fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Pemerintah KSB Perketat Penerbitan IUTM Alfamart yang Tersegel

“2 Lokasi Toko IMB-nya Dicabut”

Taliwang, KOBAR – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) setempat, memperketat penerbitan Ijin Usaha Toko Modern (IUTM) untuk Alfamart yang telah disegel. Meski berkas permohonan yang diajukan managemen Alfamart telah diterima, namun pihak Disperindagkop dan UMKM akan melakukan pengecekan lapangan terlebih dahulu, untuk membuktikan realitas kemitraan dengan UMKM lokal yang menjadi syarat mutlak untuk diterbitkannya Ijin Usaha Toko Modern, dan apakah benar pihak Alfamart sudah mensosialisasikan rencana operasionalnya kepada masyarakat sekitar.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Ir Lalu Muhammad Azhar MM, yang dikonfirmasi media ini mengaku, berkas yang diterima memang sudah lengkap, namun perlu dilakukan pembuktian lapangan, apakah benar berkas yang diajukan tersebut. “Kami memang sudah menerima berkas permohonan penerbitan IUTM, tetapi tidak serta merta langsung diberikan IUTM-nya,” tegas Lalu Azhar.

Disampaikan Lalu Azhar, berkas permohonan penerbitan IUTM yang diterima baru untuk dua lokasi yang berada di Jalan Sudirman, sementara yang disegel ada enam lokasi. “Berkas yang ada hanya untuk dua lokasi, jadi yang kemungkinan akan dikeluarkan IUTM hanya untuk dua lokasi itu, jika dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat,” timpalnya.

Untuk mengeluarkan IUTM, Disperindagkop dan UMKM harus mendapat persetujuan dari penjabat Bupati KSB, karena penyegelan itu sendiri bukan atas nama Disperindagkop dan UMKM, tetapi atas nama pemerintah KSB. “Hasil evaluasi dan pengecekan lapangan akan menjadi dasar Disperindagkop dan UMKM mengusulkan kepada Bupati KSB. Jika diberikan perintah untuk dikeluarkan IUTM, maka Disperindagkop dan UMKM akan mengeluarkan IUTM, termasuk surat untuk pencabutan segel,” lanjutnya.

Masih keterangan Lalu Azhar, pihak yang akan membuka segel adalah Polisi Pamong Praja (Pol PP) dengan acuan surat perintah dari Bupati. “Prosesnya masih panjang, meskipun dua lokasi itu sudah mengajukan berkas, jadi kepada pihak Alfamart untuk bersabar menunggu proses,” terangnya.

Terkait dengan dua lokasi itu sendiri, Lalu Azhar mengaku sudah memanggil pihak Alfamart untuk membuat surat pernyataan kesiapan menambah jumlah UMKM yang akan menjadi mitra, karena dalam usulan atau berkas yang diterima, pihak alfamart mengajukan 10 UMKM yang menjadi mitra. “Kami harap UMKM yang menjadi mitra lebih banyak, meskipun dengan cara bertahap, sehingga untuk meminta jaminan adanya penambahan jumlah UMKM yang menjadi mitra, kami harus meminta pihak alfamart untuk membuat surat pernyataan, karena surat itu sendiri akan menjadi dasar dilakukan evaluasi nantinya,” bebernya.

Pada kesempatan itu, Lalu Azhar juga mengaku, bahwa pihaknya menerima laporan bahwa untuk dua lokasi toko yang diajukan penerbitan IUTM-nya telah dicabut Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Untuk memastikan informasi itu, Disperindagkop dan UMKM telah menemui pimpinan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPMPTT). “Saya sendiri sudah bertemu dengan pihak BPMPTT untuk mempertanyakan hal itu,” tegasnya.

Dari pengakuan pihak BPMPTT, bahwa benar untuk dua lokasi itu telah dicabut IMB-nya, jadi kecil kemungkinan dua lokasi itu akan mendapatkan IUTM, jika tidak segera menyelesaikan atau mengantongi IMB. “Saya sudah minta pihak Alfamart untuk segera mengurus IMB,” pungkasnya. (kimt)

Don`t copy text!