Menuju Aktualisasi Diri

Menu

Mode Gelap

KISI-KISI · 3 Mar 2012

Menuju Aktualisasi Diri


Menuju Aktualisasi Diri Perbesar

Setiap manusia dianugerahi potensi oleh Allah SWT. Namun nyatanya, tidak semua dapat mengaktualisasikan diri dengan baik. Sebagian beralasan keterbatasan nikmat menghambat mereka untuk lebih berprestasi. Atau, kemiskinan menghambat untuk beribadah lebih khusyuk kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW hidup dengan berbagai keterbatasan. Di usianya yang masih kanak-kanak, Rasulullah SAW sudah harus kehilangan rasa kasih sayang kedua orang tuanya. Ini membuat Rasulullah SAW harus mengisi masa remajanya dengan bekerja keras guna menafkahi dirinya.

Kecaman dari kaum Quraisy membuat Rasulullah SAW selalu terancam rasa amannya. Bahkan, selalu menjadi target pembunuhan kaum kafir Quraisy. Tapi, halangan demi halangan serta keterbatasan itu tak menjadikan Rasulullah SAW menjadi sosok yang tak berdaya.

Sebaliknya, Muhammad SAW akhirnya menjadi seorang saudagar di masa dewasanya. Kualitas ibadahnya jangan ditanya lagi, dan beliau seorang pemimpin yang amat bijaksana dan sukses. Bahkan, keberadaan beliau sebagai seorang pemimpin juga diterima oleh kaum non-Muslim sekalipun.

Semua ini bukti bahwa Rasulullah SAW mampu mengaktualisasikan dirinya dengan amat baik. Rasulullah SAW mampu menjalankan peran sebagai seorang hamba Allah SWT, pemimpin, kepala keluarga, panglima perang, seorang pedagang. Semua peran itu dijalankan sangat baik.

Apa rahasia di balik kesempurnaan aktualisasi diri Rasul SAW? ”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes air mani yang bercampur dan Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu kami jadikan ia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (QS Al-Insan [76]: 2-3).

Ini rahasia lain yang dinyatakan dalam Alquran, Allah SWT menambah nikmat-Nya kepada mereka yang bersyukur. Bahkan, Allah SWT akan memberikan lebih banyak lagi kepada yang bersyukur.

Ini karena mereka adalah orang-orang ikhlas yang puas dengan pemberian Allah SWT. Mereka ridha dengan karunia itu, dan menjadikan Allah SWT sebagai pelindung.

Keikhlasan dan keridhaan menerima berbagai keadaan inilah kunci sebuah aktualisasi diri. Sudah selayaknya setiap Muslim bersyukur, selain sebagai kewajiban terhadap segala pemberian dan anugerah Allah SWT. (*)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 58
    Islam Membenci PemalasPeribahasa mengatakan, “Induk burung tidak akan bisa memberi makan anaknya kalau ia tidak terbang dari sarangnya“, “Busur panah tidak akan pernah mengenai sasarannya jika tidak dilepaskan dari busumya“. Maksudnya adalah bahwa kita harus keluar dari rumah, berusaha, berpikir, dan mengerahkan segala kemampuan untuk mendapatkan rezeki Allah SWT. Karena Allah tidak…
  • 43
    Membangun DiriOrang mukmin yang kuat lebih baik dan disukai oleh Allah SWT daripada orang mukmin yang lemah. Demikian pernyataan Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Muslim. Kekuatan yang mendukung seseorang agar tampil sempurna terdiri dari kekuatan berpikir yang ditopang oleh ilmu pengetahuan, kekuatan jasmani yang sehat, dan kekuatan…
  • 39
    Pemimpin Itu TeladanSatu teladan itu lebih efektif dari seribu nasihat. Dan, lisan perbuatan itu lebih fasih daripada lisan perkataan. Satu contoh keteladanan dari Ali bin Abi Thalib menunjukkan betapa keteladanan itu sangat efektif menciptakan pranata sosial yang dicita-citakan Islam. Syahdan, pada suatu hari Aqil datang ke Ali bin Abi Thalib, ia menyambut…
  • 32
    Kisah Nyata: Akhir Hayat Penggemar Musik Dan Pencinta Al-Qur'anTatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.…
  • 32
    Mata HatiBashirah sama artinya dengan akal, kecerdikan, saksi, argumentasi, penjelasan, atau petunjuk. Menurut istilah tashawuf, arti bashirah adalah hati yang diterangi oleh sinar kepastian yang tersembunyi dan tidak tampak, yakni daya kalbu yang mempunyai kemampuan melihat hakikat sesuatu karena mendapat sinar dari nuur (cahaya ketuhanan). Daya yang demikian disebut pula dengan…
  • 30
    Bencana Alam Ataukah Murka Allah ?Kaum spiritualis percaya bahwa ALAM ini adalah SAUDARA BESAR manusia. Istilah kerennya adalah Makrokosmos sedangkan manusia adalah Mikrokosmosnya. Hubungan keduanya adalah hubungan yang tak dapat dipisahkan, karena keduanya saling mempengaruhi, baik langsung maupun tidak langsung. Perbuatan-perbuatan manusia yang baik berpengaruh langsung pada Alam serta lingkungannya. Sebaliknya jika manusia kerap berbuat…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Solusi Kurangi Praktik Politik Uang

15 April 2023 - 22:04

Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Solusi Kurangi Praktik Politik Uang - Pemilu 2024 Sumbawa Barat

Gaya Hidup Sederhana Pendiri Republik Indonesia

28 November 2022 - 09:45

Gaya Hidup Sederhana Pendiri Republik Indonesia - Proklamasi Indonesia

Semarakkan 10 Hari Bulan Dzulhijjah Seperti 10 Hari Bulan Ramadhan

4 Juli 2022 - 17:43

Semarakkan 10 Hari Bulan Dzulhijjah Seperti 10 Hari Bulan Ramadhan - Hukum Islam - Ibadah Shalat

Muhammadiyah Sumbawa Telah Ada Sebelum Indonesia Merdeka

5 Maret 2022 - 08:11

Muhammadiyah-Sumbawa-Telah-Ada-Sebelum-Indonesia-Merdeka-Persyarikatan-Muhammadiyah-Tempo-Dulu

Jalan Berliku Proyek Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat

4 September 2021 - 14:07

Jalan-Berliku-Proyek-Bendungan-Bintang-Bano-di-Sumbawa-Barat-Gunting-Pita-Tanda-Dimulainya-Proyek-Bendungan-Bintang-Bano-Pada-Tahun-2010

Hari Ini Tambora Meletus, Merubah Tatanan Dunia

10 April 2021 - 17:04

Tambora-Meletus-Tahun-1815
Trending di KISI-KISI
Don`t copy text!