Telan Biaya US$ 3 Miliar, Smelter PT Freeport Indonesia Ditarget Beroperasi Tahun 2024

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Telan Biaya US$ 3 Miliar, Smelter PT Freeport Indonesia Ditarget Beroperasi Tahun 2024 - Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur

Telan Biaya US$ 3 Miliar, Smelter PT Freeport Indonesia Ditarget Beroperasi Tahun 2024

Gresik, KOBARKSB.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) yang tergabung dalam holding pertambangan BUMN bernama Mining Industry Indonesia (MIND ID) mengumumkan telah menetapkan mengambil utang US$ 3 miliar atau senilai Rp 45 triliun untuk biaya pembangunan Smelter (Pabrik Peleburan Tembaga dan Pengolahan Logam Mulia) di Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur, seluas 100 hektar.

Master Plan Smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE)

Saat ini, Indonesia memiliki 51,24 persen saham PT Freeport Indonesia, yang merupakan gabungan kepemilikan MIND ID dan BUMD Papua; PT Indonesia Papua Metal Dan Mineral. Sementara 48,76% masih dikuasai Freeport-McMoRan Inc.

JIIPE merupakan kawasan terpadu pertama di Indonesia, dengan luas total 3.000 hektar, yang terdiri dari kawasan industri, pelabuhan multiguna, pusat logistik, kawasan berikat, kawasan rekreasi, kawasan komersial, dan kota residensial. Berlokasi di Gresik, JIIPE akan menjadi pusat industri paling strategis di Indonesia. 

Dengan luas 1.761 hektar untuk kawasan industri, 400 hektar untuk pelabuhan multiguna, dan 800 hektar untuk perumahan township, JIIPE menawarkan 3 moda transportasi untuk menjangkau pasar domestik dan global internasional. Terletak strategis di mulut Selat Madura, pelabuhan JIIPE akan menjadi pelabuhan terdalam di Jawa Timur (-16 LWS). 

Tony Wenas

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengungkapkan, bahwa dibutuhkan 5 tahun hingga pembangunan smelter ini selesai, atau paling cepat menurutnya bisa beroperasi sepenuhnya pada tahun 2024. 

“Proyek ini akan menjadi smelter single line terbesar di dunia. Dengan begitu, waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan lebih lama dibandingkan skala yang lebih kecil,” kata Tony Wenas.

Smelter Manyar, beber Tony, memiliki kapasitas pengolahan konsentrat tembaga sebesar 2 juta ton per tahun. Jika ditambah dengan kapasitas smelter PT Smelting sebesar 1 juta ton konsentrat tembaga per tahun, total PTFI akan mampu mengolah 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Freeport Indonesia merupakan pemilik 39,5 persen saham PT Smelting.

“Tahun ini progres pengerjaan Smelter Manyar bisa mencapai 50 persen dan ditargetkan bisa beroperasi penuh pada 2024,” ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.

Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur, Indonesia

Sebelumnya, 12 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo, telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan smelter baru milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (SEZ JIIPE) Gresik, Jawa Timur. 

Pabrik Peleburan Tembaga dan Pengolahan Logam Mulia yang dibangun di JIIPE merupakan proyek penguatan industri hilir logam nasional di Indonesia. JIIPE adalah proyek strategis nasional yang dipromosikan bersama oleh PT AKR Corporindo Tbk., (AKRA.IJ) bersama dengan Pelindo III milik Negara, yang mengintegrasikan kawasan industri dengan pelabuhan dalam dan utilitas lainnya.

Groundbreaking Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di JIIPE oleh Presiden Jokowi

Proyek Smelter Tembaga Freeport dibangun di KEK JIIPE Gresik dengan nilai investasi US$ 3 miliar atau setara Rp 45 triliun. Smelter ini akan menjadi pertambangan 5G pertama di Asia Tenggara yang memproses 1,7 juta MT konsentrat tembaga dan 35-54 MT emas per tahun. Investasi ini akan menghasilkan potensi pendapatan lebih dari $ 5 miliar per tahun. 

Selain memberikan kontribusi pendapatan bagi Indonesia, proyek ini juga akan menyerap 40 ribu tenaga kerja selama masa konstruksi, serta membutuhkan dukungan listrik, air, dan utilitas pelabuhan dari KEK JIIPE Gresik.

“Kedatangan PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE di Gresik akan menjadi faktor penarik yang kuat bagi industri lain untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di industri turunan tembaga. Kami akan terus mendukung pengembangan infrastruktur, serta kemudahan proses bisnis. Selain itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Gresik akan turut andil dalam memenuhi kebutuhan SDM KEK Gresik untuk menjadikan Indonesia lebih menarik sebagai tujuan investasi,” demikian Presiden Jokowi. (knda)

About Post Author

Don`t copy text!