fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Jadi Langganan Banjir, Desa Sapugara Bree Butuh Perhatian

Brang Rea, KOBAR – Mulai meningkatnya curah hujan beberapa hari terakhir, menjadi ketakutan tersendiri bagi masyarakat Brang Rea. Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Brang Rea membuat kondisi sungai di wilayah tersebut meluap dan nyaris membanjiri wilayah pemukiman penduduk setempat. Sejumlah warga pun dibuat resah dengan derasnya debit air sungai yang mengalir dari sumber Sungai Bangkat Munteh.

Sahera Rifai, (53), warga Dusun Ponjok, Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, mengaku resah sekaligus trauma dengan banjir yang hampir setiap tahun terjadi di Dusunnya.  Ia pun melihat saat ini air sungai mulai naik hingga menimbulkan kecemasan warga.

“Kami trauma dengan banjir yang hampir setiap tahunnya terjadi,” ungkapnya.

Menurutnya, seringnya banjir disebabkan tidak adanya tanggul atau bronjong sebagai penahan tebing. Kondisi ini mengakibatkan air mudah meluap dan tak jarang mengikis tanah tebing berpangkal-jengkal panjangnya.

“Kami harus pasrah meski sudah sangat lama kami memimpikan tanggul penahan tebing atau bronjong dapat dibangun pemerintah,” tukasnya.

Hal senada juga di sampaikan, Sarimah Rustamaji, (47), warga Desa lainnya. Meski dirinya bersama warga lainnya tinggal di bantaran sungai tapi tidak juga pernah mendapat perhatian pemerintah. Padahal dirinya tidak pernah berharap lebih hanya ingin di wilayahnya dibangun Bronjong penahan tebing, agar banjir yang selalu menggenangi  pemukiman tidak selalu terjadi.

“Kalau musim hujan, hampir setiap malam selalu dirundung rasa was-was dan tak bisa tidur, karena takut air datang tiba-tiba membanjiri pemukiman. Tak jarang kami pun harus rela kehilangan hewan peliharaan dibawa oleh derasnya air sungai yang meluap naik ke tempat tinggal kami,” cetusnya.

Ia mengaku sudah menjadi resiko  karena membangun rumah di wilayah bantaran sungai.

“Mau bilang apa lagi?, ini sudah nasib kami,” keluhnya.

Untuk itu, ia sangat mengharapkan kepedulian pemerintah Daerah untuk segera mengatasi persoalan yang dialami bersama dengan warga lainnya yang tinggal di wilayah tersebut.

“Kami sangat berharap pemerintah dapat membangun bronjong, sehingga sedikit dapat mengobati rasa takut kami,” harapnya. (ktas)

Don`t copy text!