fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

dr Reisa: Pandemi Belum Berakhir, Tetap Disiplin 3M

Jakarta, KOBAR – Satgas Penanganan Covid-19 kembali mengingatkan masyarakat, untuk patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena, kunci utama memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 adalah menerapkan 3M. Yaitu; Memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun. 

dr Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Covid-19, dalam  siaran persnya, Sabtu, (12/12), menjelaskan, beberapa jurnal internasional menyatakan, bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko penularan sebesar 35%. Sedangkan memakai masker kain dapat menurunkan risiko penularan sebesar 45%, memakai masker bedah dapat menurunkan risiko penularan sebesar 70%. Dan yang paling utama, menjaga jarak minimal 1 meter dapat menurunkan risiko penularan sampai dengan 85%. Oleh karena itu, masyarakat harus yakin bahwa setiap usaha yang dilakukan  saat ini, akan membuahkan hasil. 

“Sebagian dari anda mungkin sudah mulai beraktivitas kembali, seperti bekerja di kantor. Soal kesehatan kerja ini memang tidak main-main, mulai dari pengecekan suhu, pengaturan kapasitas dan posisi di dalam lift, pengaturan denah ruang kerja antar karyawan yang dibuat berjarak. Bahkan beberapa perusahaan meminta karyawan di atas 50 tahun untuk bekerja dari rumah. Hal ini penting dilakukan, mengingat kelompok tersebut terhitung berisiko tinggi jika tertular,” kata dr Reisa.

Meskipun jaga jarak sudah diterapkan, ia tetap mengingatkan, agar jangan lupa untuk selalu tertib menggunakan masker. Sekalipun kita sangat mengenal rekan kerja yang kita temui setiap hari, katanya, hal itu tidak menjamin kita mengenal kondisi kesehatan mereka. Pada saat rapat, atau sekedar ngobrol-ngobrol bersama dengan teman kantor, masker harus selalu digunakan.

“Untuk yang sudah aktif kembali bekerja, paling aman memang membawa bekal dari rumah. Tapi kalau ingin mengkonsumsi makanan seperti di kantin misalnya, harus dipastikan kebersihannya. Jadi, baik saat makan di kantin maupun membawa bekal sendiri dari rumah, pastikan juga untuk menerapkan jaga jarak ketika sedang makan. Pastikan tetap jaga jarak dan tidak ngobrol dengan teman saat makan, apalagi berbagi makanan,” pesannya.

Penerapan kesehatan di lingkungan kerja, kata Reisa, memang sangat penting. Bahkan, banyak perusahaan yang juga memfasilitasi karyawannya untuk rutin melakukan deteksi awal, seperti rapid test sampai dengan PCR test secara berkala.

Upaya-upaya ini, lanjutnya, tentunya akan lebih sempurna lagi ketika dibarengi usaha kita semua dengan menerapkan protokol kedatangan yang ketat sebelum bertemu dengan anggota keluarga tercinta di rumah.

“Kita harus tetap produktif, namun tetap jaga diri dan orang lain dengan disiplin protokol kesehatan. Semua ini bisa sukses dengan dukungan kita bersama. Salam sehat. Mari selalu semangat untuk menjaga kesehatan kita, menjaga lingkungan sekitar, dan semakin peduli mengatasi pandemi ini bersama-sama,” tutup dr Reisa. (knda)

Don`t copy text!