Cafe Balad Bersimbah Darah

Cafe Balad Bersimbah Darah

“1 Orang Tewas, 1 Orang Terluka Parah”

Taliwang, KOBAR – Pada hari rabu 9/9, dini hari sekitar pukul 01.15 wita, bertempat di cafe surya kencana yang berada di kawasan pantai Balad, terjadi perkelahian yang menyebabkan dua orang terluka akibat ditusuk dengan menggunakan senjata tajam. Satu orang korban meninggal dunia, sementara korban lainnya harus dirujuk ke Mataram.

Informasi yang diterima media ini, korban yang meninggal dunia adalah Ruslan alias Lando, sementara yang mendapatkan perawatan lanjutan adalah Suhadi alias Ded Zulhadi. Kedua korban berasal dari Kelurahan Sampir, sedangkan yang diduga sebagai pelaku EG warga Tepas Kecamatan Brang Rea. Belum ada informasi terkini yang diterima, apa yang menjadi penyebab perkelahian sampai ada korban meninggal tersebut.

Informasi yang menyebar, Ruslan yang menjadi korban meninggal hendak melerai amukan EG, karena telah melihat rekannya, Zulhadi mengalami luka pada pada bagian pinggang kanan, namun EG justru menusuk Ruslan pada bagian dada sebelah kiri, dan bagian punggung kanan pada paru-paru. Mendapat tikaman senjata tajam, korban tersungkur bersimbah darah.

Beberapa orang yang melihat adanya kasus penikaman tersebut langsung membawah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Assyifa, namun luka yang cukup parah dengan kucuran darah yang terlalu banyak, sehingga korban tidak bisa tertolong, sementara sekitar pukul 02.15 wita, korban Zulhadi harus dirujuk kerumah sakit mataram untuk penangan lebih lanjut. Sampai berita ini ditulis, belum ada informasi pasti tentang kondisi korban.

Kapolres Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), AKBP Teddy Suhendyawan Syarif SIK, membenarkan adanya kejadian penikaman yang menyebabkan korban meninggal di salah satu cafe yang berada di kawasan pantai Balad itu. “Memang ada tindak pidana yang menyebabkan korban meninggal di salah satu cafe di lingkungan pantai Balad, termasuk ada korban yang mengalami luka serius dan harus dirujuk,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Kapolres mengaku bahwa pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, namun yang pasti ada dua orang yang saat ini sedang dalam pemeriksaan intensif oleh penyidik. “Kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang diduga sebagai pelaku, jadi untuk penetapan pelaku dan peran dalam kasus itu harus menunggu hasil pemeriksaan yang akan tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), jadi untuk sementara belum bisa dipublis atau dibeberkan, apa yang terjadi sampai ada korban meninggal,” lanjutnya.

Sementara Dhoris, keluarga korban mengaku tidak terima dengan kasus tersebut dan meminta kepada Polres KSB untuk bisa mengambil tindakan tegas dengan menyerat pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kami minta pelaku dihukum setimpal,” harapnya.

Puluan masyarakat Sampir pada dini hari sudah berada di rumah duka untuk memastikan informasi adanya kasus penikaman tersebut dan pada pagi hari secara bersama-sama melaksanakan proses pemakaman dengan dikawal anggota Polsek Taliwang. (kimt)

Don`t copy text!