fbpx

KOBARKSB.com

News & Artikel Terkini

Bikin Malu KSB, Komisi I Dalami Rusaknya Beberapa Alkes RSUD KSB

“Direktur RSUD Resmi Mengundurkan Diri”

Taliwang, KOBAR – Anggota komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Muhammad Hatta, kepada media ini mengaku kecewa dengan managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), lantaran tidak komit dengan janji akan melakukan perbaikan terhadap beberapa fasilitas Alat kesehatan (Alkes) RSUD tersebut, salah satunya adalah alat rontgen, padahal alat itu sangat penting dalam mendeteksi penyakit yang diderita pasien.

“Saya sangat kecewa dengan pihak managemen RSUD, karena terkesan lamban dalam menyelesaikan masalah atas kerusakan alat rontgen tersebut, sehingga cukup banyak pasien yang harus dirujuk, padahal rujukan itu tidak harus dilakukan, kalau saja alat yang dimiliki itu bisa berfungsi dengan baik, jadi dalam waktu dekat akan kembali mempertanyakan hal itu kepada managamen RSUD,” janji politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Ironisnya lagi, keterlambatan gerakan pihak RSUD bukan hanya menambah jumlah pasien yang dirujuk, tetapi juga membuat malu pemerintahan, karena rujukan itu keluar bukan tidak bisa ditangani, tetapi tidak mampu mendeteksi penyakit. Belum lagi rujukan dilakukan pihak RSUD ke praktek dokter. “Masa dokter praktek di KSB menjadi tujuan rujukan, apakah tidak malu dengan sikap seperti itu,” sesalnya.

Masih keterangan Hatta, jika memang benar bahwa keberadaan alat kesehatan (Alkes) itu masih menjadi tanggung jawab rekanan, maka tidak sulit untuk menyelesaikan kerusakan itu, karena bisa saja meminta untuk diganti, kecuali pengakuan bahwa masih dalam masa pemeliharaan hanya sebuah alibi dari pihak RSUD. “Jika memang masih dalam tanggung jawab rekanan, maka tinggal minta diganti saja alat tersebut,” timpalnya.

Pada kesempatan itu Hatta juga mengaku bahwa komisi I saat ini sedang mendalami masalah tersebut, lantaran ada beberapa laporan bahwa beberapa alkes yang diadakan tahun lalu itu justru kondisinya tidak bagus dan tidak bisa difungsikan saat pertama kali datang, “Kami mendapat laporan masyarakat bahwa yang rusak bukan hanya rontgen, tetapi juga ada beberapa alkes lain,” urainya.

Diingatkan Hatta, komisi I akan lebih intensif memantau RSUD, mengingat dalam waktu dekat akan ada pengadaan alkes dengan jumlah yang lebih banyak. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya kerusakan atau kualitas alkes yang tidak sesuai. “Kami akan meminta Pejabat Pembuata Komitmen (PPK) maupun pejabat penerima barang untuk selektif dan menguji betul alkes yang akan diadakan nantinya, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari,” tandasnya.

Informasi yang diterima media ini, Direktur RSUD, dr Hj Dwidia Mertasari, secara resmi telah mengundurkan diri. Pimpinan sementara managemen RSUD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu dipercayakan kepada H Tuwuh, yang saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes).

H Tuwuh, yang dikonfirmasi media ini tidak mengelak jika dirinya menjadi pelaksana tugas (plt) RSUD. “Senin (hari ini, red) saya mulai konsentrasi atau akan lebih sering berada di RSUD untuk melakukan penataan managemen, termasuk melakukan identifikasi pelayanan prioritas,” jelasnya.

H Tuwuh pada kesempatan itu mengaku belum bisa memberikan komentar terlalu jauh, lantaran dirinya belum mulai melaksanakan tugasnya, namun yang pasti akan lebih fokus di RSUD, tetapi tidak juga akan meninggalkan jabatannya sebagai sekretaris Dikes. “Apa langkah yang akan saya lakukan dengan jabatan plt baru diketahui setelah saya mendapatkan informasi dari managemen dan pertemuan itu akan dilaksanakan besok (senin, red),” pungkasnya. (kimt)

Don`t copy text!