KSB Maju: Anggaran Megah, Eksekusi Payah

Kartu Sumbawa Barat Maju

Di hadapan kita tersaji sebuah dokumen visi yang megah: “Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2025-2030”. Dibungkus dalam presentasi yang apik, penuh dengan infografis berwarna dan foto-foto seremonial, pemerintah daerah memaparkan sebuah mimpi transformatif bernama “KSB Maju Luar Biasa”. Angka-angka triliunan rupiah digelontorkan untuk program-program unggulan—mulai dari “Kartu Sumbawa Barat Maju” yang menyentuh hajat hidup orang banyak hingga proyek-proyek klaster ekonomi baru.

Di atas kertas, semua tampak sempurna. Visi “Terwujudnya KSB Maju Luar Biasa menuju Transformasi Kesejahteraan Masyarakat” adalah janji surga. Siapa yang tidak tergiur dengan Bantuan Uang Pangkal Pendidikan hingga miliaran rupiah, Bantuan Pendamping Pasien Rujukan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, hingga santunan untuk lansia dan yatim piatu? Dokumen ini adalah etalase gemerlap dari sebuah niat baik yang didukung anggaran fantastis.

Tingkatkan Profesionalisme, PWI Sumbawa Barat Kirim 17 Wartawan Ikuti OKK dan UKW Lanjutan di Mataram

Namun, di balik kilau presentasi dan angka-angka nol yang berderet, terhampar sebuah realitas yang ironis dan pahit. Realitas yang dialami langsung oleh warga—target sesungguhnya dari program ini. Laporan investigasi kobarksb.com beberapa waktu lalu tentang semrawutnya pelayanan KSB Maju di Bank NTB Syariah adalah antitesis dari visi megah tersebut. Warga yang seharusnya dipermudah justru terjebak dalam labirin birokrasi yang “jelimet” dan “mempersulit”.

Di sinilah letak paradoks terbesarnya. Pemerintah berhasil merancang “apa” yang akan diberikan—bantuan pendidikan, kesehatan, sosial—dengan detail anggaran yang presisi. Namun, mereka tampaknya gagal total dalam merancang “bagaimana” bantuan itu sampai ke tangan rakyat dengan mudah, cepat, dan bermartabat. Visi besar di ruang banggar DPRD seolah tak berdaya menghadapi kenyataan di lorong antrian bank.

Peluang Emas! PT Freeport Indonesia Buka 91 Lowongan Kerja dan Program Magang Mahasiswa

Dokumen Rencana Kerja ini sama sekali tidak menyinggung soal mitigasi kerumitan birokrasi. Ia berbicara tentang “Fungsi Kontrol”, namun kontrol macam apa yang ada jika seorang ibu yang anaknya sakit harus “dipingpong” dari kelurahan ke dinas sosial, lalu kembali lagi, hingga akhirnya menyerah dan memilih jalur BPJS? Di mana peran Agen PDPGR dan Tim KSB Maju yang seharusnya menjadi jembatan, bukan tembok tambahan?

Keberadaan mereka yang seharusnya proaktif mendata, mendampingi, dan memfasilitasi warga yang paling membutuhkan—terutama lansia dan mereka yang berpendidikan rendah—justru tidak terasa. Akibatnya, program yang didesain untuk kaum papa ini malah lebih mudah diakses oleh mereka yang punya waktu, tenaga, dan literasi birokrasi yang cukup. Ini adalah kegagalan fundamental pada “mil terakhir” penyaluran bantuan.

Program KSB Maju, dengan segala turunannya, berisiko menjadi sekadar simulakra: sebuah program yang tampak hebat dari luar, sempurna dalam laporan pertanggungjawaban, namun gagal menyentuh esensi tujuannya. Keberhasilan sebuah program bantuan sosial tidak diukur dari jumlah kartu yang dicetak atau total anggaran yang dialokasikan—seperti yang dibanggakan dalam dokumen (51.016 KK sasaran dengan total alokasi Rp 1,78 Miliar hanya untuk pembuatan kartu).

