fbpx
Karena Alasan Perikehewanan, Eliminasi Anjing Liar Sulit Dilakukan

Karena Alasan Perikehewanan, Eliminasi Anjing Liar Sulit Dilakukan

“Vaksinasi Digencarkan Untuk Mencegah Wabah Rabies”

Taliwang, KOBAR – Angka kasus korban gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Sumbawa yang meningkat tajam beberapa pekan terakhir, membuat Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai tetangga terdekat, melakukan langkah antisipasi dan siaga. Salah satunya dengan menggencarkan vaksinasi terhadap hewan penular rabies di KSB.

“Meningkatnya angka kasus rabies di Sumbawa, membuat kami di KSB meningkatkan kewaspadaan. Apalagi kemarin telah ada seorang warga Alas yang meninggal dan dinyatakan positif terpapar virus rabies,” tutur Jamilatun SPt, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian KSB, Senin, (15/3).

Guna mencegah masuknya wabah rabies ke KSB, terangnya, maka pihaknya bersama instansi terkait memperketat lalu lintas hewan yang masuk ke Sumbawa Barat. Sejumlah pintu masuk ke KSB, katanya, dijaga ketat oleh petugas gabungan. 

“Kami lakukan penjagaan di Poto Tano dan juga Talonang. Kendati demikian, ada saja orang yang mencoba menyelundupkan hewan peliharaannya masuk ke KSB. Walau pada akhirnya ketahuan juga oleh petugas kami,” bebernya.

Disamping itu, lanjut Jamilatun, sejumlah hewan penular rabies yang berada di wilayah perbatasan telah disuntik vaksin rabies. Ini dilakukan dan akan terus dilaksanakan, sebagai salah satu langkah antisipasi mencegah wabah rabies terjadi di KSB.

“Puluhan anjing peliharaan yang ada di Poto Tano telah kami beri vaksin rabies. Yang jadi masalah adalah anjing liar yang berkeliaran. Eliminasi sebenarnya, menjadi langkah yang paling efektif untuk memberantas anjing-anjing liar itu,” jelasnya.

Meskipun eliminasi menjadi langkah efektif untuk memberantas anjing liar, kata Jamilatun, tapi karena alasan perikehewanan yang didengungkan oleh para pecinta hewan, membuat pemerintah kesulitan untuk melakukan eliminasi dengan cara memberi racun kepada anjing liar yang berkeliaran.

“Obat atau racun untuk eliminasi tidak lagi dijual di pasaran. Sehingga hanya dengan cara dibunuh dengan tombak menjadi pilihan kami sekarang. Tapi itu memang tidak mudah. Langkah terbaik untuk eliminasi anjing liar terus kami diskusikan,” ungkap Jamilatun.

Bagi para pemilik hewan peliharaan, ia mengajak untuk membawa hewan peliharaannya ke Puskeswan terdekat untuk divaksin rabies. Vaksinasi rabies, jelasnya, penting untuk setiap hewan peliharaan, agar tidak terpapar virus rabies. Karena hewan peliharaan adalah pengantar virus rabies yang paling dekat dengan manusia.

“Yang punya hewan peliharaan pembawa rabies, silahkan bawa hewan peliharaannya ke Puskeswan terdekat di masing-masing Kecamatan untuk disuntik vaksin. Petugas kami selalu siap melayani,” demikian Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian KSB. (kdon)

Don`t copy text!