertanya-tanya, terkait kinerja dan sumbangsih Perusahaan Daerah (Perusda) bagi pembangunan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Apalagi selama beberapa tahun terakhir, keberadaan Perusda  dianggap hanya menjadi beban bagi Pemerintah Daerah. Anggaran ratusan juta hingga mencapai miliaran rupiah yang disuntik APBD pada tahun-tahun sebelumnya, justru tidak menghasilkan keuntungan. Tak mengherankan,…
  • 51
    KSB Mulai ABGJika diibaratkan usia manusia, maka usia Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hari ini, sama dengan usia Anak Baru Gede (ABG). Di usia yang ke-15, seorang anak pada fase ini sedang berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan status dewasa. Aneka cara dilakukan untuk bisa mendapatkan pengakuan sebagai manusia yang pantas dipercaya dan bisa…
  • 51
    Pemda KSB Raih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat NasionalJakarta, KOBARKSB.com - Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, kembali mencatatkan prestasi terbaik. Bupati dua periode ini berhasil menyabet penghargaan bergengsi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) sebagai Kabupaten Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji. Prestasi ini menjadikan Sumbawa Barat sebagai satu-satunya Kabupaten di Provinsi…
  • 50
    Jangan Politisasi Barapan Kebo !Maraknya event Barapan Kebo (Karapan Kerbau) akhir-akhir ini sungguh membuat kita bangga. Dukungan dari beberapa kalangan untuk terlestarinya tradisi pesta rakyat ini memang layak diacungi jempol. Sebutlah, PT. Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang selalu menjadi sponsor utama pada setiap event barapan kebo di seluruh penjuru Sumbawa. Tak ketinggalan, Pemerintah Kabupaten…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×