11/07/2020

Panwaslu Ancam Tipilu Paslon Bupati Nakal

Unang: Masyarakat Diminta Pro Aktif Melapor

Taliwang, KOBAR – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Sumbawa Barat (Panwaslu KSB) akan menindak tegas dan mengancam akan menuntut Pasangan Calon (Paslon) Bupati dengan Tindak Pidana Pemilu (Tipilu) jika ada yang ditemukan menggelar pertemuan terbatas atau tatap muka diluar jadwal yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua Panwaslu KSB, Unang Silatang S.Kom, kepada media ini mengatakan, aturan main tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mulai berlaku setelah KPU KSB mengeluarkan penetapan tentang pasangan calon. “Sekarang ini sudah bukan lagi bakal calon, tetapi sudah menjadi pasangan calon, jadi harus taat terhadap aturan mainnya,” tegasnya.

Disampaikan Unang, sapaan akrabnya, pertemuan atau sosialisasi yang dilaksanakan selama ini memang belum menjadi perhatian serius Panwaslu KSB, karena yang menjadi mediator pertemuan belum ditetapkan sebagai pasangan calon. “Sosialisasi, pertemuan atau apapun namanya yang mengumpulkan orang lain, apalagi sampai mengarah pada kampanye akan ditetapkan sebagai pelanggaran serius,” ancamnya.

Baca Juga :  Gencar Basmi Narkoba, Polisi Gerebek Pesta Sabu

Unang berharap kepada seluruh pasangan calon dan para pendukung untuk menghormati aturan tentang Pilkada, agar tidak sampai merugikan jargon masing-masing, karena tipilu yang akan dilakukan itu bisa saja sampai mengganjal kemenangan dari pasangan calon itu sendiri. “Pasangan calon bisa dicoret jika terbukti melakukan pelanggaran, bahkan bisa tidak dilantik kalau memang pasangan itu menang dengan melakukan pelanggaran pemilu,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Unang mengaku belum terpikir untuk melayangkan surat peringatan tentang larangan bagi pasangan calon untuk menggelar pertemuan diluar jadwal yang ditetapkan, karena himbauan itu sendiri sudah pernah disampaikan, bahkan diyakini bahwa semua pasangan calon sudah memahami tentang aturan tersebut. “Semua pihak yang terlibat sudah paham tentang aturan tersebut, jadi tidak perlu lagi diingatkan,” timpalnya.

Baca Juga :  Bupati Tunda Tutup PETI

Untuk menciptakan Pilkada yang berkualitas dan untuk mengetahui adanya aktifitas “kampanye” diluar jadwal, Unang berharap kepada masyarakat KSB untuk aktif atau berpartisipasi memberikan laporan kepada Panwaslu, karena bisa saja pertemuan yang melanggar dari pasangan calon itu sendiri diluar jangkauan informasi Panwaslu. “Saya berharap masyarakat berpartisipasi atau menjadi pelapor jika mengetahui ada pelanggaran,” tuturnya.

Unang tidak membantah jika pihaknya telah membuat jaringan khusus yang akan melakukan pemantauan terhadap aktifitas pasangan calon, agar bisa memastikan bahwa tidak ada pelanggaran pemilu di Bumi Pariri Lema Bariri. (kimt)

loading...
Bagikan di:

KOMENTAR

Komentar