Penduduk Kota Mataram Miliki Umur Harapan Hidup Terlama di NTB

Penduduk Kota Mataram Miliki Umur Harapan Hidup Terlama di NTB - Tempat Wisata Mataram

Mataram, KOBARKSB.com – Kota Mataram kembali menunjukkan keunggulannya dalam hal kualitas hidup, dengan catatan umur harapan hidup (UHH) penduduknya yang tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mengungkapkan bahwa tidak hanya Kota Mataram yang memiliki UHH terlama di provinsi ini, namun juga secara signifikan melampaui rata-rata UHH provinsi, baik untuk laki-laki maupun perempuan.

BPS NTB merilis data yang menunjukkan perbedaan mencolok antara UHH di Kota Mataram dengan rata-rata UHH di NTB. Data ini semakin menegaskan bahwa Kota Mataram berhasil menciptakan lingkungan yang kondusif bagi warganya untuk hidup lebih lama. Perbandingan ini penting untuk memberikan konteks yang lebih luas dan menggarisbawahi keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di ibukota provinsi ini.

Cetak Tenaga Kerja Kelas Wahid, 32 Pemuda KSB Bakal Digembleng UT School Semarang Berstandar BNSP

Berdasarkan data metode lama, pada tahun 2023, UHH laki-laki di Kota Mataram tercatat sebesar 70,59 tahun. Jika dibandingkan dengan rata-rata UHH laki-laki di NTB yang berkisar antara 65 hingga 67 tahun, terlihat jelas keunggulan Kota Mataram. Sementara itu, UHH perempuan di Kota Mataram mencapai 74,61 tahun, angka yang juga jauh di atas rata-rata UHH perempuan di NTB yang berkisar antara 69 hingga 71 tahun. Perbedaan ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan tingkat kesejahteraan dan akses terhadap layanan kesehatan yang lebih baik di Kota Mataram.

Data yang dihitung dengan metode baru (Hasil Long Form SP2020) juga menunjukkan pola yang serupa. Pada tahun 2023, UHH laki-laki di Kota Mataram mencapai 72,08 tahun, jauh lebih tinggi dari rata-rata UHH laki-laki di NTB yang berkisar antara 69 hingga 70 tahun. Demikian pula, UHH perempuan di Kota Mataram mencapai 77,36 tahun, melampaui rata-rata UHH perempuan di NTB yang berada pada kisaran 73 hingga 74 tahun. Perbedaan ini semakin menegaskan bahwa Kota Mataram berhasil mengoptimalkan berbagai faktor yang mendukung peningkatan UHH.

Didukung Google.org dan ASEAN Foundation, UNDOVA Bersama AMMAN Gembleng Dosen dan Mahasiswa Kuasai AI

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat

Perbandingan dengan rata-rata provinsi ini menyoroti beberapa poin penting. Pertama, Kota Mataram berhasil mengimplementasikan kebijakan dan program kesehatan yang lebih efektif. Kedua, akses terhadap fasilitas kesehatan, gizi, dan lingkungan hidup yang sehat di Kota Mataram tampaknya lebih baik dibandingkan wilayah lain di NTB. Ketiga, kesadaran masyarakat Kota Mataram akan pentingnya kesehatan dan gaya hidup sehat juga turut memberikan kontribusi positif.

Keunggulan Kota Mataram dalam UHH tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga capaian ini. Pemerintah Kota Mataram diharapkan terus berinovasi dan berinvestasi dalam sektor kesehatan. Sementara itu, masyarakat diharapkan terus menjaga pola hidup sehat dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada dengan bijak.

Meskipun demikian, perbedaan signifikan antara UHH Kota Mataram dengan rata-rata provinsi juga mengindikasikan adanya pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah di kabupaten/kota lain. Perlu adanya upaya yang lebih serius untuk mengejar ketertinggalan dalam hal kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga semua warga NTB dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik.

Data UHH yang dirilis oleh BPS NTB menjadi pengingat penting akan pentingnya pembangunan yang merata. Dengan adanya perbandingan ini, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menciptakan NTB yang lebih sehat dan sejahtera bagi semua. (kdon)

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Bupati KSB Tegaskan Kemajuan Tak Boleh Hanya Dinikmati Sebagian Pihak

About The Author

Trending

  • 59
    Stunting di KSB Turun ke 6,7 Persen, Intervensi Serentak Jangkau 65 Desa di 8 KecamatanJereweh, KOBARKSB.com - Langkah percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan data e-PPGBM terbaru, angka stunting di daerah ini berhasil ditekan dari 7,10 persen pada Desember 2025 menjadi 6,7 persen saat ini. Capaian positif tersebut semakin diperkuat dengan peluncuran (launching) Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan…
  • 57
    Jangan Lewatkan! Kesempatan Operasi Bibir Sumbing Gratis untuk Warga Sumbawa BaratTaliwang, KOBARKSB.com - Kabar gembira datang bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat, khususnya bagi keluarga yang memiliki buah hati dengan kondisi bibir sumbing, celah bibir, maupun lelangit. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Kesehatan secara resmi menghadirkan layanan bakti sosial berupa operasi gratis sebagai bentuk kepedulian nyata dalam meningkatkan kualitas…
  • 57
    Gempur Narkotika di Sumbawa Barat, RSUD Asy-Syifa’ dan BNN Perkuat Sinergi Rehabilitasi MedisTaliwang, KOBARKSB.com - Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam memerangi penyalahgunaan narkotika semakin dipertegas melalui langkah kolaboratif lintas instansi. Pada Rabu (29/4/2026), RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat resmi memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa Barat guna meningkatkan kualitas serta akses layanan rehabilitasi bagi masyarakat. Kunjungan Kepala BNN Kabupaten…
  • 57
    Tanpa Potongan! 365 Warga KSB Terima Uang Duka Program KSB Maju SosialTaliwang, KOBARKSB.com - Komitmen transparansi dan kepedulian sosial terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 365 warga Bumi Pariri Lema Bariri telah menerima bantuan uang duka melalui program Kartu Sumbawa Barat (KSB) Maju Sosial. Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) KSB, Andi Suwandi, menegaskan…
  • 55
    Berhasil Tekan Angka Stunting, Pemda KSB Dapat Penghargaan dari BKKBN RIMataram, KOBARKSB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (Pemda KSB) mendapat penghargaan dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, karena berhasil menjadi kabupaten dengan angka stunting terendah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).  Penghargaan ini diserahkan Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, kepada Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, di Mataram,…
  • 55
    Wabup Hanipah Percepat Penyaluran Bantuan KSB Maju Pendidikan, Ribuan Siswa di Sumbawa Barat Telah Terima ManfaatTaliwang, KOBARKSB.com - Wajah-wajah ceria ratusan siswa dari tiga sekolah dasar di Taliwang menyambut kedatangan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt. M.M.Inov., pada Selasa (5/8). Momen ini menandai kelanjutan Roadshow hari ke-12 penyerahan Bantuan Layanan KSB Maju Pendidikan, sebuah program yang dirancang untuk memastikan setiap anak di Sumbawa Barat…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini





Pilihan Editor





Don`t copy text!
×
×