Jakarta, KOBARKSB.com – Kejahatan di dunia maya kini semakin berevolusi dengan metode yang kian licik dan manipulatif. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui publikasi terbarunya, BESTI Edisi 54, mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat mengenai maraknya serangan impersonation atau penyamaran identitas. Modus terbaru yang kini sedang tren adalah pelaku penipuan yang menyamar sebagai aparat kepolisian atau tim pemulihan aset, yang justru menargetkan masyarakat yang sebelumnya sudah pernah menjadi korban penipuan finansial.
Para pelaku kejahatan ini menjalankan aksinya dengan sangat rapi dan terencana. Mereka biasanya menghubungi calon korban melalui pesan pribadi atau media sosial dengan mengaku sebagai “penyelamat”. Dengan menggunakan atribut profil layaknya Polisi Siber atau lembaga resmi, mereka menawarkan bantuan untuk melacak dan mengembalikan dana korban yang hilang dicuri oleh penipu sebelumnya. Narasi yang dibangun seolah-olah memberikan angin segar bagi korban yang sedang putus asa, padahal ini adalah pintu masuk menuju jebakan eksploitasi kedua kalinya.
Tingkat kecanggihan sindikat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. BSSN mengungkapkan bahwa demi meyakinkan korbannya, para pelaku tidak segan memfabrikasi bukti-bukti palsu. Mereka mengirimkan dokumen digital seperti surat kuasa atau laporan pelacakan dana yang didesain menyerupai dokumen resmi instansi negara. Bahkan, teknologi Deepfake atau kecerdasan buatan kini mulai dimanfaatkan untuk memanipulasi wajah dan suara saat melakukan panggilan video, sehingga pelaku terlihat seperti petugas asli yang sedang berseragam lengkap, membuat korban semakin sulit membedakan mana yang asli dan palsu.
Masyarakat perlu memahami bahwa para pelaku ini mendapatkan data targetnya melalui pemindaian digital di media sosial. Mereka memantau percakapan publik di platform seperti X, Instagram, atau Facebook dengan mencari kata kunci terkait penipuan. Korban yang sering mencurahkan isi hatinya atau membagikan kronologi penipuan yang dialaminya secara detail di ranah publik, tanpa sadar sedang menyerahkan data kerentanannya kepada sindikat penipu baru ini.
Jebakan utama dari modus ini terletak pada permintaan sejumlah uang di akhir skenario. Setelah meyakinkan korban bahwa dana yang hilang telah ditemukan atau dibekukan, pelaku akan berdalih bahwa pencairan dana tersebut terhambat masalah administrasi birokrasi. Korban kemudian didesak untuk segera mentransfer sejumlah uang sebagai pajak atau biaya admin ke rekening pribadi pelaku. BSSN menegaskan bahwa aparat hukum atau lembaga resmi tidak akan pernah meminta masyarakat mentransfer uang ke rekening perorangan untuk alasan apapun dalam proses penyidikan.
Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada janji manis pengembalian dana yang instan dan tidak realistis. Jika menghadapi situasi seperti ini, langkah paling bijak adalah segera memutus komunikasi dan memblokir nomor pelaku. Mengikhlaskan uang yang sudah hilang sebagai kerugian masa lalu jauh lebih baik daripada harus kehilangan uang lagi demi harapan palsu yang ditawarkan oleh penipu berkedok aparat ini. (knda)
About The Author
Trending
- 57
Jakarta, KOBARKSB.com - Waspada terhadap pesan WhatsApp atau telepon dari nomor tak dikenal yang menawarkan pinjaman dana cepat. Sindikat pinjaman daring (pinjol) ilegal kini semakin nekat dan canggih dalam menjerat korbannya. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap bahwa para pelaku kejahatan ini tidak segan mencatut logo Otoritas Jasa… - 50
Sumbawa, KOBAR - Hingga saat ini, jenis Kerbau Belang asal Sumbawa dilaporkan masih belum bisa tertandingi di perdagangan pasar domestik. Selain Kerbau Belang, Sapi, Kuda, Sarang Burung Walet, Jagung, dan beberapa komoditas unggulan Sumbawa lainnya, tercatat mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Demikian disampaikan, Ida Bagus Putu Raka Ariana, Kepala… - 49
Taliwang, KOBARKSB.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa Barat melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bima bersiap melaksanakan lelang eksekusi barang rampasan negara. Objek lelang yang akan dilepas ke publik kali ini berupa delapan bidang tanah yang berlokasi di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat dengan total luas mencapai 54.203 meter… - 48
Taliwang, KOBARKSB.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dilaporkan telah menanam seratus pohon kurma di Kompleks Kemutar Telu Center (KTC), Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Kita telah menanam seratus pohon kurma di Kompleks KTC hari Jum'at. Pohon kurma yang kita tanam adalah pohon… - 47
Taliwang, KOBARKSB.com - 2 hari setelah penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kota Mataram, Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, langsung menyerahkan bonus berupa uang tunai kepada para atlet Sumbawa Barat peraih medali Porprov XI NTB 2023. “Ini sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa… - 47
Yogyakarta, KOBARKSB.com - Sebanyak 75 ekor Tokek Rumah (Gekko gecko) telah diperiksa oleh pejabat karantina dan direkomendasikan untuk dilakukan pembebasan dengan diterbitkan Sertifikat Kesehatan Hewan (Health Certificate), sehingga reptil ini layak dan siap diekspor ke luar negeri. “75 ekor tokek rumah atau gekko gecko ini bernilai USD 1.500 atau setara…
Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





Komentar