fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Universitas Muhammadiyah Malaysia Resmi Berdiri, Jadi Perguruan Tinggi Indonesia Pertama di Luar Negeri - Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM)

Universitas Muhammadiyah Malaysia Resmi Berdiri, Jadi Perguruan Tinggi Indonesia Pertama di Luar Negeri

Jakarta, KOBAR – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir MSi, mengumumkan, bahwa Muhammadiyah telah resmi mendirikan sebuah perguruan tinggi di Malaysia, dengan nama Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Surat Kelulusan pendirian ini diterbitkan pada 5 Agustus 2021 oleh Kementerian Pengajian Tinggi Malaysia. UMAM menjadi universitas ke-164 yang didirikan oleh Muhammadiyah, dan menjadi perguruan tinggi Indonesia pertama di luar negeri.

“Pendirian UMAM itu merupakan tonggak baru pendirian perguruan tinggi Indonesia pertama di luar negeri. Jadi, UMAM merupakan perguruan tinggi Indonesia pertama di luar negeri,” kata Haedar, dalam konferensi pers, Kamis, (12/8).

Menurut Haedar, jalan yang dilalui PP Muhammadiyah membuka perguruan tinggi di negeri orang tidaklah mudah. Upaya dimulai dengan pendirian Perseroan Terbatas (Sendirian Berhad) di Malaysia pada tanggal 8 Februari 2017, dengan nama University Consortium Muhammadiyah Malaysia (UCMM) Konsortium Sdn Bhd.

“Kami sampaikan sebagai milestone, tonggak, yang dimaksudkan sebagai terusan gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa, dan pengembangan perguruan tinggi di ranah global, di kawasan negara serumpun,” jelasnya.

UCMM ini, terangnya, didirikan atas nama Haedar Nashir, Mohd Noh Bin Dalimin, Ahmad Dahlan Rais, dan Marpuji Ali Muanam. Proses dilanjutkan dengan usaha pengajuan kelulusan, dengan melengkapi seluruh dokumen yang diperlukan. Proses ini, tutur Haedar, memakan waktu hingga lebih dari 3 tahun.

Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tahapan ini, lanjutnya, berlangsung di bawah koordinasi Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Prof Dr H. Bambang Setiaji, bersama Tim yang dibentuk Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Pimpinan Muhammadiyah langsung bersama PP Muhammadiyah lainnya itu, bersama tim dan Majelis Dikti, langsung kita bertemu dengan Menteri Pengajian Tinggi. Artinya, Menteri Pendidikan, yang saat itu dijabat oleh Dr Maszlee Malik, yang kami bertemu dengan pejabatnya yang responsnya positif,” beber Haedar.

Setelah itu, lanjutnya, pihak Muhammadiyah bertemu dan bersilaturahmi kepada Tuanku Raja Perlis, serta Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPS). Dilanjutkan sejumlah pertemuan lainnya kepada berbagai pihak oleh Tim UMAM. Usaha pendirian universitas ini mendapatkan dukungan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim, pada 7 September 2020.

“Tak hanya dari Indonesia, dukungan penuh datang dari pihak Kerajaan Perlis dan Majelis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis, lewat surat yang ditandatangani pada 8 Oktober 2020. Setelah dokumen lengkap, Pak Waluyo Adi (dosen UM Surakarta) bersama tim, presentasi pada 2 Juni 2021 di hadapan kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, sebagai wujud dari pertanggungjawaban proses legal,” tuturnya. 

Pada tanggal 10 Agustus 2021, lanjutnya, atau bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriah, SK Kelulusan Pendirian dibacakan oleh Ketua Pengarah Jabatan Pendidikan Tinggi Malaysia, Prof. Dato Dr. Husaini Bin Omar. Pada acara yang berlangsung secara virtual tersebut, turut hadir Raja Perlis DYTM Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, delegasi PP Muhammadiyah, serta MAIPS.

“Pada tanggal 2 Muharram 1443 H (11 Agustus 2021), Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima salinan resmi Surat Kelulusan UMAM, bahwa universitas yang diusulkan oleh syarikat UCMM Konsortium Sdn Bhd. Yaitu, Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), dinyatakan lulus sebagai Institusi Pendidikan Tinggi Swasta (IPTS) Malaysia,” demikian Ketua Umum PP Muhammadiyah. (knda)

Don`t copy text!