fbpx
Puskesmas Brang Ene Lumpuh, 3 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19

Puskesmas Brang Ene Lumpuh, 3 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19

“38 Orang Pegawai Puskesmas Brang Ene Dites Swab”

Brang Ene, KOBAR – Sabtu, (3/10), Satgas Covid-19 NTB telah mengumumkan Seorang Warga Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Pasien nomor 3394, an. SBM, positif Covid-19 dan meninggal dunia. Tak lama berselang, Kamis, (8/10), Satgas Covid-19 kembali mengumumkan 3 orang Tenaga Kesehatan Puskesmas Brang Ene terkonfirmasi Positif Covid-19. Ketiganya terpapar oleh Pasien 3394, yang telah wafat. 

Sehingga hari ini, Senin, (12/10), 38 orang tenaga kesehatan di Puskesmas Brang Ene dites swab di RSUD Asy-Syifa’ KSB, dan semuanya melakukan isolasi mandiri dalam pengawasan pihak RSUD KSB.

“Iya benar, 38 orang Tenaga Kesehatan di Puskesmas Brang Ene hari ini dites swab. Semuanya adalah kontak erat dengan 3 orang Tenaga Kesehatan yang sebelumnya telah terkonfirmasi positif Covid-19,” tutur dr Carlof Sitompul, Direktur RSUD Asy-Syifa, ketika dihubungi awak media ini, Senin, (12/10).

Puskesmas Brang Ene Lumpuh
Puskesmas Brang Ene

Ketiga puluh delapan orang itu, jelas Carlof, diminta untuk melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil laboratorium dari sampel swab yang telah diambil dari mereka.

“38 orang itu, disamping dites swab, juga dilakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi. Sembari menunggu hasil, semuanya diminta untuk isolasi mandiri. Dan tentu semuanya dalam pengawasan kami,” beber Direktur RSUD Asy-Syifa’.

Sementara itu, Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 KSB, H Tuwuh SAP, dalam siaran persnya, Jumat, (9/10), menjelaskan, bahwa pelayanan di Puskesmas Brang Ene akan dibuka terbatas. Puskesmas hanya akan melayani pasien rawat jalan, pasca 3 orang tenaga kesehatannya dinyatakan positif Covid-19.

Puskesmas Brang Ene Lumpuh
Puskesmas Brang Ene

“Untuk sementara pelayanan di Puskesmas Brang Ene hanya buka layanan rawat jalan saja. Untuk menjalankan operasional Puskesmas, Dinkes KSB menerjunkan tenaga dari Kecamatan Taliwang dan RSUD Asy-Syifa’,” jelas Tuwuh, yang juga Kepala Dinas Kesehatan KSB.

Tuwuh menuturkan, bahwa ketiga Nakes yang dinyatakan positif Covid-19 pada hari Kamis, (8/10), mereka terinfeksi dari pasien atas nama SBM, warga Desa Lampok. SBM sendiri sebelumnya telah dinyatakan meninggal dunia dengan konfirmasi positif Covid-19.

“Ketiga Nakes ini tercatat adalah kontak erat dari pasien SBM. Karena beliau sebelum dirujuk ke RSUD Asy-Syifa’ sampai akhirnya meninggal dunia, sempat mendapat penanganan di Puskesmas Brang Ene. Saat ini, seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Brang Ene telah diminta untuk menjalani isolasi mandiri,” tutup Kepala Dinas Kesehatan KSB. (kdon)

Don`t copy text!