fbpx
Alumni BLK KSB Bingung Mau Ke Mana

Alumni BLK KSB Bingung Mau Ke Mana

“Pemerintah Dituntut Ambil Peduli”

Taliwang, KOBAR – Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang berada di Kecamatan Poto Tano, dilaporkan, hingga saat ini telah meluluskan sekitar ratusan orang siswa. Alumni BLK tersebut berasal dari hampir semua Kecamatan yang ada di KSB. Namun setelah lulus pelatihan, banyak dari mereka yang bingung akan bekerja di mana.

Arianto (35), Warga Kelurahan Telaga Bertong, yang merupakan salah satu alumni BLK KSB, kepada awak media ini, mengungkapkan kegelisahannya setelah lulus pelatihan. Menurutnya, ia dan teman-teman alumni lainnya bingung harus dibawa ke mana sertifikat yang mereka miliki. Pasalnya, setelah menerima sertifikat lulus, mereka sangat berharap ada tindak lanjut dari Pemerintah untuk dapat difasilitasi pekerjaan.

“Seharusnya pemerintah lebih memprioritaskan kami yang sudah mempunyai skil. Mungkin dengan cara memberikan kami modal untuk membuka usaha sendiri atau memfasilitasi kami untuk dapat bekerja di perusahaan swasta dan dunia usaha,” kesahnya.

Ia berharap dengan bekal pelatihan kerja yang didapatkan selama di BLK, dirinya bersama rekan seangkatan dapat diarahkan atau disuguhkan dengan lapangan pekerjaan. Namun mau apa dikata, di KSB belum terlihat adanya perusahaan atau industri yang bisa menampung para alumni BLK secara otomatis.

“Harapan kami, dengan bekal sertifikat yang kami dapat, bisa menjadi media untuk kami untuk mudah mendapatkan pekerjaan, agar anggaran yang dikucurkan Pemerintah tak sia-sia. Bukan hanya itu, Pemerintah juga kami minta untuk tidak hanya memfasilitasi kami pelatihan, juga harus berupaya memfasilitasi kami lapangan kerja,” pinta Arianto.

Dikonfirmasi media ini, Kepala UPTD BLK KSB, melalui salah seorang instrukturnya, Neneng, menjelaskan, bahwa semua lulusan pelatihan diharapkan memiliki skil tertentu dan mampu berkompetisi ketika terjun langsung ke dunia industri maupun usaha. Karena selama proses pelatihan, pihaknya sudah memfasilitasi mereka dengan alat praktik dan modul sesuai bidang masing-masing.

Ditambahkannya, bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya sedang dalam proses lobi terhadap perusahaan yang ada di tambang batu hijau untuk dapat bekerja sama dengan BLK KSB agar peserta yang sudah lulus dapat bekerja langsung di perusahaan mereka.

“Semoga hajat kita bersama dengan pelatihan yang diberikan bisa menjawab persoalan ketenagakerjaan di daerah ini ke depannya,” tutur Neneng.

Untuk diketahui, tahun ini saja, ada 5 bidang yang dijalankan oleh UPTD BLK KSB. Yaitu, kejuruan teknisi instalasi listrik, juru las SMAW 3G, mekanik junior mobil bensin, teknisi pendingin AC split, dan mekanik junior sepeda motor. Pemerintah setempat melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 35 miliar untuk biaya operasional BLK Tahun anggaran 2019. (kdon/kras)

Don`t copy text!