fbpx
Menuju Aktualisasi Diri

Menuju Aktualisasi Diri

Setiap manusia dianugerahi potensi oleh Allah SWT. Namun nyatanya, tidak semua dapat mengaktualisasikan diri dengan baik. Sebagian beralasan keterbatasan nikmat menghambat mereka untuk lebih berprestasi. Atau, kemiskinan menghambat untuk beribadah lebih khusyuk kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW hidup dengan berbagai keterbatasan. Di usianya yang masih kanak-kanak, Rasulullah SAW sudah harus kehilangan rasa kasih sayang kedua orang tuanya. Ini membuat Rasulullah SAW harus mengisi masa remajanya dengan bekerja keras guna menafkahi dirinya.

Kecaman dari kaum Quraisy membuat Rasulullah SAW selalu terancam rasa amannya. Bahkan, selalu menjadi target pembunuhan kaum kafir Quraisy. Tapi, halangan demi halangan serta keterbatasan itu tak menjadikan Rasulullah SAW menjadi sosok yang tak berdaya.

Sebaliknya, Muhammad SAW akhirnya menjadi seorang saudagar di masa dewasanya. Kualitas ibadahnya jangan ditanya lagi, dan beliau seorang pemimpin yang amat bijaksana dan sukses. Bahkan, keberadaan beliau sebagai seorang pemimpin juga diterima oleh kaum non-Muslim sekalipun.

Semua ini bukti bahwa Rasulullah SAW mampu mengaktualisasikan dirinya dengan amat baik. Rasulullah SAW mampu menjalankan peran sebagai seorang hamba Allah SWT, pemimpin, kepala keluarga, panglima perang, seorang pedagang. Semua peran itu dijalankan sangat baik.

Apa rahasia di balik kesempurnaan aktualisasi diri Rasul SAW? ”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes air mani yang bercampur dan Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu kami jadikan ia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (QS Al-Insan [76]: 2-3).

Ini rahasia lain yang dinyatakan dalam Alquran, Allah SWT menambah nikmat-Nya kepada mereka yang bersyukur. Bahkan, Allah SWT akan memberikan lebih banyak lagi kepada yang bersyukur.

Ini karena mereka adalah orang-orang ikhlas yang puas dengan pemberian Allah SWT. Mereka ridha dengan karunia itu, dan menjadikan Allah SWT sebagai pelindung.

Keikhlasan dan keridhaan menerima berbagai keadaan inilah kunci sebuah aktualisasi diri. Sudah selayaknya setiap Muslim bersyukur, selain sebagai kewajiban terhadap segala pemberian dan anugerah Allah SWT. (*)

Don`t copy text!