Tambang Pasir Ilegal di Pantai Babar Kecamatan Lunyuk Kembali Terjadi

Menu

Mode Gelap

SUMBAWA · 10 Mar 2020

Tambang Pasir Ilegal di Pantai Babar Kecamatan Lunyuk Kembali Terjadi


Tambang Pasir Ilegal di Pantai Babar Kecamatan Lunyuk Kembali Terjadi Perbesar

Lunyuk, KOBAR – Penambang Pasir ilegal di Pantai Babar, Dusun Mekar Sari, Desa Perung Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa diprotes warga setempat. Pasalanya, para penambang pasir tersebut tidak mengantongi izin.

Aktivitas tambang pasir ilegal itu diketahui warga pada saat melintas di lokasi tempat para penambang, dan warga sontak menegur kemudian langsung mengusir para penambang liar tersebut.

“Niatnya kami mengecek tanah yang berada di pinggir pantai Babar, tau-taunya ada truck beserta buruhnya sedang melakukan penambangan pasir di pinggir pantai. Kami berhenti dan langsung menegur para penambang tersebut,” kata Bambang (42), warga Desa Padasuka, Kecamatan Lunyuk KS, dikonfirmasi awak media ini melalui telepon seluler, Senin, (9/20) pagi.

Bambang mengatakan, bahwa tanah tersebut ada pemiliknya, namun buruh penambang itu menjawab, bahwa mereka tidak tau menau terkait dengan lahan tersebut sudah ada pemiliknya atau tidak, hingga terjadi perdebatan.

“Padahal, walaupun lahan tersebut ada pemiliknya atau tidak, penambangan pasir di bibir pantai itu dilarang, karena akan menimbulkan abrasi pantai,” ungkap Bambang.

Ia juga menyayangkan, dari ulah oknum yang melakukan aktivitas tambang ilegal tersebut menimbulkan lubang yang sanggat besar di kawasan pantai Babar, dan ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu.

“Padahal sudah sering di tegur oleh Kepala Dusun Mekarsari selaku Kadus di wilayah pantai Babar tersebut. Tapi tidak pernah didengar dan digubris oleh para penambang,” Ujarnya.

Tidak sampai disitu, Sahabuddin (45), Aktifis Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Sumbawa (YPMS) warga Dusun Aiketapang, Desa Perung Kecamatan Lunyuk KS, juga resah dengan aktifitas penambangan pasir ilegal di kawasan pantai Babar. Dirinya mengaku, bahwa dua tahun yang lalu pernah juga mengangkat terkait masalah tersebut, tapi tidak direspon.

“Penambangan ini sudah dilakukan cukup lama mas, mungkin sudah berjalan lima tahun. Dan sampai sekarang masih saja ada. penambangan ilegal itu dilakukan oleh oknum masyarakat setempat,” tandas Sahabuddin. (kras)

About The Author

Trending di KOBARKSB.com

  • 50
    Suka Pantai? Datanglah Ke Sumbawa BaratOrang banyak mengira kalau Sumba itu adalah Sumbawa, padahal kan beda daerah. Tulisannya saja sudah beda apalagi tempatnya. Sumbawa berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pulau ini dibatasi oleh Selat Alas di sebelah barat (memisahkan dengan Pulau Lombok). Umumnya orang yang sudah bosan ke Bali biasanya mengunjungi Pulau Lombok,…
  • 46
    Produk Lokal Tak Kunjung Nongol di Toko ModernTaliwang, KOBAR - Sudah sekian tahun toko modern, seperti Indomaret dan Alfamart hadir di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), bahkan menjamur di mana-mana. Namun hingga kini, tak ada satupun produk lokal yang terpajang di etalase milik toko modern itu. Seyogianya Pemerintah setempat mewajibkan mereka untuk menjual produk lokal. Sebab imbal balik…
  • 45
    Program Pariri Bariri DitelisikTaliwang, KOBAR - Pemberdayaan masyarakat miskin dan mengentaskan masyarakat dari kemiskinan melalui Kartu Pariri dan Bariri yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ingin ditelisik oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KSB. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi II, Abidin Nasar SP, kepada awak media ini, kemarin. Menurutnya, hal itu dilakukan pihaknya…
  • 42
    Rencana Penutupan PETI di KSB Menuai Reaksi"Masyarakat Yang Terlibat PETI Balik Nantang" Taliwang, KOBAR - Beberapa waktu lalu, sosialisasi penutupan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), gencar dilakukan oleh Pemerintah Daerah setempat. Kegiatan tersebut melibatkan semua pihak, yang terkait dengan PETI. Kendati demikian, berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah,…
  • 40
    Warga Hijrah Murka, Tambang Galian C DistopBrang Ene, KOBAR - Warga Dusun Hijrah, Desa Mujahidin, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mendesak Pemerintah setempat agar penambangan batu dan pasir (Tambang Galian C) di sungai Hijrah segera dihentikan. Mengingat aktifitas tersebut dapat merusak ekosistem sungai maupun jalan Desa yang ada. Ironisnya, bahkan kegiatan penambangan pasir dan…
  • 38
    Bendera Perang Untuk Aktivitas Galian CMasalah penambangan galian C di wilayah Kecamatan Brang Ene terbilang kompleks dan dibiarkan berlarut-larut. Saban hari masyarakat setempat selalu mengeluh terhadap operasionalnya yang telah merusak lingkungan dan mengganggu. Meski berkali-kali masyarakat menyuarakan kebosanannya atas adanya aktifitas itu, Pemerintah selalu berdalih, penambangan itu penopang utama aktifitas pembangunan di bumi pariri lema…

Eksplorasi konten lain dari KOBARKSB.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.

Artikel ini telah dibaca 147 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Raja Muda Sumbawa Naik Tahta, Deapati Koasa Ling Anorawi Beri Dukungan Penuh

30 Mei 2024 - 19:04

Raja Muda Sumbawa Naik Tahta, Deapati Koasa Ling Anorawi Beri Dukungan Penuh - H W Musyafirin - Bupati Sumbawa Barat

58.450 Ton Biji Jagung Asal Sumbawa Diekspor Ke Luar Negeri

24 Juli 2023 - 14:20

58.450 Ton Biji Jagung Asal Sumbawa Diekspor Ke Luar Negeri - KM Felya - Pelabuhan Badas, Sumbawa Besar

Selamat Hari Raya Idul Adha 1444 H – Amilan Hatta

28 Juni 2023 - 20:00

Selamat Hari Raya Idul Adha 1444 H - Amilan Hatta - Calon Anggota DPRD NTB Dapil NTB 5 - Partai PDI Perjuangan

Gubernur NTB Dituduh ‘Main Belakang’ dan ‘Berkhianat’ Soal Amman Mineral

21 Januari 2023 - 19:56

Gubernur NTB Dituduh 'Main Belakang' dan 'Berkhianat' Soal Amman Mineral - Zulkieflimansyah - Gubernur Nusa Tenggara Barat

NTB Pemilik Bendungan Raksasa Terbanyak di Indonesia

6 Januari 2023 - 20:37

NTB Pemilik Bendungan Raksasa Terbanyak di Indonesia - Presiden Jokowi - Bendungan Beringin Sila Sumbawa

Diduga Karena Korsleting Listrik, Belasan Rumah di Alas Kebakaran

29 Juli 2022 - 01:57

Diduga Karena Korsleting Listrik, Belasan Rumah di Alas Kebakaran - Kebakaran Rumah Penduduk di Desa Juran Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, NTB
Trending di SUMBAWA
Don`t copy text!