fbpx
20/09/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

NTB Miliki Rumah Sakit Khusus Covid-19 dan Trauma Center

Gubernur: Dibangun Sesuai Standar WHO

Mataram, KOBAR – Setelah sekian lama direncanakan dan dipersiapkan, akhirnya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki Rumah Sakit Khusus Covid-19, berikut Trauma Center. Gedung ini dibangun mengingat jumlah pasien Covid-19 di NTB yang terus bertambah, namun belum diikuti dengan tersedianya secara signifikan ruang perawatan isolasi yang mencukupi, baik kuantitas maupun kualitas perawatannya.

Gedung Rumah Sakit Khusus Covid-19 dan Trauma Center, dibangun di atas lahan seluas 2.181,33 m2, dengan luas bangunan 2.641,80 m2. Terletak di samping Gedung IGD RSUD Provinsi NTB. Gedung ini terdiri dari 2 lantai, dan dalam pengembangannya, direncanakan menjadi 6 lantai. Gedung ini selain untuk layanan pasien Covid-19, juga untuk mendukung perhelatan MotoGP di Mandalika, Lombok Tengah, dari aspek kesehatan sebagai rumah sakit rujukan. Gedung ini memiliki pintu akses pasien dan petugas yang terpisah, sehingga meningkatkan keamanan petugas yang merawat.

Saat diresmikan, Senin, (17/8), Gubernur NTB, Dr Ir H Zulkieflimansyah SE MSc, mengatakan, bahwa Rumah Sakit Khusus Covid-19 dan Trauma Center ini, dibangun sesuai standar WHO, khusus untuk merawat pasien suspek dan terkonfirmasi positif Covid-19, dengan gejala sedang dan berat.

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, saat meresmikan RS Khusus Covid-19, Senin, (17/8).

“Ruang perawatan dibuat bertekanan negatif sesuai standar isolasi. Setiap ruangan dilengkapi dengan monitor dan CCTV. Ruang ICU dilengkapi ventilator dan high flow nasal canul (HFNC), dan tenaga medis yang dipersiapkan khusus melayani pasien Covid-19,” tutur Gubernur NTB, kepada awak media.

Di lantai satu, jelas Bang Zul, terdapat 32 tempat tidur, yang dipersiapkan untuk IGD penanganan pasien yang memiliki gejala Covid-19. Sementara lantai II, difungsikan untuk instalasi rawat inap bagi pasien yang telah terkonfirmasi positif Covid-19, dan terdapat 37 tempat tidur. Diantaranya; ada 2 kamar VIP dan 2 kamar ICU, serta 16 kamar perawatan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, yang juga hadir saat peresmian, mengatakan, bahwa saat ini sejumlah rumah sakit di NTB yang menangani pasien Covid-19 sudah mulai penuh dengan pasien Covid-19, dan sejumlah alat kesehatan seperti ventilator dan lainnya juga menjadi sangat terbatas.

“Dengan adanya RS Khusus Penanggulangan Covid-19 ini, diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan tentunya kesembuhan bagi pasien,” kata Wagub.

Ummi Rohmi berharap, dengan adanya Rumah Sakit Khusus Covid-19 dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi pasien. Kedepan, pasien Covid-19 yang dirujuk di RSUD Provinsi NTB ini, tidak lagi dirawat di gedung yang sama bersama dengan pasien umum, tapi gedungnya terpisah.

Meski demikian, lanjut Wagub NTB, dengan adanya RS Khusus Covid-19 ini, masyarakat jangan sampai terlena. Justru masyarakat harus terus meningkatkan kedisiplinannya dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19, prosedurnya pun harus lebih diperketat.

“Kita jangan lengah, mentang-mentang sudah punya Rumah Sakit Khusus Covid-19. Justru disiplin protokol Covid-19 harus makin tinggi,” tutup Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RSUD Provinsi NTB, dr H Lalu Hamzi Fikri MM MARS, kepada awak media, menjelaskan, bahwa Rumah Sakit Covid-19 ini awalnya direncanakan dibangun untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Trauma Center khusus MotoGP Lombok 2021. Namun karena adanya wabah pandemi Covid-19, pembangunan gedung ini dipercepat untuk menampung pasien yang terus bertambah.

Di perencanaannya, tambah Lalu Hamzi, gedung ini akan memiliki 6 lantai. Namun untuk sementara dibangun 2 lantai dulu. Meski demikian, konstruksi tetap dipersiapkan untuk 6 lantai, sebagai pengembangan kedepannya.

Untuk daya tampung, lanjutnya, gedung trauma center ini menampung sebanyak 69 pasien. Lantai I ada 32 tempat tidur, dipersiapkan untuk IGD penanganan dan perawatan pasien yang memiliki diagnosa dan gejala Covid-19. Sedangkan lantai II, ada 37 tempat tidur, sebagai ruang tindakan yang dipersiapkan untuk merawat pasien yang telah diagnosa positif Covid-19.

“Di lantai II dipersiapkan untuk ruang terbuka bagi pasien, untuk menjalani aktifitas olahraga dan berjemur. Pembangunan Rumah Sakit ini sudah memenuhi standar WHO,” jelasnya.

Dengan demikian, imbuh Lalu Hamzi, hampir 70 persen ruang di RSUD Provinsi NTB yang selama ini dialihfungsikan untuk merawat, dan menjadi ruang isolasi pasien Covid-19, dapat kembali dipergunakan untuk menangani pasien reguler.

“Sedangkan untuk tenaga kesehatan, sudah dipersiapkan khusus untuk pelayanan di RS Darurat Covid-19 ini. Kami merekrut sekitar 125 orang. Mereka dilatih dan diberikan pendidikan khusus,” demikian dr H Lalu Hamzi Fikri MM MARS. (kdon)

Baca Juga :  Masyarakat Diminta Waspadai Investasi Bodong

KOMENTAR

Komentar

Don`t copy text!