Progres Pembuatan Vaksin Merah Putih Telah Capai 50 Persen

Progres Pembuatan Vaksin Merah Putih Telah Capai 50 Persen

“Jokowi Terbitkan Keppres Untuk Mempercepat Produksi Vaksin”

Bogor, KOBAR – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro, memperkirakan vaksin merah putih yang sedang dikembangkan oleh peneliti dalam negeri dapat diproduksi dalam jumlah besar pada kuartal IV 2021. Bambang menjelaskan, bahwa saat ini, pengembangan bibit vaksin di laboratorium, oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman telah mencapai progres 50 persen. Sebelum diproduksi secara besar pada triwulan IV 2021, tuturnya, terdapat beberapa proses yang harus dilewati, yakni, uji pada hewan pada akhir tahun 2020, kemudian formulasi produksi untuk uji klinis tahap 1, 2, dan 3, pada awal tahun 2021. 

Tim Vaksin Merah Putih saat menggelar jumpa pers.

“Perkiraannya triwulan IV 2021 kita bisa produksi dalam jumlah besar, dan nantinya akan melengkapi vaksin Covid-19 yang awalnya akan didatangkan dari kerjasama pihak luar, terutama dengan Sinovac (Tiongkok), dan G42 dari Uni Emirat Arab,” kata Bambang, yang juga Ketua Penanggung Jawab Tim Vaksin Merah Putih, dalam siaran persnya, usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, (9/9).

Selain uji klinis calon vaksin Covid-19 dari luar negeri, beber Bambang, Indonesia juga tengah mengembangkan vaksin produksi dalam negeri yang dinamakan vaksin Merah Putih. Setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan vaksin tersebut aman dan mampu untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap virus corona, baru kemudian PT Bio Farma akan melakukan produksi dalam jumlah besar. 

Tim Vaksin Merah Putih, saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor.

“Harapannya, tentunya proses vaksinasi nantinya bisa segera dikerjakan,” tukasnya. 

Menristek menjelaskan, bibit vaksin yang dikembangkan untuk menjadi vaksin Merah Putih itu, menggunakan isolate virus yang beredar di Indonesia. Dengan begitu, vaksin diharapkan akan efektif dan aman untuk menjaga daya tahan tubuh warga negara Indonesia terhadap virus corona tipe baru SARS CoV-2, yang menyebabkan penyakit Covid-19. 

Presiden Jokowi saat meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 milik PT Bio Farma, di Bandung, Jawa Barat.

Selain pengembangan vaksin oleh peneliti dalam negeri, Pemerintah juga telah memperoleh komitmen pengadaan vaksin dari berbagai pihak di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Komitmen itu didapatkan dari Sinovac, perusahaan biofarmasi asal China, dan G42, Perusahaan teknologi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pada kesempatan itu, Bambang menyatakan, kemungkinan vaksin Merah Putih akan diberikan lebih dari satu kali ke satu individu.

Presiden Jokowi saat meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 milik PT Bio Farma, di Bandung, Jawa Barat.

“Ada kemungkinan pemberian vaksin ini bisa lebih dari sekali untuk setiap individu. Jadi kalau penduduk kita itu sekitar 270 juta orang pada hari ini misalkan, maka vaksin yang harus diberikan berarti minimal 540 juta vaksin,” kata Bambang.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo saat menerima tim vaksin merah putih di Istana Kepresidenan Bogor, meminta laporan perkembangan vaksin yang sangat dibutuhkan masyarakat itu, serta memberikan arahan, agar tim mampu bekerja cepat dengan tetap mengikuti prosedur pengembangan vaksin yang berlaku.

Presiden Jokowi saat meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 milik PT Bio Farma, di Bandung, Jawa Barat.

“Penemuan dan produksi vaksin Covid ini sangat penting untuk dapat segera menangani krisis kesehatan maupun krisis ekonomi. Oleh sebab itu, pagi hari ini saya mengundang Bapak dan Ibu sekalian untuk mendapatkan laporan mengenai perkembangan vaksin Merah Putih,” kata Jokowi.

Kepala Negara menaruh harapan besar bagi pengembangan vaksin Merah Putih tersebut. Selain untuk mempercepat agar masyarakat dapat segera menerima vaksin tersebut, pengembangan vaksin Covid-19 di dalam negeri juga menunjukkan kemampuan dan kemandirian bangsa Indonesia untuk mengembangkan vaksin sendiri.

Presiden Jokowi saat meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 milik PT Bio Farma, di Bandung, Jawa Barat.

“Kita mampu mandiri dengan vaksin yang kita kembangkan dan kita produksi sendiri,” ujar Presiden.

Oleh karena itu, untuk mempercepat pengembangan vaksin Covid-19 tersebut, lanjut Presiden, dirinya telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2020, tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19. 

“Saya juga sudah menerbitkan Keppres Nomor 18 Tahun 2020, tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan vaksin Covid ini. Saya harapkan ini membantu sinergi dan konsolidasi semua unsur yang ada dalam mempercepat pengembangan vaksin,” tandas Presiden Joko Widodo. (knda)

Don`t copy text!