Keberhasilan sejati diukur dari senyum lega seorang petani yang asuransinya terbayar tanpa ribet. Diukur dari seorang ibu yang bisa fokus merawat anaknya yang dirujuk tanpa pusing memikirkan administrasi. Diukur dari martabat warga yang tidak perlu mengemis informasi atau mengantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan haknya.

Perkuat Keahlian Abad 21, UNDOVA dan AMMAN Gelar Pelatihan Literasi AI Ready ASEAN di Sumbawa Barat

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat harus segera turun dari menara gading perencanaan dan menyentuh langsung urat nadi persoalan di lapangan. Evaluasi total terhadap mekanisme penyaluran adalah sebuah keniscayaan. Sederhanakan alur, perjelas informasi, dan yang terpenting, fungsikan secara maksimal para agen dan tim pendamping sebagai pelayan sejati, bukan sekadar pelengkap administrasi.

Jika tidak, Rencana Kerja 2025-2030 yang megah ini hanya akan menjadi dokumen arsip yang indah, sementara rakyat terus berjuang dengan peluh dan lelah untuk sekadar merasakan janji kesejahteraan yang tertulis di dalamnya. **KOBARKSB.com

About The Author

Trending

  • 83
    Birokrasi KSB Maju Berbelit, Warga: "Daripada Ribet, Lebih Baik Tidak!"Taliwang, KOBARKSB.com - Program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju), yang digadang-gadang sebagai solusi kesejahteraan masyarakat, justru menuai keluhan di lapangan. Proses pembuatan dan pencairan yang dinilai semrawut dan jelimet membuat sebagian warga yang berhak justru enggan dan sungkan untuk mengurusnya. Berdasarkan pantauan di…
  • 79
    Survei MEDIAN: KSB Maju Pendidikan dan Kesehatan Dipuji, Dinas Sosial Dapat Rapor MerahTaliwang, KOBARKSB.com - Enam bulan setelah dilantik, kinerja pemerintahan Bupati Amar Nurmansyah dan Wakil Bupati Hj. Hanipah periode 2025-2030 mulai dievaluasi melalui kacamata publik. Lembaga Media Survei Nasional (MEDIAN) merilis hasil survei kepuasan masyarakat terhadap program unggulan Kartu KSB Maju, yang menunjukkan gambaran dua sisi mata uang: keberhasilan gemilang di…
  • 79
    Musrenbang KSB 2026: 446 Usulan Masyarakat Resmi Diakomodasi dalam RKPD 2027Taliwang, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menunjukkan komitmen kuat dalam menyerap aspirasi warga. Dari total 474 usulan pembangunan yang masuk melalui berbagai tahapan, sebanyak 446 usulan resmi diakomodasi untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Kesepakatan ini menjadi salah satu hasil krusial dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan…
  • 78
    Kepuasan Publik KSB Tembus 69%, Namun Brang Rea dan Sekongkang "Lampu Kuning"Taliwang, KOBARKSB.com - Kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) periode 2025-2030 mendapat sentimen positif dari mayoritas masyarakat, dengan angka kepuasan publik mencapai 69,0%. Temuan ini merupakan hasil survei yang dirilis oleh Media Survei Nasional (MEDIAN), yang menjadi modal kepercayaan kuat bagi pemerintah daerah. Namun, di balik angka agregat yang meyakinkan…
  • 77
    Hairul Resmi Jabat Sekda Sumbawa BaratTaliwang, KOBARKSB.com - Tongkat estafet kepemimpinan birokrasi tertinggi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini resmi beralih. drh. Hairul, M.M., secara definitif dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat oleh Bupati H. Amar Nurmansyah. Upacara pelantikan yang berlangsung khidmat dan penuh harapan ini digelar di Pendopo Bupati,…
  • 76
    Tingkatkan Daya Saing, Pemda KSB Dorong IKM Ciptakan Inovasi Motif TenunTaliwang, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus berupaya meningkatkan daya saing produk tenun lokal. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendorong para penenun untuk menciptakan inovasi motif agar produk yang dihasilkan lebih variatif, modern, dan mampu menembus pasar yang lebih…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×