fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Indonesia Banjir Investasi, Rp 92,3 Triliun Untuk Kawasan Ekonomi Khusus - KEK Mandalika Lombok NTB

Indonesia Banjir Investasi, Rp 92,3 Triliun Untuk Kawasan Ekonomi Khusus

“Pemerintah Daerah Harus Miliki Komitmen Kuat Dukung Investasi”

Jakarta, KOBAR – Realisasi investasi pelaku usaha di 19 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di seluruh Indonesia dilaporkan telah mencapai Rp 32,76 triliun, atau 35,5% dari komitmen yang telah dijanjikan, yakni, Rp 92,3 triliun. Investasi di 19 KEK tersebut telah menyerap tenaga kerja sebanyak 26.741 orang, serta menciptakan ekspor sebesar Rp 3,66 triliun pada tahun 2021.

Peta KEK Indonesia Tahun 2021

“Hingga Juli 2021 ini, telah terdapat 166 pelaku usaha atau investor yang menanamkan modalnya di KEK. Dan telah menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak 26.741 orang, serta menciptakan ekspor sebesar Rp 3,66 triliun pada tahun 2021,” beber  Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, dalam keterangan pers, Kamis, (17/9).

Peta Sebaran KEK Indonesia Tahun 2021

Hingga saat ini, terangnya, Pemerintah telah menetapkan 19 KEK, yang terdiri dari 11 KEK Industri dan 8 KEK Pariwisata. Dari 19 KEK tersebut, 12 KEK telah beroperasi dan 7 KEK sedang dalam tahap pembangunan. KEK yang sudah beroperasi, diantaranya; KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara, KEK Tanjung Lesung di Banten, KEK Palu, KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), serta KEK Galang Batang di Jawa Tengah.

Sistem aplikasi KEK, lanjutnya, telah dibangun dan dikembangkan oleh Lembaga National Single Window (LNSW), berkolaborasi dengan Sekdenas KEK, Direktorat Jenderal Pajak, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, untuk memberikan kemudahan bagi Badan Usaha dan Pelaku Usaha dalam memperoleh fasilitas KEK.

Airlangga Hartarto

Untuk memperoleh fasilitas fiskal tersebut, tambahnya, Badan Usaha dan Pelaku Usaha di KEK dalam kegiatan pemasukan, perpindahan dan pengeluaran barang, wajib menggunakan Sistem Aplikasi di KEK, dengan prinsip dokumen tunggal (single document) melalui sistem elektronik.

“Hingga bulan Agustus 2021, sebanyak 129 badan usaha telah mendaftarkan profil mereka ke dalam sistem aplikasi khusus di KEK. Terdapat 11 dokumen pengajuan masterlist dengan nilai barang mencapai Rp 740 miliar. Dan terdapat 65 dokumen Pengajuan Pemberitahuan Jasa KEK (PJKEK),” jelas Airlangga.

Profil KEK Mandalika Lombok NTB

Untuk merealisasikan target investasi dan guna memperlancar operasional KEK, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, tandas Airlangga, diharapkan untuk memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung operasional dan pengembangan KEK, dengan memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan, agar investasi di KEK dapat berjalan melalui penerbitan Peraturan Daerah (Perda), sesuai dengan amanat UU Cipta Kerja.

“Selain itu, dibutuhkan komitmen dan profesionalisme Badan Usaha Pembangun dan Badan Usaha Pengelola dalam mengelola KEK, untuk memenuhi target yang telah disepakati dengan Dewan Nasional KEK,” tutup Airlangga Hartarto. (knda)

Don`t copy text!