Seorang Balita dan 6 Anak-anak di Sumbawa Barat Positif Covid-19

Seorang Balita dan 6 Anak-anak di Sumbawa Barat Positif Covid-19

Taliwang, KOBAR – Jum’at, (6/11), Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB mengumumkan, bahwa kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meningkat drastis dalam sehari. 9 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga per hari ini, total kasus positif Covid-19 di KSB telah mencapai 70 kasus. Ironisnya, Seorang Balita berusia 3 tahun dan 6 orang anak-anak dengan rentang usia 7 tahun hingga usia 15 tahun dinyatakan terpapar virus corona. 

“Hari ini kami umumkan bahwa 9 orang penduduk Kabupaten Sumbawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan bertambahnya 9 kasus baru ini, maka total kasus positif Covid-19 di KSB hingga hari ini berjumlah 70 kasus,” ungkap HL Gita Ariadi, Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 NTB, dalam siaran persnya, Jum’at, (6/11).

Mereka itu, beber Gita, adalah sebagai berikut: Pertama; Pasien nomor 4120, an. MSR, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini, MSR menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat. Kedua; Pasien nomor 4121, an. AH, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini,  AH menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat.

Ketiga; Pasien nomor 4122, an. DNZ, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini, DNZ menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat. Keempat; Pasien nomor 4123, an. EM, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini, EM menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat.

“Kelima; Pasien nomor 4124, an. ASS, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini, yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat,” tutur HL Gita Ariadi.

Keenam; Pasien nomor 4125, an. J, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Kelanir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini, J menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat. Ketujuh; Pasien nomor 4126, an. AIKS, laki-laki, usia 7 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3749. Saat ini, AIKS menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat.

“Kedelapan, adalah seorang Balita. Pasien nomor 4127, an. KAK, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3749. Saat ini, KAK menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat,” beber HL Gita Ariadi, dengan nada prihatin.

Dan yang terakhir, katanya, adalah Pasien nomor 4128, an. T, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3749. Saat ini, T menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan, lanjut Gita Ariadi, melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di KSB untuk melakukan identifikasi epicentrum penularan, guna dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

“Mengingat penularan secara transmisi lokal terus terjadi, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan membiasakan pola hidup bersih dan sehat dalam keseharian adalah kunci kita bersama menekan penyebaran Covid-19,” kata HL Gita Ariadi.

Gita mengajak semua pihak untuk bersama bersatu mencegah penularan Covid-19. Dengan tetap patuh dan taat terhadap protokol kesehatan, sehingga tetap bisa beraktivitas dengan aman dan produktif dalam tatanan hidup baru di masa pandemi Covid-19.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti himbauan pemerintah dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Terima kasih juga kepada seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya. Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” demikian HL Gita Ariadi, Sekda NTB. (kdon)

Don`t copy text!