fbpx
31/05/2020

PORTAL BERITA KOBAR

kobarksb.com

Diduga Ada Yang Ditutupi, Gugus Tugas Covid-19 KSB Hindari Bertemu Insan Pers

“Pejabat Jaga Jarak, Data Sulit Diakses”

Taliwang, KOBAR – Belasan wartawan pemburu berita yang bertugas di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terpaksa dibuat gigit jari, setelah sekian lama menunggu Pejabat yang berwenang di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Samping Kantor Bupati KSB, Jum’at, (24/4), Malam.

Para insan pers itu sengaja mendatangi posko, guna untuk melakukan konfirmasi  kepada pejabat berwenang, terkait satu warga KSB berinisial M, yang divonis positif Covid-19, yang diumumkan Pemerintah Provinsi NTB, Jum’at (24/4), Sore.

Satu jam sejak wartawan hadir di Posko, belum ada tanda-tanda akan adanya Konferensi Pers seperti biasa, namun justru satu persatu Pejabat Gugus Tugas Penanganan Covid-19, seperti, Ketua Pelaksana Harian yang juga Sekda KSB, Kadis Dinkes,dan Dirut RSUD, yang sudah ada di Posko sebelumnya malah hengkang dari Posko Covid-19. Menurut keterangan anggota Gugus Tugas yang ada di Posko, kepada wartawan, mereka dipanggil Bupati.

Yang menarik anggota Forkompimda, Kapolres dan Dandim, justru terkesan ditinggal bersama wartawan. Setelah menunggu hampir 3 jam belum ada tanda-tanda pejabat yang tergabung dalam Gugus Tugas ini akan balik, namun menurut sebagian anggota Gugus Tugas akan balik ke Posko bersama Bupati.

Baca Juga :  Pemda KSB Serius Pertahankan Tenaga Kerja Lokal

Menunggu dan menunggu tanpa kejelasan, akhirnya setelah 3 jam lebih, wartawan memilih angkat kaki dari Posko, sembari berpamitan kepada Kapolres dan Dandim yang saat itu masih standby, dan hendak mau balik juga.

Ini tentu membuat sejumlah wartawan merasa tidak dihargai setelah sekian lama menunggu tanpa kejelasan.

“Kita berinisiatif datang  ke Posko karena kami peduli dan perlu ada wawancara seperti biasa, tentu sembari membawa berbagai pertanyaan dan kegelisahan publik untuk diluruskan,” tutur Sudirman, salah satu wartawan yang hadir.

Yang mengagetkan, selang satu jam kemudian, beredar Pers Rilis Bupati, namun disampaikan bukan oleh pejabat Gugus Tugas, dan biasanya Pers Rilis yang seharusnya ke media malah tersebar begitu saja ke tengah masyarakat.

“Etikanya kalau memang Pers Rilis yang ingin disampaikan tentu harus melalui pihak terkait, namun ini justru tersebar bahkan langsung ke tengah masyarakat. Ini sama saja dengan tidak menghargai media massa selaku sarana penyampaian informasi yang bertanggung jawab ke publik yang dijamin Undang-undang,” cetus Sudirman, Pemred InsideNTB.com, kepada awak media ini.

Baca Juga :  Pemerintah KSB Buka 105 Lowongan CPNS

Wartawan lainnya, Bastian, dari KSBNews.com, menilai, ada kesan Gugus Tugas tidak siap menyampaikan masalah yang terjadi dan terkesan menutupi masalah Covid-19 ini, kecurigaan Bastian ini bukan tanpa alasan, sebab dalam kasus warga berinisial SY yang Positif sebelumnya, ada pernyataan yang berbeda antara Gugus Tugas Provinsi NTB dan Gugus Tugas KSB, dalam hal mata rantai penyebaran Covid-19, dimana dalam rilis Gugus Tugas Kabupaten tak ada disebutkan mata rantai pasien Positif, saat masih berstatus PDP, setelah pasien dinyatakan positif,  justru Pemerintah Provinsi yang membuka mata rantai penyebaran Virus.

“Kok bisa Provinsi lebih tahu daripada Gugus Tugas KSB! Ini terkesan ada yang ditutupi di sini, atau memang KSB tidak siap dengan data, dan sungguh-sungguh dalam penanganan Covid-19 ini,” tukas Bastian.

Menyikapi hal itu, Ketua DPW JOIN NTB, Indra Irawan LM, angkat bicara, dan sangat menyayangkan langkah Pemerintah setempat. Sebagai Pilar Demokrasi, kata Indra, Pers bertanggung jawab terhadap rakyat dalam penyebaran informasi yang benar.

Baca Juga :  Baru 50 Persen Pejabat KSB Serahkan Laporan Harta Kekayaan

Menyampaikan Pers Rilis, kata Indra, bahkan hingga tersebar begitu saja ke tengah masyarakat apalagi melalui Media Sosial sama dengan mengkhianati peran Pers.

“Kita tidak mau berandai-andai, bagaimana kalau Pers Rilis itu dibuat dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, misalnya meniru dengan mengganti semua narasi, dan menyesatkan yang mengarah kepada hoax, siapa yang bertanggung jawab!,” tandas Indra Irawan LM, sambil geleng-geleng. (kras)

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar