fbpx
DKP NTB Bantah Soal Pencairan Dana JPS Gemilang yang Dituding Rumit dan Berbelit-belit

DKP NTB Bantah Soal Pencairan Dana JPS Gemilang yang Dituding Rumit dan Berbelit-belit

Mataram, KOBAR – Simpang siur soal rumitnya pencairan dana program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II, khususnya untuk penyedia abon ikan yang beberapa hari terakhir ramai di media sosial, akhirnya diklarifikasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam siaran persnya, Selasa, (14/7), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DKP NTB, Munadi SPi, menegaskan, bahwa proses realisasi anggaran atau pencairan program JPS Gemilang tahap II, khususnya untuk penyedia abon ikan tengah berlangsung. Tidak ada yang ribet atau berbelit belit, seluruh mekanisme pencairan sesuai ketentuan keuangan untuk pembayaran dalam sistem BTT.

“Saya kira tidak ada yang berbelit, dana alokasi sudah tersedia di BPKAD, tugas kami menyiapkan proses pembayaran. Saat ini, perhitungan kewajaran harga kesepakatan sudah selesai,” tutur Munadi.

Bebernya, PPK dan penyedia telah bertemu kembali hari ini, dan difasilitasi oleh Inspektorat Provinsi NTB. Setelah itu, dilakukan tanda tangan kontrak untuk melangkah ke pembayaran.

yusron hadi bersama UMKM
Yusron Hadi Bersama Pelaku UMKM NTB

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Ir H Yusron Hadi ST MUM, menegaskan, bahwa visi utama JPS Gemilang adalah untuk meningkatkan nilai tambah usaha produk lokal NTB. Melalui stimulus ini, UMKM di NTB diharapkan bisa maju dan berkembang.

“Saya luruskan terkait masalah keterlambatan pembayaran kepada UKM khusus abon ikan, PPK menegaskan sudah ada kesepakatan,” jelas Yusron.

Menurutnya, pembayaran segera akan dilakukan. Terakhir ia menerima laporan bahwa sudah ada kesepahaman dan kesepakatan dengan penyedia, bahwa akan dituntaskan dalam tiga hari kedepan.

“Syukurlah pada sore tadi diperoleh kesepakatan antara PPK dengan penyedia. Kita mengimbau agar penyedia, UMKM serta instansinya, dalam hal ini PPK, agar tetap membuka komunikasi dan memperkuat koordinasi, supaya permasalahan seperti ini bisa dituntaskan,” tutup Yusron Hadi. (kras)

Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Don`t copy text!