Krisis Lapangan Kerja, Trend Warga KSB Mengadu Nasib ke Luar Negeri Melonjak Tajam

Krisis Lapangan Kerja, Trend Warga KSB Mengadu Nasib ke Luar Negeri Melonjak Tajam

Taliwang, KOBARKSB.com – Trend warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang memilih untuk mengadu nasib ke luar negeri menunjukkan lonjakan yang sangat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam buku Kabupaten Sumbawa Barat Dalam Angka 2026, fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa bekerja di luar negeri kini telah menjadi alternatif ekonomi utama bagi masyarakat setempat pasca normalisasi perjalanan internasional.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa Barat, Ni Ketut Alit Rahayu Hendrayani, memaparkan data yang menunjukkan kenaikan fantastis jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal KSB. Jika pada tahun 2021 tercatat hanya 28 orang yang berangkat, angka tersebut melesat menjadi 247 orang pada tahun 2022, dan terus merangkak naik hingga menyentuh angka 293 orang pada tahun 2024. Kenaikan yang mencapai lebih dari 900 persen dalam rentang tiga tahun ini menggambarkan besarnya minat masyarakat untuk mengejar peluang kerja di kancah global.

Wajah migrasi tenaga kerja asal KSB ini didominasi secara mutlak oleh kaum perempuan. Dari total warga yang bermigrasi, sebanyak 269 orang atau sekitar 91,8 persen adalah perempuan, sementara kelompok laki-laki hanya berjumlah 24 orang. Dominasi ini memberikan gambaran bahwa pasar kerja internasional yang menyerap tenaga kerja dari KSB mayoritas berada pada sektor-sektor yang secara tradisional diisi oleh perempuan, seperti asisten rumah tangga atau sektor pelayanan dan jasa di negara-negara tujuan.

Dekatkan Pelayanan, Dinsos KSB Buka Tiga Loket Khusus Program KSB Maju Sosial

Satu hal yang menjadi sorotan penting dalam laporan BPS ini adalah profil pendidikan para migran yang menunjukkan sebuah paradoks. Ternyata, kelompok lulusan SMA atau sederajat menjadi penyumbang terbesar dengan jumlah 146 orang, disusul lulusan SLTP sebanyak 104 orang. Fenomena ini berkelindan erat dengan fakta bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di KSB justru berada pada lulusan SMA yang mencapai 7,10 persen. Keterbatasan daya serap pasar kerja lokal terhadap lulusan menengah atas ini akhirnya mendorong mereka untuk bermigrasi demi mendapatkan penghasilan yang lebih menjanjikan.

Namun, arus migrasi ini tidak merata di seluruh wilayah KSB. Terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara kecamatan yang menjadi basis industri pertambangan dengan wilayah lainnya. Wilayah pusat kota seperti Kecamatan Taliwang menjadi pengirim PMI terbanyak dengan 116 orang, diikuti Brang Rea dan Poto Tano. Sebaliknya, wilayah lingkar tambang utama seperti Maluk dan Sekongkang hampir tidak mengirimkan warganya ke luar negeri, dengan catatan hanya satu dan dua orang saja. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan industri pertambangan di wilayah tersebut sangat efektif menyerap tenaga kerja lokal, sehingga warga setempat tidak merasakan urgensi ekonomi untuk bekerja lintas negara.

Terkait destinasi, negara-negara di kawasan Asia Timur masih menjadi magnet utama bagi para pencari kerja asal KSB. Taiwan berada di posisi teratas dengan 95 orang, disusul Hong Kong dengan 78 orang, dan Singapura sebanyak 38 orang. Pilihan terhadap negara-negara ini didorong oleh standar upah yang relatif tinggi serta sistem perlindungan tenaga kerja yang dianggap lebih baik dan teratur.

Alhamdulillah! 144 Jemaah Haji KSB Sehat Walafiat, Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Mulai 16 Juni

Secara keseluruhan, Ni Ketut Alit Rahayu Hendrayani melalui data BPS tersebut menyimpulkan bahwa migrasi tenaga kerja saat ini berfungsi sebagai “katup pengaman” ekonomi bagi masyarakat KSB, khususnya bagi para lulusan SMA yang tinggal di luar wilayah lingkar tambang. Meskipun secara makro angka pengangguran di kabupaten ini rendah, tingginya angka migrasi dari wilayah non-tambang mencerminkan adanya tantangan dalam pemerataan akses kesempatan kerja antara wilayah industri ekstraktif dengan wilayah pertanian maupun perkotaan lainnya di Bumi Pariri Lema Bariri. (krij)

About The Author

Trending

  • 91
    Lulusan SD di KSB Cepat Dapat Kerja, Sarjana dan Lulusan SMA Banyak yang NganggurTaliwang, KOBARKSB.com - Sebuah fenomena menarik sekaligus ironis terjadi di pasar tenaga kerja Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tahun 2025. Memiliki ijazah pendidikan tinggi ternyata bukan jaminan untuk lebih cepat mendapatkan pekerjaan. Data terbaru menunjukkan bahwa warga dengan latar belakang pendidikan rendah (SD dan SMP) justru jauh lebih cepat terserap di…
  • 82
    UMK KSB 2026 Rp 3,13 Juta, Sebanding dengan Daya Beli Warga Sebesar Rp 3,13 Juta per BulanTaliwang, KOBARKSB.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) secara resmi mensosialisasikan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026. Dalam kegiatan yang digelar di Killa Balad Resto, Taliwang, Rabu (20/05/2026), diumumkan bahwa UMK KSB ditetapkan sebesar Rp 3.136.468, yang merupakan angka tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara…
  • 78
    Seleksi Calon PPPK di Sumbawa Barat Diikuti Ribuan PesertaTaliwang, KOBARKSB.com - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi ribuan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), berjalan lancar. Hari pertama seleksi yang berlangsung Jum’at, (10/11), di gedung CAT milik Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dihadiri seluruh peserta. “Hari…
  • 78
    Disnaker KSB "Kecolongan" Lagi, Ratusan Orang Jadi Korban Perekrutan GelapTaliwang, KOBARKSB.com - Dugaan perekrutan tenaga kerja gelap kembali terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kali ini, PT MIA, perusahaan yang berada di bawah naungan PT PIL, dituding merekrut setidaknya 200 orang tanpa melalui prosedur yang benar. Publik pun mempertanyakan kembali komitmen Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) KSB dalam…
  • 78
    Bupati Amar Nurmansyah Ungkap Angka Kemiskinan KSB Turun dan Pendapatan Daerah Tembus Rp 2,8 TriliunTaliwang, KOBARKSB.com - Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian makro yang sangat positif. Hal ini ditandai dengan menurunnya angka kemiskinan secara signifikan hingga melonjaknya realisasi pendapatan daerah yang jauh melampaui target. Capaian impresif tersebut dipaparkan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah,…
  • 78
    Mulai April, ASN KSB Kerja dari Rumah Setiap JumatTaliwang, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi memulai transformasi budaya kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menerapkan skema Work From Home (WFH). Kebijakan yang akan berlaku setiap hari Jum’at ini mulai disosialisasikan secara intensif kepada seluruh jajaran perangkat daerah. Langkah ini ditandai dengan sosialisasi Surat Edaran Bupati…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×