fbpx
Ketika Gagal Ginjal Kronis Mendera

Ketika Gagal Ginjal Kronis Mendera

KESEHATAN KELUARGA


dr bagas 1

Oleh: dr. Bagas Dyakso Darmojo
(Dokter di RSUD Asy-Syifa’ KSB)


Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah kondisi saat fungsi ginjal mulai menurun secara bertahap. Menurut Nasional Kidney Foundation Kidney Disease Outcome Quality Initiative (NKF-KDOQI) adalah kerusakan/kelainan struktur atau fungsi ginjal dapat berupa kelainan jaringan, komposisi darah dan urine atau tes pencitraan ginjal, yang dialami lebih dari tiga bulan.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 oleh Kementrian Kesehatan RI, sebanyak 0.2% dari total jumlah penduduk Indonesia mengalami kondisi ini. Provinsi Sulawesi Tengah merupakan daerah dengan angka tertinggi yaitu, 0.5% dari total jumlah penduduk di provinsi tersebut. Dari data 7th Report of Indonesian Renal Registry tahun 2014, pasien gagal ginjal yang melakukan cuci darah paling banyak disebabkan karena hipertensi (37%). Diikuti diabetes (27%), dan kelainan bawaan (10%). Ginjal berfungsi menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah sebelum dibuang melalui cairan urine. Ginjal juga memiliki berbagai fungsi lain yang tidak kalah penting, yaitu:

– Mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sehingga membantu jantung dan otot agar bekerja dengan baik.

– Membantu mengatur tekanan darah.

– Memproduksi zat sejenis vitamin D yang menjaga kesehatan tulang.

– Memproduksi hormon glikoprotein disebut erythropoietin yang membantu merangsang produksi sel-sel darah merah.

Status GGK berubah menjadi gagal ginjal tahap akhir (End-Stage Renal Disease/ESRD) ketika ginjal tidak lagi berfungsi. Pada stadium inibiasanya telah terjadi penumpukan limbah tubuh, cairan, dan elektrolit yang bisa membahayakan tubuh jika tanpa dilakukan penyaringan buatan (dialisis/cuci darah) atau transplantasi ginjal untuk menggantikan fungsi ginjal yang telah rusak.

Saat mendengar istilah cuci darah, pasti hampir sebagian pembaca merasa gentar dan takut. Cuci darah atau hemodialisis menjadi sebuah momok negatif dalam masyarakat umum, dikarenakan adanya mitos bahwa cuci darah sama dengan meninggal, bila sudah menjalankan cuci darah maka akan dilakukan seumur hidup dan pasti meninggal. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena hemodialisis merupakan tindakan medis yang merupakan alat terapi untuk pasien penyakit ginjal dengan kondisi tertentu. Memang ada pasien yang membutuhkan seumur hidup dilakukan cuci darah namun ada juga yang hanya membutuhkan beberapa kali saja dan pasien akan kembali normal. Peluang perbaikan melalui hemodialisis tergantung dari tingkat

keparahan penyakit pasien yang disebabkan karena keterlambatan pengobatan, oleh karena keengganan pasien dan keluarga pasien untuk dilakukan cuci darah segera. Namun harus diingat bahwa dari 1 juta orang dengan penyakit gagal ginjal terdapat 400 orang yang membutuhkan terapi cuci darah/hemodialisis. GGK sendiri, biasanya tidak menimbulkan gejala sehingga membuat pengidap penyakit ini biasanya tidak menyadari gejalanya hingga mencapai stadium lanjut. GGK biasanya terdeteksi pada stadium dini ketika dilakukan pemeriksaan darah atau urine. GGK stadium lanjut umumnya mengalami gejala :

– Merasa mual berakhir muntah-muntah.

– Berkurangnya jumlah urine saat buang air kecil.

– Merasa lelah dan lemah.

– Hilangnya nafsu makan.

– Menurunnya mental secara signifikan.

– Mempunyai masalah dengan tidur.

– Munculnya rasa gatal.

– Otot kejang dan berkedut.

– Mengalami bengkak pada area kaki.

Pemeriksaan darah dan urin secara teratur setiap tahun sangat disarankan bagi orang-orang yang berisiko tinggi mengidap penyakit ginjal kronis. Anda termasuk berisiko tinggi, antara lain jika memiliki tekanan darah tinggi, mengidap diabetes, dan memiliki riwayat keluarga pengidap penyakit ginjal kronis.

Jika sudah terdiagnosis mengidap GGK dapat membuat Anda dan kerabat merasa cemas. Berkonsultasi dengan dokter dan sesama pengidap dapat membuat Anda menemukan cara agar penyakit ini tidak mengambil alih hidup Anda. Ini dikarenakan memang tidak ada obat yang dapat menyembuhkan gagal ginjal. Perawatan terhadap penyakit ini hanya berfokus memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit dan mencegah munculnya kondisi serius lain. Selain itu, terapi juga bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul akibat GGK. Perubahan yang terjadi dalam sirkulasi tubuh membuat pengidap penyakit ginjal kronis menjadi lebih berisiko menderita stroke atau penyakit jantung. ***

Don`t copy text!